
Hari Minggu identik dengan liburan. Hari Minggu pun sangat dinantikan oleh banyak orang, dari kalangan pelajar hingga pekerja.
Di hari ini banyak orang yang menghabiskan waktu untuk bersantai. Ada yang menghabiskan waktu dengan keluarga dan lain sebagainya.
Siapa yang tidak suka hari Minggu? semua orang menyukai hari ini. Weekend harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk bersantai atau justru menikmati waktu yang berkualitas.
Rencananya hari ini aku ingin berduaan dengan Mas Gagah selama 24 jam, tapi jam 6 pagi Pak Adi Ayah Mas Gagah sudah bertandang ke rumah.
Mau menengok menantunya yang imut-imut ini, Eh ya jelas tidak dong. Aku menyapapun tidak ada jawaban, aku tersenyum juga tidak ada balasan. Inilah yang dinamakan Sakit tapi tak berdarah.
Sebelum pergi dengan Ayahnya, Mas Gagah berpamitan denganku. Mas Gagah bilang Ayahnya sedang membutuhkan bantuan. Aku pun mengizinkannya, tak apalah aku cukup mengerti.
Mas Gagah akhirnya pergi dengan Ayah ke hotel tempat penginapan Ayah Mas Gagah. Sempat bertanya-tanya juga sih, kenapa harus sepagi ini, ada firasat tidak enak juga sih, tapi aku langsung menepisnya. Aku tidak mau prasangkaku menjadi kenyataan.
Oh ya, aku lupa, pagi hari adalah waktu yang akurat untuk melakukan tespek. Kemarin setelah aku dan Mas Gagah jalan-jalan akhirnya kita berdua mampir terlebih dahulu ke aportik untuk membeli tespek.
Aku beranikan diri masuk kedalam kamar mandi, Aku baca petunjuk penggunaan benda ajaib ini. Setelah aku menunggu 1 menit setelah di celupkan. Bola mataku membulat sempurna. Alhamdulillah garis dua pemirsah. Ya Allah senang bukan main, tapi sayangnya Mas Gagah sedang tidak ada disini.
Perasaanku saat ini sulit digambarkan, antara bahagia, surprise, deg-degan, juga sedikit khawatir. Ada yang mulas membayangkan akan mengalami mual-muntah, ngidam, perut kembung, atau mood swing. Tapi jika itu demi berkembangnya hasil adonanku dan Mas Gagah tidak masalah bagiku.
Aku tersenyum menatap benda pipih yang kini ada dalam genggamanku. Aku elus perut rataku. Aku masih tidak menyangka jika hari ini akan menjadi hari terbahagia.
Aku jadi teringat Ibu, Kasih Ibu Sepanjang Masa. setiap calon ibu akan langsung jatuh cinta pada calon bayinya meskipun belum bertemu. Kasih ibu sepanjang masa tak kan terganti hingga mati.
__ADS_1
“Kamu membawa bayi dalam kandungan selama 9 bulan, menggendongnya selama 3 tahun dan menaruhnya di hatimu untuk selama-lamanya.”
Aku meletakan benda pipih itu diatas nakas lalu aku turun kebawah untuk membantu Ibu dan Bi Asih memasak. Aku akan memberitahu kabar baik ini pada Ibu setelah aku memberitahu pada Mas Gagah terlebih dahulu.
Aku menyiapkan sarapan di meja makan. Mas Guntur jalan ke arahku dengan tergopoh-gopoh.
"Nay cepat ganti baju, kita harus pergi sekarang!" Perintahnya. Aku mengernyitkan dahiku.
"Memangnya ada apa Mas?"
"Gawat, ini masalah Gagah, tadi Ayah kesini kan membawa Gagah?"
Aku mengangguk, "Iya, tapi katanya Ayah ingin meminta pertolongan Mas Gagah masalah bisnisnya"
"Sebenarnya ada apa sih Mas?"
" Ayah ingin menikahkan Novia dengan Gagah pagi ini"
Aku begitu terkejut mendengar perkataan Mas Guntur. Ya Allah ya Robbi, suamiku akan di nikahkan dengan mantan pacarnya. Aku langsung saja mengajak Mas Guntur untuk segera mengantarkanku ke tempat Ayah Mas Gagah. Aku menolak untuk berganti baju terlebih dahulu. Ini tuh darurat, harus cepat di atasi.
Mas Guntur langsung membawaku ke hotel tempat Ayah Mas Gagah menginap. Sesampainya disana Mas Guntur langsung membawaku menuju kamar Ayahnya.
Jreng jreng, di depan kamar sudah ada beberapa bodyguard. Asli ini sih sepertinya sudah direncakan matang-matang. Tapi Mas Guntur meminta masuk dengan alasan Mas Guntur adalah anak dari Pak Adi. Dan dengan bodohnya bodyguard itu percaya lalu membiarkan aku dan Mas Guntur masuk.
__ADS_1
Aku terkejut, didalam hotel sudah ada Mas Gagah dan Novia yang siap di ijab kabulkan. Di belakang Mas Gagah ada 3 bodyguard yang menjaganya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
(Maaf ya readers kmrn ga up, kmrn tu lg sedih bgt, tetangga kesygan pindah rumah, sedih pokoknya, q tuh paling ga bs nangis d dpan bnyk org, jd q pendem2 pas d dalm kamar nangis sendiri jd lemes bgt rasanya. Rejeki itu ga cm ttg uang dan materi tp pnya tetangga baik rasa sdra jg MasyaAllah bgt bhgianya, tp mau bgmana lg, ada prtemuan past ada perpisahan, jd ya sudah, yg penting komunikasi tetap trjaga, ungkapkan kangen lewat doa)