Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
73. Mama Melati Sakit


__ADS_3

Setelah selesai makan keluarga yang tengah berbahagia ini melanjutkan dengan obrolan ringan dan ditambah tawa mereka bersama.


" Bahagia sekali dia bisa diajak oleh keluarga om prayuanda direstoran ini, aku menjadi heran apakah yang ia miliki sampai bisa memikat banyak orang dan itu bukan orang sembarangan " batin alan yang memperhatikan lea dari jauh.


" Terima kasih lea sudah mau datang dan ikut makan bersama kami disini " ucap arum diikuti oleh prayuanda dan brian yang juga berterima kasih pada lea.


Tidak mama, kak brian, dan om tidak perlu berterima kasih karena seharusnya lea yang mengucapkan terima kasih pada kalian semua.


" Lea mama boleh bertanya tentang asal-asul maksudnya latar belakang lea boleh ? " ucap arum.


Ehmmm boleh ma tapi lea mulai dari mana ya, gini aja lea itu sebenarnya bukan anak kandung mama melati. lea cuma anak angkat mama melati, karena ibu lea meninggal dan kebetulan mama melati itu sahabatnya almarhumah ibu lea ma.


" Ohh gitu jadi sebenarnya lea asli orang jakarta atau dari daerah lain ? " arum.


" Mama udah kenapa jadi kayak polisi lagi introgasi maling aja, lea jadi takut tu liat ekspresi mama gitu " ucap brian.


Gakpapa kak , ibu lea orang bandung ma kalo ayah bela gak tau orang mana bahkan namanya saja lea tidak tau. karena ibu waktu itu hanya mengatakan jika ayah sudah meninggal saat lea kecil ma.


" Bandung kalo mama boleh bertanya siapa nama ibu lea ? " arum.


Nama ibu lea adalah as...... kring kring ( bunyi handphone lea karena ada panggilan masuk ).


Ma, om, dan kak brian lea izin mengangkat telpon dulu sebentar saja " silahkan " jawab mereka.


Kak Azza, halo kak ada apa ohh maaf kak lea lupa untuk mengabari kak jika lea pergi sebentar sebelum kembali pulang.


" Tidak lea kak tidak menanyakan itu, mama mama lea hiksss hikksss ma mama " tangis azza.


Kak jawab lea mama kanapa kak jawab lea mama kenapa, kak jangan buat lea kawatir sekarang kak dimana kak. mama kenapa kak kak jawab kea jangan menangis kakak.


" Mama Jatuh sakit lea bahkan sampai tidak sadarkan diri kakak sangat kawatir dengan mama lea, cepatlah datang kesini lea temani kakak " azza.


Iya lea segera kesana tapi mama dibawa kerumah sakit mana kak, " akan kakak kirim alamatnya cepatlah lea cepatlah datang " azza.

__ADS_1


Akupun bergegas menuju meja makan tadi, ma, om dan kak brian lea izin pamit dulu ya ( memperlihatkan wajah cemasnya ).


" Lea kamu kenapa apa ada masalah lea ? " tanya arum.


Mama melati sakit ma dan sampai sekarang dia juga belum sadar lea harus pergi dulu, terima kasih untuk sore ini ma, om dan kak brian.


" Mau kemana dia dan kenapa dia terlihat sangat cemas sekali " batin alan yang masih terus mengawasi lea.


" Brian tolong antarkan lea ke rumah sakit terlebih dahulu dan nanti mama papa akan menyusul kalian cepat " arum.


Tidak ma tidak perlu lea bisa pesan ojek saja, lea tidak ingin merepotkan kalian dan juga kak brian.


" Sudahlah sekarang bukan waktu yang tepat kau menolak niat baik kami, ( meraih tangan lea dan pergi menuju mobil ) lain kali janganlah kau keras kepala ini menyangkut mamamu " ucap brian.


" Kenapa kak brian harus memegang tangan lea, kan kalian bisa berjalan sendiri-sendiri saja " gerutu alan.


Semoga keadaan mama baik-baik saja, aku sangat kawatir kak tolonglah cepat aku ingin melihat mama.


Ting pesan masuk di handphone lea " ini alamatnya lea kakak harap kau cepat sampai kesini " azza.


Kak ini alamat rumah sakitnya kak taukan tempat ini,


" Tenanglah aku akan mengantarmu kesana tapi berhentilah untuk mencemasi mamamu itu, dia tidak baik-baik saja jadi tenanglah " brian.


Aku hanya bisa diam dan beberapa menit kemudian aku sampai disebuah rumah sakit, saat mobil telah terparkir aku langsung turun bahkan meninggalkan kak brian.


Tutttt tuuttt kak kakak dimana aku harus mencari ruangan mama dimana kak angkat telpon lea.


" Mbak saya boleh bertanya dimana ruangan atas pasien melati mbak " brian.


" Baik mas akan saya cek dulu, pasien atas nama melati ada diruangan 01 ( Bukankah dia Brian Prayuanda mimpi apa aku semalam bisa didatangi dan melihatnya sedekat ini ) " mbak resepsionisnya salting ini.


Kak aku berlari mencari kesudut ruangan dan seluruh tempat aku tidak tau dimana mama dan kak azza.

__ADS_1


( Brian menarik tangan lea ) " Apakah sebelumnya kau tak pernah datang kerumah sakit jika kau ingin mencari ruangan mamamu maka tanyakan pada resepsionis didepan.


bukan malah berteriak, menelpon kakakmu, bahkan berlarian kesana-kemari ayo ikut denganku " brian.


Baiklah maaf lea terlalu panik dengan kondisi mama, dan sebenarnya ini memang pengalaman pertama lea ke rumah sakit kak.


" ( Tersenyum ) sudah aku duga " batin brian.


Dari jarak yang jauh aku melihat seorang perempuan mondar-mandir dengan raut kawatir, kak azza aku berlari dan melepaskan genggaman kak brian.


( Berpelukan ) kak bagaimana keadaan mama kak, mama baik-baik sajakan kak.


" Dokter sedang memeriksa keadaan mama, pak brian kenapa pak bisa sampai kesini juga apakah ada pekerjaan yang belum selesai pak ? " ucap azza heran.


" Tidak pekerjaan kantor sudah selesai, aku kesini mengantarkan lea kebetulan tadi mama mengajak lea untuk makan bersama kami jadi sekalian saya mengantarkan lea ke rumah sakit ini " jelas brian.


" Terima kasih pak sudah mengantarkan lea kesini ( membungkukkan badan dan berusaha tersenyum ) " azza.


" Sudah jangan berlebihan aku hanya sekedar mengantarnya " brian.


Ceklek pintu kamar rawat melati terbuka dan keluarlah seorang dokter.


" Dok bagaimana keadaan mama saya dok " azza,


benar dok bagaimana keadaan mama apakah dia baik-baik saja dokter ucapku.


" Alhamdulilah mama kalian tidak apa-apa hanya kelelahan dan sepertinya, mama kalian juga sedang memikirkan hal yang terlalu berat.


Saran saya jagalah kesehatan mama kalian, serta jangan berikan beban pikiran terlalu berat untuknya jika dia selalu dalam keadaan seperti ini maka bisa menyebabkan penyakit lain yang akan mengancam kesehatannya " jelas dokter.


" Baiklah dokter kami akan mengingat saran dokter, dan menjaga mama kami dengan baik, apakah boleh kami masuk melihat keadaan mama ? " azza.


" Silahkan " ucap dokter.

__ADS_1


__ADS_2