
"Guntur," Teriak pak Adi.
Mas Gagah dan Novia ikut menengok ke arahku dan Mas Gagah.
" Adek..." Tapi ke 3 bodyguard itu langsung mencekal Mas Gagah.
Ya Allah ternyata suamiku sedang dipaksa menikah.
"Ayah, jangan seperti ini, kasihan Gagah dan Inayah, mereka saling mencintai"ucap Mas Guntur.
"Tau apa kamu tentang cinta Guntur,"kata Ayah Mas Gagah.
"Ayah, Ayah hanya punya aku dan Gagah, jika Gagah sampai tidak bahagia nanti Ibu akan menangis melihatnya"
"Cukup Guntur"
"Ayo cepat penghulu nikahkan mereka berdua,"ucap Pak Adi.
Aku panik, suamiku akan menikah lagi didepanku, rasanya tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ujian apa ini, kenapa harus semenyakitkan ini.
Novia melirikku dengan tatapan sinisnya. Aku ingin maju menghampiri Mas Gagah tapi bodyguard Pak Adi mencekalku.
Aku beranikan diri berbicara pada Novia, " Novia Cinta adalah sesuatu yang sakral dan semua orang pasti membutuhkannya, segala sesuatu yang dilakukan secara terpaksa tidak akan menimbulkan kebahagiaan. alangkah baiknya kamu jangan terus-terusan diperbudak oleh cinta sehingga menjadi buta."
"Diam kamu," Sentak Novia.
"Mas Gagah mencintaiku, aku yang lebih dulu dilamarnya dan kamu mengambilnya dariku,"sambungnya lagi.
"Aku sudah tidak mencintaimu, aku kecewa saat kamu menolakku via, aku tidak mau melakukan pernikahan ini,"ucap Mas Gagah dihadapan Novia.
"Islam melarang menikahkan dengan paksa. Akad nikah tanpa kerelaan tidaklah sah. Ia berhak menuntut dibatalkannya perkawinan,"ucapku memberi pengertian lagi pada Novia.
__ADS_1
"Baik, jika memang kamu tidak mau menikah denganku, jika aku tidak bisa menjadi milikku maka wanita manapun tidak akan bisa mendapatkanmu Mas." Novia tersenyum sinis.
Novia mengambil sesuatu yang ada didalam tas nya. Semua orang yang ada didalam ruangan begitu terkejut ketika Novia mengeluarkan sebuah pistol.
Mas Gagah langsung berdiri, begitu juga dengan orang-orang yang ada didalam ruangan, semuanya terlihat panik.
" Jangan bergerak, atau aku akan menembak kalian semua,"ucapnya lantang.
"Novia apa yang kamu lakukan?"tanya Pak Adi yang terlihat mulai gusar.
"Aku tidak suka cara kerja Om, lelet sekali, aku sudah menunggu sangat lama, tapi sekarang aku malah mendengar Gagah tidak mau menikahiku, aku merasa tidak mempunyai harga diri lagi Om,"katanya dengan penuh emosi.
"Mas, jika kita tidak bisa menikah di dunia, ayo kita lebih baik mati bersama saja." Novia mengerlingkan matanya lalu tertawa terbahak-bahak.
"Jangan gila kamu Via"
"Aku gila karnamu Mas",
"Novia, pasti kamu akan mendapat laki-laki yang lebih baik dari Mas Gagah, kamu cantik, kamu berpendidikan," ucapku. Saat Novia sedang melihat ke arahku Mas Gagah mulai bergeser mendekat kearahku.
"Diam kamu, aku benci kamu Inayah, gadis kampung yang tidak tahu diri ingin menjadi permaisuri."
"Diam di tempat kamu Mas, kamu ingin kita mati bertiga, itu tidak akan terjadi, yang akan mati hanya aku dan kamu Mas dan kita bisa ke akhirat bersama-sama." Novia kembali tertawa.
"Gendeng kamu, bagaimana bisa ke akhirat bersama, kamu berarti pembunuh, belum sampai akhirat kamu sudah di gebugin dulu sama malaikat,"celetuk Mas Guntur.
Aku langsung menyikut Mas Guntur. Ya Allah Mas Guntur ini, lagi genting seperti ini, tidak disaring apa tuh kata-kata.
"Aku rela jika harus ke neraka bersama." Novia tertawa lagi.
Aku jadi curiga, Novia ini sebenarnya waras tidak sih. Tapi tidak mungkin kan Mas Gagah memiliki pacar yang tidak waras sebelumnya.
__ADS_1
Novia mengacungkan lagi pistolnya kearah Mas Gagah. Mas Gagah reflek mengangkat tangannya kembali.
"Hey ******, badan doang besar, kalian di bayar Ayahku mahal-mahal kenapa tidak ada yang berani satu pun menghadapi satu perempuan yang ada didepan kalian ini,"Teriak Mas Guntur pada bodyguard Pak Adi.
"Diam kamu Guntur, jika ada yang berani mendekat, aku tidak segan-segan akan menembak Mas Gagah didepan kalian semua,"ucapnya dengan penuh ancaman.
"Mundur kalian semua,"teriak Novia.
"Mundur,"teriaknya lagi.
Semua orang yang ada didekat Novia perlahan mundur. Guntur meremas rambutnya frustasi.
"Novia, jika kamu ingin menikah, ayo kita berdua saja yang menikah, aku akan belajar mencintaimu,"ucap Mas Guntur.
Aku terkejut, aku tahu Mas Guntur rela melakukan semua ini demi nyawa kakaknya.
"Guntur,"ucap Mas Gagah.
"Hahaha, aku tidak mencintaimu Guntur"
"Ayo kita belajar saling mencintai"
"Jangan mengecohkanku Guntur,diam kamu"
"Mas Aku mencintaimu, setelah kamu mati, aku juga akan mati"ucap Novia dengan wajah sinisnya.
"Mas, maafkan aku, aku mencintaimu."Novia semakin mantap mengatakannya.
Aku melihat pergerakan Novia, Novia benar-benar serius akan menekan pelatuk pistolnya. Aku tidak tinggal diam, aku langsung berlari cepat memeluk Mas Gagah. Dan benar saja terdengar suara pelatuk pistol yang terlepas.
"Dor..."
__ADS_1
"Maaaas Gagah,"ucapku lemas. Peluru yang menembus punggungkku rasanya sakit sekali.