Kekasih Halal

Kekasih Halal
Part 52


__ADS_3

Setelah Kinar selesai menggunakan bajunya, aku meminta Kinar untuk menemaniku ke pesantren untuk berpamitan pada Abah jika aku ingin kembali lagi ke Jakarta.


Kinar menemaniku, Aku dan Kinar berboncengan menggunakan sepeda. Ah jadi teringat kenangan indah saat belum merasakan memikirkan beras dan kebutuhan lainnya. Terutama memikirkan perasaan diri sendiri dan pasangan.


Sesampainya di pesantren Aku dan Kinar masuk ke kantor pesantren. Tempat biasanya Abah mengurus urusan pesantren.


"Assalamualaikum Abah,"Sapaku pada Abah.


Abah tersenyum melihatku lalu menjawab salamku , "Waalaikumsallam"


Aku menghampiri Abah, Alhamdulillah pagi ini Abah sepertinya tidak sedang sibuk, jadi aku bisa ngobrol banyak dengan Abah.


Abah mempersilahkan Aku dan Kinar duduk, Abah juga ikut duduk. Aku mengutarakan niatku untuk mantap berdamai dengan takdir yang lalu dan kembali ke Jakarta.


Abah tersenyum senang, aku yakin ini juga keputusan yang didamba Abah. Abah mengucapkan Alhamdulillah karena akhirnya aku akan kembali pada suamiku setelah sebulan lamanya meninggalkan Mas Gagah.


Abah tiba-tiba menceritakan sebuah kisah tentang mutiara yang bernoda sebagai pembelajaran untuk aku dan Kinar.


Abah mulai bercerita jika pernah ada seorang tua yang sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yg besar dan sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.


Hatinya terus bergumam, kalaulah tidak ada titik noda hitam, mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia. Semakin dia pikirkan, semakin kecewa hatinya.


Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.


Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tersebut masih tetap ada.


Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang.Tapi kenyataannya noda tersebut masih tetap ada.


Lalu dengan tidak sabar, dia menguliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir.


Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tersebut pun ikut hilang.


Begitulah dengan kehidupan nyata, kita selalu suka mempermasalahkan hal yg kecil, yg tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar.


Persahabatan yg indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yg hebat hanya karena sepatah kata pedas yang tidak disengaja.


Keluarga yang rukun dan harmonispun jd hancur hanya karena perdebatan-perdebatan kecil yang tak penting .


Yang remeh kerap di permasalahkan, yang lebih penting dan berharga lupa dan terabaikan.


Seribu kebaikan sering tak berarti, Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup.


Abah menyimpulkan ceritanya bahwa kita harus belajar menerima kekurangan apapun yg ada dalam kehidupan kita.

__ADS_1


Bukankah tak ada yg sempurna di dunia ini.?


SEHATI bukan karena Memberi, tapi sehati karena saling Memahami.


CINTA bukan karena Terpesona, tapi cinta karena saling Terbuka.


BETAH bukan karena Mewah, tapi betah karena saling Mengalah.


BERSAMA bukan karena Dunia, tapi bersama karena SALING MENGISI.


INDAH bukan karena selalu Mudah, tetapi indah karena dihadapi bersama setiap Kesusahan.


Air mataku tiba-tiba jatuh juga karena aku tidak bisa menahannya. Apa yang Abah ceritakan sangat menusuk nuraniku. Aku bahkan telah menghukum suamiku yang tidak bersalah. Ya Allah maafkan aku.


Kinar menenangkanku. Setelah banyak berbincang dengan Abah, aku meminta izin pada Abah untuk menemui Bu Nyai. Sedangkan Kinar izin ke toilet terlebih dahulu, sebelum itu aku memberi tahu Kinar bahwa aku akan ke rumah Bu Nyai terlebih dahulu di belakang pesantren.


Aku berjalan sendiri ke rumah Bu Nyai, di persimpangan aku bertemu dengan Ustad Hadi. Ustad Hadi tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumnya. Oh ya aku belum bercerita jika Ustad Hadi ini baru saja menikah sebulan yang lalu. Di jodohkan oleh orangtuanya dengan seorang santri juga tapi bukan dari pondok pesantren Abah.


"Apakabar Nay," tanyanya.


"Alhamdulillah baik Ustad"


Ustad Hadi memandangku, " Sepertinya kamu habis menangis Nay?"


"Aku tau semua permasalahan mu Nay, aku turut prihatin?"


Aku berbalik menatap Ustad Hadi.


"Maafkan aku Nay, waktu itu aku tidak sengaja mendengar obrolan mu dengan Abah"


Aku menunduk kembali, "Terima kasih atas simpatinya"


"Nay kamu berhak BAHAGIA,"ucapnya dengan penuh penekanan.


"Alhamdulillah, aku bahagia Ustad"


"Jangan berbohong Nay"


Aku diam," Permisi Tadz." aku melangkah pergi meninggalkan Ustad Hadi, bukannya tidak sopan, tapi aku tidak mau memancing obrolan yang tidak-tidak.


Baru beberapa melangkah ustad Hadi mengejarku.


" Nay, jika kamu berkenan, aku mau menjadikanmu Istri keduaku, aku akan membahagiakanmu Nay, tidak seperti orang kota itu,"ucapnya dengan percaya diri.

__ADS_1


Aku mengerutkan keningku. Haduh Ustad Hadi ini, masalahku yang sebelumnya saja belum selesai, ini lagi malah menawarkan sebuah masalah baru padaku.


Bukannya apa, masa aku baru saja keluar dari kandang macan terus masuk ke kandang Buaya. Ish yang benar saja. Aku bisa-bisa di gorok istri pertamamu.


Mas Gagah bukan tidak membahagiakanku,Mas Gagah bahkan sangat baik padaku. Tapi hanya keadaan yang sedang tidak berpihak pada kita berdua.


"Maaf, aku tidak bisa?" jawabku, lalu aku langsung bergegas ke rumah Bu Nyai.


Selesai dari toilet Kinar langsung menyusulku ke rumah Bu Nyai. Bu Nyai mendoakan yang terbaik untukku.


"Nay, kaya mimi lan mintuna"


Bu Nyai menyebutkan Filosofi jawa yang berkaitan dengan sebuah pernikahan. Jadi makna dari kata kaya mimi lan mintuna adalah sebagai pasangan hidup yang sudah disahkan secara agama dan hukum, akan menjalani kehidupan rumah tangga untuk selalu dalam kebersamaan. Dalam hal ini kita bisa mengambil nilai arti sebuah kesetiaan.


Berumah tangga akan selalu dihadapkan dalam ujian atau godaan. Namun, kita harus selama berada disamping pasangan kita. Saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Sehingga kebersamaan yang ada pun akan bisa mendewasakan satu sama lain.


Banyak hal lagi pelajaran dari Bu Nyai tentang sebuah rumah tangga. Setelah puas mengobrol aku dan Kinar berpamitan pulang pada Bu Nyai dan Abah.


Rencananya setelah pulang aku dan Kinar ingin pergi ke swalayan untuk membeli beberapa keperluan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Kangen sapa kalian? Apakabar kalian semua? semoga sehat selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin. Terimakasih sudah membaca sampai part ini, Salam sayang dariku 😘😘😘😘)

__ADS_1


__ADS_2