
" Dia lea ma " ucap alan.
" Tidak tidak mungkin alan kenapa kamu melakukan itu pada lea ( jatuh ke lantai karena tak sanggup berdiri setelah tau yang disakiti oleh putranya adalah lea ).
Kau memang sudah gila dan jahat alan mama sangat kecewa dengan mu, mama dan papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat sampai sejahat ini alan " riska sangat kecewa.
" Ma bangunlah duduk di kursi ( membantu riska berdiri dan duduk di kursi dan bersandar di bahu suaminya ) " winanta.
" ( Mendekati riska ) ma maafin alan ma alan tau dan sadar kalo alan udah jahat dan ngecewain kalian alan minta maaf ma " bujuk alan.
" Tidak mama tidak akan memaafkan kamu sebelum lea yang memaafkan kamu, tapi mama rasa lea tidak akan memaafkan kamu dan mama sungguh-sungguh kecewa dengan kamu alan " ucap riska.
Alan hanya bisa terdiam saat papanya mengkode untuk tenang dan diam, beberapa menit kemudian akhirnya dokter yang memeriksa keadaan lea keluar.
Semuanya berdiri dengan cepat dan menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan putri saja dok apa dia baik-baik saja atau ada luka yang serius " ucap riska dengan sangat kawatir.
" Mama pelan-pelan bicaranya dan biarkan dokter untuk menjelaskannya dulu ma " winanta.
" Itu wajar sebagai rasa ke kawatiran seorang ibu pada putrinya, tapi bukankah tuan ini tuan winanta, nyonya riska dan putra tuan aslan bukan senang sekali bertemu dengan kalian " ucap dokter itu.
" Benar dok saya tuan winanta, ini istri dan putra saya ( dengan tatapan sinis pada alan ). "
" Ohh ya bukankah anak kalian hanya Aslan dan kenapa nyonya memanggil gadis yang ada di dalam itu dengan putri ? " dokter sempat heran.
" Dokter tolong katakan kondisi putri saya bukan malah banyak bertanya tentang kami, kalo tidak biarkan saya masuk ( menerobos masuk ) " riska.
" Ma jangan tenanglah " ucap winanta
__ADS_1
" Tidak apa-apa tuan biarkan saja nyonya masuk untuk keadaan putri tuan dia baik-baik saja, hanya lukanya cukup parah dan saya rasa dia sudah sering terbentur. karena itu dia mudah pingsan jika terbentur biasa pasti tidak akan sampai pingsan bukan jadi, karena kepalanya sering terbentur itu membuat dia mudah pusing kalo begitu saya permisi tuan dan alan "dokter.
" Silahkan dok terima kasih banyak atas bantuanya " winanta.
" Itu sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab saya untuk membantu semua pasien saya tuan kalo begitu permisi " dokter.
Tuan winanta dan alan masuk ke ruangan dimana lea dirawat.
Flasback saat Riska masuk
" Sayang lea kamu tidak apa-apakan saya ( memeluk lea ) mama sangat kawatir dengan keadaanmu lea " riska.
Aaww aku memegang kepalaku yang telah di perban, mama kenapa ada disini bukannya tadi lea bersama kak alan dan kenapa lea ada dirumah sakit.
Riska mengisyaratkan perban di dahi lea.
" Kau memang bukan manusia sayang kau seorang bidadari yang sangat baik, aku akan mencoba mengetesmu lagi seberapa baik kamu sayang batinku.
Sayang lea mama mau tanya kenapa dahi kamu sampai terbentur dan berdarah begini sayang, bukankah kamu bekerja di kantor dengan baik bagaimana bisa kepalamu terbentur " ucap riska.
Aku harus jawab apa pada mama tentu aku tidak bisa mengatakan jika ini gara-gara tuan alan batinku, Ohh ini ( memegang dahi ) tadi lea tidak sengaja terjatuh di dekat meja kerja ma iya begitu.
" ( Memeluk lea ) sudahlah sayang jangan tutupi kebenaranya mama tau siapa yang membuatmu sampai seperti ini, kenapa lea gak pernah cerita sama mama tentang perbuatan alan pada kamu sayang " riska.
Akupun terkejut mendengar perkataan mama, jika dia sudah tau perbuatan alan padaku aku juga takut jika tuan alan akan semakin marah padaku tapi darimana mama tau semua ini batinku.
Tidak ma aku tidak apa-apa kak alan tidak pernah salah, lea yang salah ma lea mohon jangan marah kepada kak alan ma.
" Sudahlah kau tidak perlu merasa bersalah begitu, sesalah-salahnya perempuan laki-laki tidak berhak menyakiti kamu mama juga sangat kecewa sekali saat tau tentang perbuatan alan mama sangat kecewa lea.
__ADS_1
Sebagai orang tua alan mama minta maaf padamu sayang atas kesalahan yang telah alan perbuatan mama janji akan menasehatinya dan mama janji dia tidak akan berbuat jahat lagi padamu sayang ( berpelukan ) . "
" Sudah sadar lea papa sangat senang sekali " winanta
" ( Menoleh kepada suaminya dan melihat alan ) Papa iya lea sudah sadar, alan untuk apa kamu masuk kesini mau menyakiti lea lagi atau mau membunuh lea.
Mama sangat kecewa padamu alan mama dan papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat jahat apalagi melukai perempuan alan " kecewa riska.
" Benar lan papa juga tidak habis pikir kamu tega berbuat sejahat ini apalagi pada lea dia perempuan, dan juga kekasih mu atau antara kalian ada masalah dan sesuatu yang kalian sembunyikan dari papa dan mama " ucap winanta.
" Maaf pa, ma, alan tau alan salah tapi alan ada alasan kenapa alan melakukan semua ini mama dan papa harus tau itu " alan.
" Tidak sesalah apapun kamu lea, alan tidak berhak untuk menyakitimu bahkan sampai kau terluka begini " ucap riska.
Aku menggenggam tangan mama riska, ma apa yang kak alan katakan benar ini bukan kesalahannya ini kesalahan lea juga jangan marahi kak alan lagi ma pa.
Lea juga baik-baik saja bukan lihatlah lea tidak kenapa-kenapa hanya sedikit luka di dahi itu saja.
" Kau benar-benar membuatku semakin marah lea sekarang kau malah merebut kasih sayang orang tuaku, kau pikir kau siapa ahhh aku bisa mendapat seseorang lebih darimu.
Tapi kenapa aku selalu merasa bodoh saat menatap wajahmu, aku merasa kasihan padamu tapi kau malah membuat kebahagianku selalu hancur " batin alan.
" Sayang tolong jelaskan pada mama dan papa tentang hubungan kalian sebenarnya " riska.
Aku melihat bahwa baju kak alan berdarah, kak alan kenapa di baju kak ada darah kakak tidak apa-apakan.
" Kenapa kau mengkawatirkanku ini darahmu bukan darahku dan aku juga tidak terluka " ketus alan.
" Alan bicaralah dengan baik dan sopan papa benar-benar kecewa dengan sikap kamu alan, baiklah sepertinya akan banyak pertanyaan yang harus kamu jawab tapi papa katakan kembali papa sangat kecewa padamu " winanta.
__ADS_1