Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
32. Kemarahan Mama Melati


__ADS_3

" Lea kita harus pulang secepatnya sebelum Mama marah kepada kita " ucap azza.


Azza pun menambah kecepatan mobilnya dan akhirnya sampai di rumah mewah keluarga winanta, kemudian masuk ke dalam pekarangan rumah winanta, Azza turun dari mobil dan membunyikan bel dan mengucapkan salam.


" Biar bibi saja yang membuka pintunya nyonya" saut seorang pembantu dirumah itu.


" Assalamualaikum bi saya ingin bertemu dengan nyonya Riska, tepatnya saya ingin bertanya apakah Lea datang ke sini" ucap azza.


" Maksud nona itu non Lea dia ada di sini sekarang mereka ada di ruang tamu silakan masuk Nona" ucap bibi.


Kakak kenapa Kakak bisa kesini dari mana kakak tahu kalau lea di sini.


" Kakak oh itu tadi Adisty memberitahu Kakak Jika kamu pingsan dan dibawa oleh Alan mungkin saja kamu dibawa ke rumahnya, karena jika kakak tidak tahu jika kamu dibawa ke rumah sakit. rumah sakit mana yang harus kakak datangi maka dari itu kakak langsung mencari kamu ke sini, tante Selamat sore ". ucap azza


"Sakan duduk dulu atau Azza mau minum dulu?" tawar mama Riska.


"Tidak perlu tan lagian ini sudah sore Kami takut Mama nanti akan marah jika pulang terlalu sore" jawab azza.


"Baiklah Lea juga sudah selesai makan dia tadi pingsan karena kecapean, dan belum maksudnya lupa untuk makan siang tadi dikantor" jelas Tante Riska.

__ADS_1


Kalau begitu Lea dan Kak Aza pamit ya mah,


" Ya sayang hati-hati ya di jalan Aza jaga lea nanti dia kenapa-kenapa lagi, ohh ya Lea mau pamit sama Alan dulu kalo gitu Mama panggil Alan ke kamar dulu " ucap mama.


Kayaknya gak usah ma Lea langsung balik aja, lea pamit sekarang aja bersalaman dengan mama dan mengucapkan salam dan pergi dari rumah itu.


Di mobil keadaan sudah sangat cemeas karena takut jika Mama akan marah saat kami sampai di rumah, ketakutan yang begitu terasa sungguh membuat diri ini sangat tidak enak dagdigdug.


Dan ya perasaan takut beberapa menit kemudian kami sampai di rumah dan ternyata mobil Mama telah terpakir berarti mama sudah ada di dalam.


Kami sangat takut melangkah untuk masuk aku pun menggandeng tangan kak Azza dan berjalan dibelakangnya dengan takut Assalamualaikum ucapku dan kakak.


" waalaikumsalam wah ternyata anak-anak Mama sudah pulang ya bahkan yang biasanya pulang lebih dulu sekarang malah pulang terakhir Lea.


Mama pun kembali mencengkram tanganku yang masih sedikit nyeri dan mendorongku hingga terjatuh ke lantai.


"Ingat ya kamu sudah melanggar Apa yang mama katakan jangan pikir jika mama tidak tahu kamu masih berhubungan dengan alan, dan malah pergi ke rumahnya Lea sangat pemberani.


Dan untuk azza sekarang Jangan pernah bantu ataupun menolong Lea, Azza sekarang ikut mama kamu tidak boleh tinggal di sini dan kalian berdua harus di pisahkan" ucap mama.

__ADS_1


Akupunpun memohon kepada Mama agar aku tidak dipisahkan dengan kak azza, aku hanya bisa mendapatkan ketenangan dari kak azza karena sikap Mama yang sangat berubah.


" Ingat ya sekali lagi Mama katakan kamu boleh bekerja di kantor itu tapi jangan sampai membuat kesalahan, Jika kamu ulangi kesalahan lagi maka mama akan benar-benar memberikan penderitaan dan kau yang menerima penderitaan itu ingat kata-kata Mama" ancam mama


" Ma mama azza tidak mau pergi dan dipisahkan dengan lea azza masih mau di sini aku mau tinggal bersama lea aku mohon mah azza mohon hiks hiksss hikss" tangis azza memohon.


"Tidak kalian harus dipisahkan sejauh jauhnya dan ingat jangan sekali-kali mencoba untuk bertemu, atau Mama akan benar-benar memisahkan kalian sejauh-jauhnya sampai tidak bisa lagi bertemu selamanya" ancam mama.


"Sekali lagi Lea tolong dengarkan ucapan Mama cepat katakan kepada Alan itu jika kau tidak ingin berhubungan dengannya. serta keluarganya dan jangan pernah mengatakan apalagi kau mengatakan bahwa kau akan menikah dengannya.


Mama sangat membenci keluarga Alan apalagi perayuanda ingat perintah mama, Mama baru akan percaya Jika Alan sendiri yang mendengar perkataan itu dari mulut Alan sendiri" ucap mama.


Akupun mencoba mengejar mama yang membawa kak azza pergi, ma lea Mohon jangan pisahkan Lea dan kak azza Lea mohon hiks hiksss hikss akupun terus mengejar mama yang membawa kak azza pergi.


Bahkan Sampai aku terjatuh dijalanan, mama jangan pisahkan Lea dan kak azza apa sebenarnya masalah mama dengan Alan dan keluarganya dan mama juga mengatakan keluarga prayuanda Lea tidak mengerti mama.


Aku terus menangis dijalan yang sunyi karena memang sudah senja, bibi ataupun pak satpam rumahku akan pulang karena pekerjaan mereka telah selesai.


Mama Lea mohon jangan pisahkan Lea dan kak azza, tanpa Lea sadari ada sepasang mata yang mengamati Lea yang sedang menangis dijalan bahkan lututnya yang putih bersih mengeluarkan darah.

__ADS_1


Mama jangan bawa kak azza dari Lea mamaaa


hiksss hikksss hiksss.


__ADS_2