
Uhh untung saja dia tidak mendengar aku barkata jenuh ohh jenuh, ibu tolong lea ibu tolong lea lea tidak bisa hidup seperti ini ibu lea ingin bertemu ibu.
Akupun mondar-mandir agar tidak bosan dan jenuh jika harus duduk saja, bukankah dari pagi aku sudah duduk seharian rasanya aku ingin membuka pintu secepatnya tapi apa daya aku tidak bisa.
Lagi-lagi aku harus duduk kembali dan menunggunya dan entah apa yang sedang dia lakukan dengan laptop itu, aku berharap ada seseorang membantu keluar dari sini aku berjanji akan membalas budinya.
Beberapa menit kemudia tak ada tanda-tanda orang yang akan menyelamatkan aku keluar dari sini baikalah aku hitung satu dua tiiiiiggggaaa akupun memejamkan mataku.
" Sudah selesai ayo pulang hiiee ayo pulang " alan.
Kenapa malah dia tidak aku tidak akan membalas budinya lagian dia yang membuat masalaha denganku.
Akhirnya kamipun menuju lift aku berjalan dibelakang alan, dan kami hanya berdua dalam lift itu rasanya aku tidak mau harus begini selamanya sampai kapan aku akan begini.
Atau lebih baik aku keluar saja dari kantor ini dan meminjam uang pada mama melati, tapi itu juga tidak mungkin karena nominalnya sangat besar sekali.
Akhirnya kami sampai dilantai dasar dan ada beberapa karyawan menatapku dan alan, rasanya aku sedikit risih karena diantara mereka memandang aku buruk.
Karena beberapa mereka pernah mendengar aku memanggil tuan winanta dengan panggil papa, tentu aku memiliki hubungan dengan alan walaupun kak alan tidak memberitahu mereka namun aku rasa akan ada saatnya mereka tau.
Hari ini alan juga tidak memakai sopir tapi tadi pagi bukankah alan diantar oleh sopirnya, maaf tuan bukankah tadi tuan diantar oleh sopir tuan dan kenapa tuan sekarang yang menyetirnya sendiri.
" Sudahlah jangan banyak tanya cepat masuk aku ingin segera kembali kerumah cepat, heii siapa yang menyuruhmu duduk didepan dibelakang saja begitu juga nanti kamu akan duduk dibelakang bersama barang-barang lainya " ucap alan.
Baik tuan aku tidak mengerti terkadang dia menyuruhku didepan sekarang harus dibelakang entahlah, kamipun menuju rumahku setelah beberapa menit akhirnya sampai dirumah.
" Cepat turun saya akan tunggu dimobil dan ingat dalam 15 menit harus sudah selesai dan masuk kedalam mobil ini lagi mengerti " alan.
Tapi tuan saya juga ingin mandi dan bersih-bersih dulu bukankah ini sudah sore, " itu bisa kamu lakukan dirumah saya saja nanti cepatlah waktumu sudah terbuang 1 menit tinggal 14 menit lagi terus berjalan " alan.
__ADS_1
Baiklah akupun langsung turun dan menuju rumah, serta bergegas mengambil beberepa pakain yang diperlukan setelah selesai akupun masuk menuju mobil.
" Duduk didepan sekarang duduk didepan " alan.
Bukankah tadi saya dibolehkan duduk dibelakang saja, kenapa sekarang harus kedepan " jangan membantah.
Baiklah akupun duduk didepan dan hanya diam aku tau kalo dia menyuruhku duduk didepan, supaya mama atau papa tidak melihat sifat anak mereka yang sebenarnya. beberapa menit kemudian akhirnya kamipun sampai,
" Barang-barang mu biarkan saja dimobil ini setelah makan malam kita langsung berangkat ayo masuk "alan.
Tapi tuan tuan "jangan panggil saya tuan saat dirumah ini apalagi didepan mama dan papa panggil saya alan saja sudah ayo masuk kenapa kamu malah berdiri disitu " alan.
Tuan maksud saya kak alan saja jika memanggil alan itu terlalu maksudnya tidak pantas, kak saya ingin mengambil handuk dan pakaian saya dulu bukankah kak alan mengatakan saya mandi dan bersih-bersih disini saja liat kita masih memakai pakaian kerja bukan.
Tiba-tiba saja mama datang menyambut kami, " haii sayang kamu udah pulang cipika-cipiki dengan alan, lea lea jadi datang kesini ya mama senang banget loh lea kesini " mama riska.
