
Setelah sampai divilla aku langsung menuju kamar saja walaupun masih siang, rasanya aku ingin cepat kembali ke rumah mama melati saja tuan alan juga masuk ke villa.
Ahh aku sungguh bosan jika harus begini, lebih baik bekerja dikantor saja daripada harus begini liburan juga tapi tidak menyenangkan.
Beberapa menit dikamar saja aku jadi bosan akupun keluar dari kamar ohh ya aku lupa mengembalikan jas alan, kenapa ya sikapnya harus berubah-ubah aku lebih suka dia bersikap baik dan tidak kasar.
Aku melihat tuan alan sedang ditaman belakang dan dia hanya duduk bersantai, akupun menghampirinya tuan ini jas tuan tadi aku berikan tuan bilang aku saja yang pegang sekarang aku kembalikan.
" Sudah pegang saja atau kau letakkan saja kekamarku " alan. baiklah kalo begitu aku akan menaruhnya dulu tuan, akupun menuju kamarnya dan menaruhnya secepat mungkin aku takut jika dia berani macam-macam lagi danganku.
Setelah itu aku ingin kembali kekamar saja, ohh ya aku telpon kak azza saja daripada aku hanya diam dan membosankan panggilan vidio.
"haii lea ada apa kak sedang bekerja " azza.
Tidak kak lea hanya sedang bosan saja disini, karena hari ini tidak ada pekerjaan kak besok baru ada kerjaan survei gitu.
" Yaudah kamu sabar aja tapi tunggu dulu alan gak ngapa-ngapain kamukan (menurunkan volume suaranya)"azza.
Gak kak lea baik-baik aja tapi gak tau kenapa lea akhir-akhir ini sering pusing kak.
" Seius lea yaudah kamu minum obat ya kalo emang sakit udah kamu gak usah kerja aja, izin aja sama alan atau kakak jemput aja kesana ya " azza.
Gak usah kak jangan dijemput juga lea gakpapa kok besok juga udah mulai kerja, yaudah kak lanjut kerja nanti malah keganggu juga yaudah dahhh dahh.
" Dahhh dahhh hati-hati ya disana jaga diri dan kesehatanya dahh muachhhh " azza.
Ini masih lama lagi sore, malamnya ngapain ya gimana kalo aku buat kue aja kali ya tapi apa ada bahan sama perlatanya.
Daripada diam ajakan aku menuju dapur dan ternyata gak ada bahan yang mau dimasak, ngapain lagi ini.
__ADS_1
" Ngapain didapur mau masak udah gak usah kita makan diluar aja nanti kamu istirahat aja nanti pingsan lagi ngerepotin aja " alan.
Saya udah sehat tuan yaudah saya pergi dari dapur tapi saya mau ke taman aja ya, kalo dikamar bosan.
" Yaudah terserah kamu ohh ya saya mau keluar beli makanan kamu istirahat aja ya gak usah ikut paham istirahat karena besok kita udah kembali bekerja " alan.
Yaudah lea maksudnya saya tunggu tuan tapi jangan pulangnya malam ya, saya takut kalo.......
" Kalo apa takut kayak waktu itu lagian kamu gak jawab saya kamu kenapa " alan.
Iya waktu itu saya takut karena mati lampu pak, soalnya waktu kecil saya juga pernah ngalamin kejadian itu waktu kecil tinggal sendirian dirumah dan pas malam waktu itu ibu gak ada dirumah.
Soalnya waktu itu ibu lagi pergi ngambil upah petik teh kerumah pemilik teh itu, jadi saya sendirian dirumah jadinya takut pas lampu nyala cuman ibu yang bisa nenangin saya tuan.
" Yausudah lain kali kamu harus selalu sedia hp atau penerangan lainya, waktu itu saya juga gak bisa bantu kamu karena waktu itu sedang menuju rumah mang asep penjaga vila ini kalo gitu saya pergi dulu " alan.
Silahkan tuan ohh ya keingat soal pemilik kebun teh aku jadi ingat kak dito, dia dimana ya sekarang udah lama banget pisah dan gak ketemu kak dito.
Akupun taman belakang tak terasa lelah menunggu diayunan taman aku sampai tertidur karena lama sekali tuan alan kembali kesini.
" Lea heii lea kau dimana lagi-lagi dia membuatku marah apakah dia tidak punya telinga atau dia pingsan lagi sungguh menyebalkan.
