
Setelah lelah tertawa lea dan dito masuk kerumah, karena sudah hampir menjelang senja. saat itu azza juga telah pulang dan selesai bersih-bersih mereka semuapun makan malam bersama.
Tak lupa obrolan dan candaan mengiringi kegiatan makan malam bersama dari awal sampai akhir makan malam. setelah selesai ditopun berpamitan menuju apartemen yang ia sewa untuk beberapa bulan ini.
Ohh iya kak dito jika memang tidak sempat datang atau malam merepotkan kak dito jika harus menjemput dan mengantarku ke kantor, kak dito tidak perlu melakukannya aku bisa berangkat bersama kak azza saja.
" Baiklah kalo begitu lea tapi jika aku lebih awal datang untuk menjemput dan mengantarmu ke kantor tidak apa-apakan " dito.
Aku hanya tersenyum padanya.
" Baiklah tante, Kak azza, dan lea aku pamit dulu permisi " dito.
" Baiklah sekarang kita masuk sudahi drama hari ini, azza sangat mengantuk sekali karena hari ini banyak pekerjaan di kantor mama, lea azza duluan ya ke kamar dahhh good night " azza.
" Ya sudah lea sekarang kita juga ke kamar istirahat malam sayang " melati.
Malam mama akupun menuju kamarku dan langsung berbaring diatas kasurku, dan aku kembali teringat mengenai ucapan mama riska tentang pertunanganan itu.
Jika besok aku harus menanyakan masalah ini kepada tuan alan aku takut jika dia menyakitiku lagi, sedangkan sekarang saja pergelanganya tanganku masih sakit bagaimana jika dia berbuat kasar padaku lagi.
Dan bagaimana caranya aku mengatakan pada mama dan kak azza, mengenai rencana pertunangananku dengan alan aku yakin mama tidak akan setuju apalagi aku aku tidak ingin dan tidak setuju.
Lebih baik aku sendiri saja yang mengatasi semua ini, bagaimana besok saja aku menemui mama riska untuk mengatakan yang sebenarnya pada dia.
Tunggu dulu tidak besok aku tidak bisa karena besok aku akan menemui mama arum, entah apa yang akan ia katakan padaku semoga saja itu bukan hal yang buruk atau masalah untukku.
__ADS_1
Sibuk memikirkan tentang kehidupan dan masalahnya hari ini akhirnya leapun dapat tertidur, dan setelah beberapa jam ia bahkan semua orang harus kembali bangun untuk beraktivitas dan menjalankan kehidupannya masing-masing.
Seperti biasa keluarga lea sarapan pagi bersama, dan setelah itu langsung pergi ke tempat kerja masing-masing.
Ting Ting Ting
" Mama yakin itu pasti dito datang buat jemput lea, kalo gitu ( bibi lewat mau bukaain pintu ) udah bi gak usah bibi lanjut beresin makanan ini ya, biar kita yang ke depan " melati.
( Mengangguk ) siap nyonya, Pintu terbuka.
" Pagi tan semuanya berarti dito belum terlambatkan jemput leanya " dito.
Aku hanya tersenyum melihat kak dito datang.
" Belum dito belum terlambat, ya udah lea sekarang berangkat sama dito mama sama kak azza juga mau berangkat ni " melati.
" Ohh ya lea sudah berapa lama bekerja di perusahaan itu " dito. Sekitar satu bulanan kak lagiankan lea baru saja menyelesaikan kuliah, dan beruntung lea bisa di terima di perusahaan besar itu dan juga seorang sahabat lea kak.
" Ohh kenapa lea tidak mengelola butik tante melati saja bukankah butik tante cukup terkenal ? " dito.
Mama melati sempat menawarkan itu kak tetapi lea bilang lea mau usaha sendiri dulu untuk cari kerjanya.
Beberapa menit mereka berbincang dan lea juga telah menunjukkan dimana jalan menuju perusahaan itu.
" Waahh ternyata perusahaan winanta grup ini sangat besar pantas saja putranya sangat sombong dan angkuh sekali " batin dito.
__ADS_1
Baiklah kak lea sudah sampai di perusahaan lea ucapkan terima kasih pada kak dito karena telah menjemput dan mengantar lea.
" Tersenyum baiklah sama-sama aku juga akan menjemputmu lagi nanti setelah jam pulang kerja " dito.
Tidak perlu kak, nanti setelah jam pulang kantor lea ada acara jadi kak dito tidak perlu menjemput atau menunggu lea.
" Ya sudah biar kak saja yang mengantarnya tidak apa-apa lea kak dengan senang hati " tawar dito.
Apa mungkin aku harus mengajak kak dito menemui mama arum, tetapi mama arum bilang jika aku akan dijemput kak brian kesini batinku.
Tidak usah kak lea akan pergi bersama teman lea saja, sekali terima kasih telah mengantar lea kak dahhh. aku hanya melempar senyum padanya, aku juga tidak mungkin menolak kak brian yang yang menjumputku.
Tetapi ada apa ya sebenarnya kenapa mama arun ingin bertemu denganku, ahh sudahlah lebih baik aku menuju ruang kerjaku dan semoga saja tuan alan tidak akan marah atau menyakitiku lagi ya sudah lea lebih baik kamu diam.
Jika ia tidak bertanya ataupun dia mengajakku bicara maka aku harus diam saja, dan tidak boleh melawan perkataan dan perintahnya.
Masuk Lift, akhirnya sampai juga sepertinya tuan alan belum datang aku sedikit tenang walaupun hanya beberapa menit saja belum selesai bicara.
Ceklek pintu ruangan terbuka, ahh dia sudah sampai tenang lea tenang jangan perlihatkan ketakutan, dan bersikaplah dengan tenang nan baik.
Pagi tuan tersenyum, " Ehhmmmm bagus kau sudah kembali masuk kerja, ada satu hal yang ingin saya bicarakan padamu saat jam makan siang nanti ini penting " alan.
Baiklah tuan saya akan mengikuti apa yang tuan katakan dan perintahkan, " ehhmmm ada apa dirinya apakah benturan dikepalanya kemaren membuat dia sampai berubah sikap " batin alan.
Aku akan mengerjakan tugasku dan dengan sikap lebih baik diam bahkan hampir 5 jam aku tidak berbicara sama sekali, karena aku takut aku kembali membuat kesalahan pada tuan alan.
__ADS_1
" Hampir 5 jam dia tidak berbicara mungkin benar benturan yang keras itu membuat sikapnya berubah, atau dia memilih diam karena takut jika melawan dan tidak mendengarkan perintahku " batin alan.