
Jam makan siang.
" Tuan sudah jam makan siang saya izin keluar duluan permisi tuan " ucapku padanya.
" Heii tunggu dulu siapa yang membolehkanmu keluar duluan kau lupa kau akan menjelaskan sesuatu padaku " ujar alan.
" Saya ingat tuan tapi saya akan jelaskan nanti saja setelah jam pulang kantor sekarang saya ingin ke kantin dulu " ucapku.
" Kenapa kau terkesan menunda-nundanya sebenarnya apa yang ingin kau jelaskan ahhh apa " tegas alan dan terus mendekati lea.
" Tidak tuan tapi nanti akan saya jelaskan permisi tuan " ucapku ketakutan.
" Heiii tunggu kau main pergi begitu saja dasar cewe keras kepala hobi sekali kau pergi meninggalkanku " geram alan.
Uhhhh untung saja aku bisa selamat tadi tapi nantinya aku akan tetap masuk ke ruangan itu lagi dan bertemu dia lagi.
Kemaren dia sangat baik mau menolongku bahkan menyelamatkan hidupku sekarang sikap egois dan sombongnya muncul lagi.
Lebih baik ke kantin saja tapi ajak disti dulu deh biar ada temannya.
" Hai dis loh kok belum istirahat sih Inikan udah jam istirahat jam makan siang kita ke kantin yuk " ajakku pada disti.
" Maaf kamu siapa ya kenapa bisa tahu nama saya dan malah ngajak makan ke kantin ? " ujar disti dan sedikit heran.
Ya ampun masa Iya disti sampai lupa juga kayak tuan alan tadi gara-gara gue penampilan gini ya batinku.
" Maaf kamu belum jawab pertanyaan saya kenapa malah diam " ujar disti.
" Dis disty ini gue lea leanda asmaja teman kamu waktu kuliah dan orang yang sama-sama terlambat ngelamar kerja disini masa iya sampe lupa gitu sih dis " ucapku.
" Ahhhh lea serius ini kamu lea ya ampun lea kok jadi cantik gini sih sejak kapan nih mau dandan lebih faminim dan pake make up gini " ujar disti pada lea.
__ADS_1
" Baru hari ini sih dis tapi ada hal yang mau aku ceritain ke kamu lebih tepatnya sih banyak hal tapi gak sekarang termasuk soal perubahan aku ini tapi aku mungkin ceritanya besok ya.
Yang terpenting itu sekarang kita ke kantin aja dulu kita makan soalnya aku lapar banget yaudah yuk akupun menarik tangan disti ".
" Emang bener kamu emang harus ngejelasin sejelas-jelasnya sama aku termasuk sama perubahan kamu atau kamu jangan-jangan kamu berubah gara-gara mau jadi istri CEO tuan alan ya yakan yakan lea ngaku aja deh " goda disti.
" Udah deh dis lagian ini gak ada hubungannya sama tuan alan pokoknya kita ke kantin aja besok deh aku jelasin sama kamu semuanya soalnya sekarang aku gak bisa udah kita ke kantin aja ya " ucapku.
" Oke deh tapi jujur aku masih pangling lo sama teman aku satu ini semoga bisa selalu baik dan cantik " rayu disti.
" Aamiin dan sebaliknya semoga teman aku ini ya alah si disti juga semakin baik dan cantik " ujarku pada disti.
" Aamiin ( tersenyum dan berpelukan ) " disti.
Akhirnya merekapun sampai di kantin dan makan siang bersama sedangkan alan masih duduk di meja kerjanya dan tidak pergi untuk makan siang.
Aku masih bingung dengan perasaanku sendiri apakah aku sudah mulai mencintai lea atau malah masih dendam kepadanya.
Di Kantor Prayuanda
" Pak pak brian tunggu sebentar saya ingin bicara dengan pak bisa ? " ucap azza.
" Sudah za panggil brian saja seperti yang saya katakan kemaren " ujar brian.
" Tapi sekarang kita ada di kantor pak jadi saya akan tetap memanggil pak brian " ucap azza.
" Baiklah terserah kamu saja ada apa tapi saya sudah tau kamu pasti ingin menanyakan tentang keadaan leakan maksud saya rindu " ujar brian.
" Benar Pak apakah lea baik-baik saja ? " ucapku pada pak brian.
" Tentu dia baik-baik saja bahkan semakin baik jangan khawatirkan keadaannya jika ingin bertemu silakan tidak apa-apa datang saja ke rumah bukankah kemaren papa dan mama saya sudah membahas hal ini.
__ADS_1
Kami tidak akan melarang kalian untuk datang menemui rindu karena bagaimanapun kalian sudah menjaga rindu dengan baik " jelas brian.
" Terima kasih pak nanti sore saya dan mama akan berkunjung ke rumah pak brian untuk bertemu lea sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak " ucap azza.
Jam kerja kembali datang semua karyawan kembali ke tempat kerja mereka masing-masing termasuk lea.
" Lea aku duluan ya dahhhh semangat kerjanya " ucap disti pada lea.
" Iya dis semangat juga buat kamu dahhhh " ucapku.
Semoga saja tuan alan tidak memarahiku atau sampai berbuat macam-macam padaku.
Tok tok
" Siapa ? " ujar alan.
" Saya tuan lea " sahutku.
" Iya silahkan masuk " ujar alan.
" Uhhhhh semoga saja tidak ada hal buruk di dalam sana, tuan tidak pergi makan siang ? " ucapku.
" Kau tak perlu basa-basi sekarang ikut dengan saya ( menarik tangan lea ) " ujar alan.
" Tapi tuan ini sudah jam kerja kita tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja tuan, dan tuan mau mengajak saya kemana tuan tuan jawab saya tuan " ucapku padanya namun dia hanya diam saja.
" Ikuti saja aku dan jangan mencoba kabur ingat itu masalah pekerjaan tidak perlu kamu risaukan karena aku ini CEOnya jadi aku yang berkuasa " ujar alan.
Setelah di dalam lift barulah alan bersuara kepada lea.
Kenapa sikapnya berubah jahat, egois dan sombong lagi bukankah kemaren sudah sangat baik padaku tuan alan ada apa dengan dirimu sebenarnya membatin.
__ADS_1