
Setelah sedih-sedihan mereka akhirnya beristirahat sembari tetap menjaga lea dan pagi harinya lea sudah diperbolehkan pulang.
Di Rumah
" Baiklah selamat datang kembali di rumah kita ayo adek kakak yang cantik kakak bantu menuju kamar " azza.
Terima kasih kak lea juga senang bisa kembali ke rumah tapi kita terlalu berlebihan kak masa baru semalam tidak pulang saja harus segembira ini saat pulang.
" Tidak kita tidak berlebihan karena ini rumah kita jadi terserah kita untuk melakukannya bukankah begitu ayo kita ke kamar dan istirahat dulu " azza.
Loh kok istirahat lagi kak leakan udah semalaman istirahat di rumah sakit masa iya istirahat lagi leakan udah sembuh dan seger lagi kak lea gak mau istirahat ahhh kita duduk di taman aja boleh ya kak.
" Yaudah kamu ke taman duluan kak ambil barang kamu yang ada di mobil dulu udah kamu duluan saja nanti kak nyusul " azza.
" Azza mama putuskan mama ingin memberitahu kebenaran kepada keluarga prayuanda bahwasanya lea adalah putri mereka yang diculik oleh pembantu mereka saat itu. Karena mama juga tidak tega melihat lea harus sedih seperti semalam mama juga tidak sanggup melihat lea yang terlalu baik malah selalu disakiti dan bersedih.
Bahkan air matanya jatuh ketika ia tidak tahu siapa ayah kandungnya dan nama ayahnya saja ia tidak tau, mama juga tidak habis pikir kenapa asma bisa melakukan hal sejahat ini tapi mama yakin asma punya alasan untuk itu dan sekarang mama sudah putuskan untuk mengatakan kebenaran kepada keluarga prayuanda apakah kamu setuju dengan apa yang mama lakukan ? " melati.
" Azza setuju ma bahkan sangat setuju karena azza bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Lea dimana tidak merasakan sosok seorang ayah bahkan dia sendiri tidak tahu siapa ayah kandungnya bibi asma memang keterlaluan " azza.
" Bagaimana jika mama menemui mereka sekarang saja ? " melati.
" Baiklah ma azza akan di rumah bersama lea sepertinya lebih cepat lebih baik mah tapi satu hal yang harus mama lakukan menurut azza adalah tolong mama sampaikan kepadaku keluarga prayuanda jangan sampai mereka mengumumkan dulu bahwasanya putri mereka sudah di temukan.
Karena azza takut akan banyak orang-orang yang mencari tau sosok lea lebih jauh, dan bisa saja orang-orang jahat akan mengincar lea azza takut ma " azza.
" Tenang saja masalah itu pasti mama katakan karena itu juga menjadi salah satu amanat dari mendiang asma, maka dari itu mama pergi dulu bilang saja jika mama ada urusan mendesak di butik pada lea dan jika kalian nanti ingin sarapan pasti bibi sedang menyiapkannya kalau begitu mama pamit " melati.
" Cipika-cipiki hati hati ma " azza.
Rumah Prayuanda
" Papa, brian kenapa dengan perasaan mama ya mama merasa seperti akan mendengar suatu kabar dan entah kenapa perasaan yang akan mama rasakan adalah rasa bahagia ( tersenyum ) " arum.
" Benar ma papa juga merasakan hal yang sama seperti akan mendengar suatu kabar baik saja " prayuanda.
__ADS_1
" Benar ma tapi brian harap kabar itu adalah kabar mengenai rindu ma " brian.
Seketika meja makan hening tanpa suara karena memang itu yang mereka harapkan sejak lama bahkan dari 20 tahun lamanya.
Keluarga itupun hanya melanjutkan sarapan sembari terus berharap kabar baik dari putrinya yang hilang ditemukan dalam keadaan sehat dan baik juga tentunya.
Mereka menyelesaikan sarapannya di saat itu jugalah melati sampai di rumah prayuanda ia merasakan ketakutan mengenai hal yang akan disampaikan ini tapi ini demi kebaikan lea karena dia juga tidak mau lea terus merasakan sedih karena tidak mempunyai orang tua.
