Kekasih Halal

Kekasih Halal
BAHAGIA (TAMAT)


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pak Adi sudah menyiapkan pesta mewah untuk anak dan menantunya di sebuah hotel berbintang. Sesuai dengan request ku, Pak Adi meminta pihak WO untuk mempersiapkan resepsi dengan adat jawa yang begitu kental.


Tamu undangan sudah berdatangan, Aku dan Mas Gagah beserta keluarga sudah di dandani dengan secantik mungkin. Kinar dan keluarga nya juga ikut hadir. Seperti janji Mas Gagah semua biaya transportasi dan akomodasi di tanggung Mas Gagah sebagai bentuk terimakasih karena selama ini keluarga Kinar sudah sangat baik dengan istrinya.


Aku menggunakan Gaun pengantin khas Jawa Tengah yang identik dengan warna hitam yang melambangkan kebijaksanaan. Ada yang namanya Kanigaran, yaitu baju pengantin yang dipakai oleh bangsawan Jawa Tengah zaman dulu, dengan karakter hitam beludru yang dihiasi payet emas motif ukiran khusus pada pinggirannya.


Ada juga yang namanya Jawi Jangkep yang khusus dipakai pria, berbentuk jas terbuka berwarna hitam berukir. Sedangkan untuk wanita disandingkan dengan kebaya khas yang wajib menggunakan bahan brokat bermotif. Sedangkan untuk bawahan baik pria dan wanita memakai kain jarik atau batik khas Jawa Tengah.


Aku dan Mas Gagah di giring menuju tempat resepsi dengan alunan musik gamelan. Ya Allah aku benar-benar terharu dengan apa yang ada di depan mataku saat ini. Ayah mertuaku benar-benar menyiapkan pesta mewah untuk pernikahanku dan Mas Gagah. Aku tidak menyangka akan sampai seperti ini.


Hari ini dan kemarin aku dan Mas Gagah melaksanakan banyak posesi adat jawa yang walaupun terkesan agak ribet tapi makna nya sangat dalam. Dan Mas Gagah ternyata juga sangat senang karena ini pengalaman pertama yang ia lihat.


Biasanya teman-temannya yang menikah jarang menggunakan upacara adat yang begitu kental seperti ini.


Beberapa posesi yang sudah aku dan Mas Gagah jalankan di antarnya.


Siraman : Membersihkan diri menjelang "acara" besar.


Injak Telur : Dimaknai harapan dan lambang kesetiaan.


Sikepan Sindur: Tali kasih yang erat dan tak terpisahkan


Pangkuan: Berbagi kasih yang adil.


Kacar Kucur: Lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.


Dulang-dulangan: Saling menolong dan rukun.


Sungkeman: Bakti pada orangtua atau sesepuh


Janur kuning: Harapan mendapatkan cahaya yang baik.


Kembar mayang: Makna akan setiap harapan baik untuk rumah tangga nanti.


Tarub: Kemakmuran dan harapan.


Setelah selesai melaksanakan posesi adat, kedua pengantin dan orangtua duduk di tempat pelaminan, langsung diadakan hiburan dua atau tiga tarian yang berdurasi 10 menit, misalkan tarian Gambyong dan tarian Karon Sih.ย 


Setelah tarian selesai, baru diadakan sambutan dari Pak Adi, Ayah Mas Gagah untuk menyampaikan ucapan terimakasih dan mohon doa restu atas pernikahan kedua pengantin serta keluarga.


Selanjutnya, para tamu dipersilahkan untuk bersantap bersama-sama dengan kedua pengantin beserta keluarganya.ย 

__ADS_1


Saat bersantap makanan, maka kedua pengantin berserta kedua orangtua belah pihak berdiri dan berjalan menuju tamu undangan.ย 


Aku berjalan ke arah Kinar, sedangkan Mas Gagah berkumpul dengan teman-temannya.


Aku memeluk Kinar, " Semoga cepat nular ke kamu ya sayang"


Nular?seperti penyakit saja๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.


Kinar tersenyum, "Aamiin, hari ini cantik sekali sahabatku ini, kamu tahu gak Nay, banyak sekali wanita yang hatinya kepotek-potek hari ini" Ledeknya.


"Masa sih"


"Iya, tadi ada beberapa wanita yang marah dan kecewa karena suamimu sudah menikah denganmu Nay"


"Iya, pasti wanita yang suka chat Mas Gagah, sejak aku pulang ke kampung kemarin Kin, ponsel Mas Gagah bagaikan asrama wanita, penuh dengan chat wanita, makanya aku saat ini mau di publish, apalagi Ayah Mas Gagah sudah merestui"ucapku sambil tersenyum.


"Selamat ya sayang, semoga bahagia selalu"


"Ehmm"


Aku dan Kinar menengok ke arah sumber suara, ternyata Mas Guntur.


"Mas Guntur lagi berburu yah?" Ledek Kinar.


Mas Guntur memang paling pandai bergombal ria.