Heii gadis miskin, gadis bodoh lea asmaja dia masih tak mendengarku, (berjalan menuju taman belakang ) leeeee ternyata malah tidur diayunan saya katakan istirahat di kamar malah di luar memang keras kepala dan sok kuat.
Lebih baik dia aku bangunkan, tapi tidak itu tidak perlu biarkan saja dia istirahat lagian ini masing siang nanti dia akan bangun dengan sendirinya " ucap alan.
Waktupun terus berlalu bahkan sampai sore lea masih belum bangun, alanpun mencoba mendekatinya dan menatap wajah lea.
Saat itu kepala lea bergerak bahkan hampir terbentur pada bagian besi ayunan, untung saja tangan alan datang untuk menjadi pelindungnya.
__ADS_1
Merasakan ada sesuatu yang aneh dan mengganjal membuat lea terbangun, tuan kenapa tuan ada disini langsung mengangkat kepalanya dari tangan alan bukankah tuan tadi pergi keluar mencari makanan untuk nanti malam.
" Ya aku memang sudah pergi dan kembali lagi kesini dan kamu yang telah tertidur cukup lama, sudah sekarang lebih baik kamu bersih-bersih sebentar lagi akan gelap cepat " alan.
Baiklah tuan saya permisi dulu " ehmmmm " alan.
benarkah aku sampai tertidur selama itu mungkin karena masih kelelahan jadi ya aku tertidur akupun sampai dikamar bersih-bersih.
Dan tak terasa hari sudah gelap akupun turun dan menuju meja makan, ohh ya aku sampai lupa seharusnya aku yang mempersiapkan semuanya aduhh mampus ni kena marah dihukum.
Yaudah turun aja saat turun aku melihat semua makanan telah terhidang, ahhh pasti aku akan kena marah dan dihukum lagi lagian aku juga sih malah lama-lama dikamar jadi lupakan akupun turun dengan pelan-pelan.
Dan malah saat itu aku menabrak sesuatu ya tuan alan, akupun menyatukan kedua telapak tanganku maaf tuan saya tidak sengaja dan satu lagi tuan saya mohon maaf karena tidak menyiapkan makanan ini tuan.
Aku memohon sambil menutup mata padanya karena takut dia akan marah padaku, " Kau memcoba minta maaf tapi kenapa kau malah menutup matamu kau takut menatap wajahku " alan.
Tidak tuan aku hanya " hanya apa hanya takut wajahku menyeramkan begitu " alan.
Tidak tuan bukan begitu juga, " sudah cepatlah makan dan kembali istirahat karena besok kita akan melakukan survei lapangan dan kau harus sembuh kuat jangan sampai sakit bahkan pingsan lagi saya tidak mau mengerti " alan.
Baik tuan akhirnya kamipun makan malam bersama, aku rasa ada sesuatu perasaan yang entah apa saat aku makan malam bersama kak alan berdua dan kenapa aku malam ingat saat SMA waktu itu bersama kak alan.
Lea kau berpikir apa jangan sampai kau malah suka kepada orang yang selalu menyiksamu masih banyak pria diluar sana.
" Tidak aku tidak mungkin ada perasaan padanya alan fokus pada tujuan utamamu, kau memang harus bersamanya tapi bukan berarti sampai timbul perasaan itu tidak alan " batin alan.
Selesai makan aku yang merapikannya, biar aku saja tuan yang merapikannya tuan istirahat saja tenang saya sudah sembuh dan baikkan tuan.
" Baiklah tapi jangan sampai merepotkan aku saja kalo begitu saya ke kamar dulu dan kamu setelah selesai kembali ke kamar dan istirahat paham " alan.
__ADS_1
Baik tuan alanpun pergi aku sangat lega sekali, tapi seperti ini aku rasa kami sudah seperti sepasang suami istri saja. tapi tidak aku tidak mau menikah dengannya ada dua perasaan jika dengannya dan sikapnya, terkadang dia baik dan bahkan bisa semena-mena aku lebih baik hidup miskin sederhana seperti disini bandung tempat aku dibesarkan dirumahku.
Setelah selesai akupun langsung menuju kamar dan istirahat karena besok pekerjaan akan dimulai, dan masih ada satu hari lagi disini ahh cukup lama membosankan aku ingin cepat-cepat sampai jakarta dan memeluk mama dan kak azza.