Akhirnya melatipun dipersilahkan masuk dan menunggu keluarga prayuanda datang.
" Tuan nyonya ada tamu yang datang dia ingin menemui tuan dan nyonya sekarang dia ada di ruang tamu tuan nyonya " ucap bibi.
" Siapa tumben sekali ada orang yang bertamu pagi-pagi begini ? " riska.
" Bibi juga kurang tahu tuan dan nyonya tapi tadi dia sempat katakan bahwa dia adalah mamanya lea nyonya tuan " bibi.
" Mama lea berarti itu melati ada apa dia kemari pagi-pagi sekali sepertinya ada sesuatu hal yang penting, baiklah bi kami akan kesana tolong buatkan minuman untuknya " riska.
" Baik nyonya " bibi.
" Pa mama merasa ada suatu hal penting yang akan di sampaikan melati semoga saja itu hal dan kabar baik " arum.
" Benar ma papa juga merasa seperti itu jika ada hal penting " prayuanda.
Akhirnya merekapun bertemu.
" Selamat pagi pak ibu " ucap melati.
" Tidak jeng mel tidak perlu memanggil saya dengan ibu dan juga memanggil pak jeng silahkan duduk kembali " riska.
" Tidak bu pak saya sadar dengan diri saya dan posisi saya bahkan atas kesalahan saya sendiri saya minta maaf kepada kalian " melati langsung menyampaikan maksudnya.
" Maaf sebelumnya jeng saya tidak mengerti dengan apa yang jeng katakan minta maaf atas kesalahan, saya rasa jeng tidak pernah membuat masalah kepada saya dan suami saya " arum heran dengan sikap melati.
" Nyonya tuan ini minumannya silahkan diminum " bibi.
__ADS_1
" Terima kasih bi sekarang bibi bisa kembali menyelesaikan perkerjaan lain bibi " riska.
" Baik nyonya tuan bibi permisi " bibi.
" Jeng mel tolonglah bicara dengan jelas dan apa maksud jeng mel dengan kesalahan itu jangan buat saya meresa penasaran dan bingung seperti ini, kesalahan apa yang sedang jeng bicarakan masalah apa " ucap arum.
" Ma jangan berbicara seperti itu juga tenang biarkan dia bicara dulu, kami mohon tolong sampaikan dan jelaskan pada kami apa masalah yang anda maksud " prayuanda.
Di Rumah Melati
" Lea kakak boleh jujur tidak tentang hal yang cukup penting " ucap azza lembut.
Silahkan kak kakak mau jujur tentang apa hal apa juga kakak tidak seperti biasanya kakak bicara selembut ini ( tersenyum ).
" Bagaimana jika kakak katakan jika tante asma bukan ibu kandungmu " azza.
ekspresi wajah lea yang awalnya tersenyum tiba-tiba saja menjadi datar dan terkejut mendengar apa yang diucapkan azza.
Apa yang kakak bicarakan kenapa sampai terlontar perkataan seperti itu kak, Ibu asma itu ibu kandung lea ibu kandung lea kakak juga taukan mama melati juga tau itu kak.
" Tidak kakak katakan lagi bahwa tante asma itu bukan ibu kandung kamu lea percaya pada kakak, sudahlah kak jangan membuat lea semakin bingung dengan apa yang Kak azza katakan yang terpenting Ibu asma itu ibu kandung lea.
Di Rumah Prayuanda
" Masalah ini ya yang akan saya katakan ini menyangkut putri nyonya dan tuan " melati.
Arumpun terperanjat dan berdiri mendekati melati.
" Tentang putriku apa yang kau tentangnya dimana dia sekarang katakan dimana putriku aku ingin bertemu dengannya dimana putriku hiiikkkkssss putriku " arum.
" Ma sabarlah biarkan dia jelaskan dulu cepat katakan apa yang kau ketahui tentang putri kami dan dimana dia sekarang " prayuanda.
Melatipun menjelaskan semua kebenaran yang ia ketahui .
" Apa jadi benar dia putriku rindu sayang mama sangat merindukanmu rindu " arum.
__ADS_1
" Syukurlah putri kita masih hidup ma bahkan dia ternyata sudah ada di dekat kita " prayuanda.