Aku dan mama juga cipika-cipiki, iya ma lea kesinikan nanti mau berangkat sama kak alan keluar kota buat urusan kerjaan ma.
Aku langsung terkejut dan sedikit gugup dan kak alan malah diam saja, ohhh sambil tersenyum lea panggil kakak aja ma.
" Yaudah alan duluan ya ma " alan pergi menuju rumah.
" Loh kok lea masih berdiri disitu aja ayo masuk " riska.
Ini ma lea mau ambil pakaian sama handuk dulu, lea boleh numpang mandi disinikan ma soalnya kak alan tadi gak bolehin lea mandi dirumah dulu kayaknya dia mau cepat-cepat balik kesini aja.
" Alan alan emang suka keterlaluan itu anak, yaudah lea gak usah pakai pakaian ini maksud mama lea gak usah ambil pakain itu mama udah nyiapin pakaian lengkap buat lea " riska.
Gak usah ma lea pakai pakaian ini aja, lagian mama gak usah repot-repot buat beliin buat lea ma lea jadi gak enak ni sama mama.
__ADS_1
" Udah lea masuk dulu mama gak pernah direpotin sama lea kok kan lea calon menantu mama tersenyum " riska.
Ya tuhan apa yang harus aku lakukan dengan semua ini nantinya, bukankah ini hanya sandiwara apakah aku tega juga untuk menyiayiakan dan kebaikan dari mama riska dan yang lainnya.
Aku harus kembali membahas tentang sandiwara ini pada kak alan, aku tidak ingin ini semua tambah berlarut-larut cukup aku yang dia sakiti jangan sampai aku dia jadikan untuk menyakiti hati orang tuanya.
Akupun diantar mama kekamar tamu dan dia menyuruh bibi untuk menyiapkan pakaianku, ma udah biar lea sendiri aja yang nyiapinya ya ma gak usah minta bantuan bibi lea bisa bisa kok.
" Beneran gak mau dibantuin sama bibi ?? "riska.
gak usah ma lea bisa sendiri sekali lagi terima kasih ya mama udah baik sama lea. " udah gak usah terima kasih sama mama kalo gitu kamu mandi dan kalo mau istirahat ya istirahat aja dulu pas makan malam nanti baru lea kemeja makan ya " riska.
Makasih ya ma mama riska pun menuju keluar sekarang aku lega sekali rasanya, " kamu memang memiliki sifat dengan arum lea baik hati dan bahkan tak ingin merepotkan orang lain. maka dari itu aku merasakan bahwa kamu memiliki ikatan dengan arum ya kau putrinya yang hilang rindu.
Tapi aku harus punya bukti untuk semua perasaan dan dugaanku ini " riska. singkat cerita akhirnya kamipun makan malam dan pakaian yang diberikan mama riska cukup nyaman dipakai, sedikit cengkrama dimeja makan sebelum makan dan setelah itu lanjut makan dan selesai dalam beberapa menit.
Setelah ini kami langsung berangkat untuk keluar kota sebenarnya aku juga tidak tau, kota mana yang akan dituju karena kak alan tidak pernah mengatakannya.
Kamipun berangkat ya diantar mama dan papa sampai teras depan, cipika-cipiki dan aku langsung bersalaman dengan mereka berdua. " alan liat sayang (menunjuk lea sedang membungkuk untuk bersalaman setelah cipika-cipiki) " riska.
" Ehmmmm iya ma " alan menuju mama dan papanya lagi untuk bersalaman karena dia sudah melangkah menuju mobil.
Kamipun berangkat setelah selesai makan malam, saat diperjalan mobil yang sudah cukup jauh meninggalkan rumah alan aku mencoba bertanya padanya.
Kak maksudku tuan kita akan pergi kekota mana, bukankah tuan tidak pernah mengatakan sebelumnya dan ohh ya saya liat tidak ada berkas-berkas yang tuan suruh saya untuk membawanya atau tuan tidak membawa berkas itukan.
" Sudah diamlah aku sedang menyetir dan tidak perlu banyak tanya diam dan nanti kamu akan tau kita akan kanama, dan bagaimana dengan berkas itu " alan.
Baiklah tuan aku diam tapi kenapa malam ini sangat dingin sekali untuk saja pakaian yang diberikan mama, cukup tebal dan hangat.
__ADS_1
Rasanya aku sangat mengantuk sekali tapi aku takut jika tuan alan ini akan marah uhhh sungguh menyebalkan sekali.