Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
43. Kembali Bekerja


__ADS_3

Saat Acara puncak dilakukan oleh tuan Prayuanda beserta keluarga dan tamu undangan, acara peresmian cabang kantor baru Prayuanda dilakukan semua memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.


Setelah acara selesai aku berpamitan dengan mama papa, om Prayuanda, Tante Arum, dan kak brian. setelah itu aku mencoba untuk mengatakan pada Alan tuan jika tuan mengizinkan saya pulang dengan kak azza saja agar tuan tidak perlu repot-repot mengantarkan saya.


" Tidak kau datang denganku maka pulang harus denganku kenapa kau tidak mau aku antar, ingat aku paling tidak suka bantahan dan orang yang menolakku paham" ucap Alan.


Baiklah tuan saat masuk menuju mobil tiba-tiba seseorang memanggilku itu adalah, kak azza


"Lea gak jadi balik sama kakak aja daripada tuan Alan harus ribetkan le" ucap azza.


Udah kak biar aja nanti dia malah marah lagi sama aku,kak duluan aja ya biar Lea sama Alan aja " Yaudah hati-hati ya dek kak kawal dari belakang dahh hati-hati" azza.


Dahh kak juga hati-hati, dan akupun masuk kedalam mobil, saat diperjalanan aku mencoba bertanya kepada Alan.


Tuan apakah saya boleh bertanya. "Tanyakan hal yang tidak membuat saya marah dan semakin benci dengan kamu " ucap Alan.


Tidak aku hanya ingin mengetahui dari tuan saja, tadi saat tante Arum mengajakku kedalam rumahnya bahkan sampai ke kamarnya aku juga heran dengan dia.


" Apa sampai ke kamarnya kenapa dia membawa kamu ke kamarnya segala" heran Alan.


Akupun menunjukan cincin, " maksudmu tante Arum memberimu cincin dalam gerangan apa dia memberimu cincin apakah kau berulang tahun" Alan.


Tidak dia memberikan ini untuk sebagai tanpa pengenalan itu yang ia katakan, dan tante Arum juga menceritakan bahwasanya dia memiliki seorang putri namun kemalangan menimpa dirinya.


Putrinya diculik saat berumur 4 tahunan dan jika ia hitung umurnya hampir sama denganku, dan yang paling aku sedih sepertinya dia kecewa sekali saat tau aku kekasih tuan.

__ADS_1


" Kenapa tante Arum harus sedih bahkan dia memberimu cincin bukan dan aku rasa cincin ini harganya sangat mahal, dan apa yang ia kecewakan dengan kau sebagai kekasih ku kita hanya bersandiwara bukan" ucap Alan.


Tuan berkata jika kita hanya bersandiwara sedangkan tante Arum merasakan hal nyata, apakah tuan benar-benar tidak tau tentang putri Tante Arum.


" Jika masalah putrinya diculik saat ia kecil aku tau dan sekarang apalagi yang ia kecewakan, dan sedih " ucap Alan.


Tante Arum mengatakan jika seandainya putri dia telah ditemukan, dengan keadaan baik-baik saja ia berkata pasti putrinya yang akan menjadi kekasih dan calon istri tuan.


" Ohh masalah itu jika putri tante Arum ditemukan aku pasti memilih dia, daripada kamu tentunya lagian kamu tahu jika kita bersandiwara bukan" Alan.


Tapi tuan sampai kapan kita akan terus begini bersandiwara, karena semua orang bahkan keluarga tuan menganggap bahwa hubungan kita ini serius dan nyata.


" Sudahlah kau tidak perlu memikirkan itu siapa juga yang mau menjadi kekasihmu bahkan calon suamimu, itu urusanku tidak akan ada hal apapun yang terjadi untuk hubungan sandiwara ini sekarang lebih kau diam saja" Alan.


Baiklah akupun diam hingga sampai menuju rumah, setelah sampai akupun turun apakah tuan tidak ingin mampir dulu.


Baiklah tuan saya permisi akupun masuk kedalam rumah sesudah itu, kak azza telah sampai di rumah " hai adik kak yang cantik bagaimana dia tidak membuat mu terluka kan"azza.


Tidak kak buktinya aku masih berdiri didepan kak, baiklah sekarang lebih baik kita masuk pasti mama telah menunggu dan aku sangat lelah hari ini.


" Baiklah mari kita masuk" ucap azza.


Setelah masuk ternyata mama masih ada diruang tamu, mungkin memang menunggu kami " Assalamualaikum ma masih belum tidur ma" ucap azza.


" Tidak mama ingin memastikan putri-putri mama kembali dengan selamat, ohh ya Lea besok mama ingin mengenalkan dengan seseorang jadi besok mama yang akan menjemput kamu" ucap Melati.

__ADS_1


Seseorang siapa ma siapa orang itu, " sudahlah lebih baik kalian tidur untuk masalah ini besok saja kita bicarakan" Melati.


Kamipun pergi ke kamar masing-masing dan aku sepertinya tidak bisa tidur, mengingat pembicaraan mama tadi tapi aku juga harus tidur bukankah besok aku akan bekerja baiklah tidur-tidur.


Akhirnya akupun tidur hingga pagi menjelang dan semua aktivitas biasa dilakukan, bersih-bersih, sarapan bersama, ditengah sarapan obrolan mengenai sosok seseorang yang akan aku temui nanti sangatlah membuat aku penasaran.


" Baiklah pagi ini Lea berangkat dengan azza seperti biasa tapi nanti jam pulang kantor mama yang akan jemput paham, azza juga datang ya sayang kita akan lihat siapa yang akan...." ucap Melati terhenti.


" Maksud mama siapa yang akan apa ma jangan buat kami mati penasaran ya ma" azza.


Mama akan apa Lea dan kak azza akan apa ma,


" Sudahlah nanti kalian akan tau sudah-sudah sekarang berangkat saja nanti terlambat loh" Melati.


" Baiklah ma azza dan Lea pamit Assalamualaikum ma (cipika-cipiki)" azza dan Lea berpamitan.


" Aku harap Lea yang akan disukai oleh dia seperti tujuan utama, karena memang Lea yang harus dipisahkan dari Alan yang kurang ajar itu" batin melati.


Saat dimobil perjalanan menuju kantor aku kembali gelisah karena ucapan Mama, kak kenapa Lea jadi takut dan kawatir ya mendengar ucapan Mama tadi.


Firasat Lea mengatakan jika akan terjadi masalah saja Lea takut kak, " kakak juga Lea entah apa yang akan mama rencana dengan hal tersebut, sudah jangan takut kak selalu disamping mu " azza.


Tak terasa aku sudah sampai dikantor seperti biasa kak azza juga ikut turun, memelukku dan kami cipika-cipiki " udah jangan terlalu dipikirkan Lea nanti jadi pusing atau sakit tenang saja kakak akan selalu ada buat kamu dan bantuin kamu oke " azza.


Makasih ya kak " yaudah kak jalan dulu Assalamualaikum ingat gak usah terlalu dipikirkan dahhh dahhh" ucap azza.

__ADS_1


Akupun melangkah masuk menuju lift dan naik kelantai paling atas untuk masuk keruangan ku, dan aku harap hari ini dia tidak terlalu memberikan tugas yang berat untukku.


__ADS_2