"Kenapa kesini, disana tuh sexsoy-sexsoy mas"ucapku.


" Ah, yang sexsoy sudah biasa, maunya yang luar biasa seperti yang ada disebelahmu Kakak Ipar"ucapnya sambil tersenyum.


"Beuh, pinter aja ngelesnya"


"Yuk, ah makan Kin" Mas Guntur menggandeng tangan Kinar untuk mengambil makan.


Aku menatap mereka pergi. Aku berdoa untuk Kinar semoga Kinar juga menemukan laki-laki terbaik. Seandainya Mas Guntur sekalipun, semoga saja Mas Guntur mampu membahagiakan nya.


"Sayang"


Mas Gagah mengelus punggung ku.


"Eh iya Mas"

__ADS_1


"Ngelamunin apa?"


" Itu" Aku menunjuk ke arah Kinar dan Guntur.


"Apa mereka nantinya akan benar-benar serius Mas?"


" Ya lihat saja nanti, semoga Guntur benar-benar berubah, biarkan saja mereka saat ini berteman dan mengenal satu sama lain"


" Aamin semoga saja"


***


Alhamdulillah akhirnya acaranya berjalan dengan lancar. Saat ini sudah jam 12 malam, aku dan Mas Gagah sholat Isya terlebih dahulu sebelum tidur.


Kami semua sekeluarga menginap di hotel tempat resepsi.


Selesai sholat kita berdua rebahan di kasur. Aku tiduran sambil memeluk Mas Gagah.


" Terimakasih ya Mas, untuk semua ini"


Mas Gagah membelai rambutku, " Seharusnya Mas yang terimakasih sama Adek, Adek sudah menerima Mas lagi, sudah memaafkan Ayah"


"Iya Mas, Alhamdulillah, Allah selalu membantu kita"


Aku semakin memeluk Mas Gagah dengan erat, begitu juga dengan Mas Gagah. Mas Gagah yang sepertinya memang kelelahan matanya mulai terpejam. Sementara aku, fikiranku tiba-tiba melayang, mengingat kembali perjalanan cintaku dengan Mas Gagah.


Dalam hidup ini, seringkali Allah memberikan pelajaran kepada kita berupa ujian/cobaan. Dan memang itu adalah hak prerogative Allah yang kalau kita kaji semuanya itu sebenarnya adalah merupakan percikan dari kasih sayang Allah.


Cobaan dan ujian berupa sakit, berkurangnya harta atau kehilangan sesuatu, penderitaan dan kemalangan atau apapun yang kita terima dalam kehidupan ini, tetap berasal dari samudera kasih sayang Allah swt, bukan karena kemurkaan-Nya.


Jalan menuju harapan akan dilalui dengan penuh kesabaran, begitulah tabiat orang beriman. Mereka meyakini bahwa jalan yang dilalui bagian dari skenario Ilahi. Sampainya pada harapan tak sedikit kan bertemu dengan ujian yang akan semakin menangguhkan. Sebelum Allah memberikan kemenangan, sebelum Allah memberikan kemuliaan, yang tidak diberikan kecuali kepada orang-orang mulia yang Allah pilih, karena telah teruji, dan jujur dalam jihadnya.


Mungkin kita tidak menyadarinya kalau sesungguhnya kita sedang meniti jalan menuju kemuliaan. Allah telah menyediakan bilik surga yang khusus disediakan untuk para hambaNya yang lolos ujian. Mungkin kita pernah mengalami masa-masa sulit ketika kita sedang bersenandung ikhtiar dalam kebaikan? Sebaliknya menjadi aneh, ketika kita dengan ringan kaki begitu mudahnya bila bersentuhan dengan keburukan.


Sebagai muslim, tentu kita meyakini kebenaran akan janji Allah Ta'ala dalam Alquran yang menyatakan, "Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan". Dia nyatakan itu sampai diulang dalam QS 94:5-6. Pengulangan bukan lantaran Allah tidak bisa dipegang janjinya, tetapi justru dengan cara Allah ingin membesarkan hati manusia ketika bersahabat dengan kesusahan dan kesulitan.


Banyak dari kita yang apabila di beri ujian malah bergumam, kenapa harus aku ya Allah, kenapa bukan Dia, dia atau dia. Seharusnya kita bersyukur justru saat kita di beri ujian berarti Allah percaya bahwa kita orang yang mampu melewati ujiannya.


Hal yang harus kita yakini yaitu yakin saja bahwa Allah akan memberikan kemudahan di dalam kesulitan yang kita lalui karena Allah tidak akan ingkar dengan janjinya.


Ujian mampu mendewasakanku. Aku yang masih sibuk melamun akhirnya mulai terkantuk juga. Aku akhirnya tertidur dalam pelukan Mas Gagah, pelukan ternyaman dan terhangat.

__ADS_1


"I love you Mas Gagah, tidur nyenyak Kekasih Halal ku"


__ADS_2