
Akupun langsung menghentakan kakiku diatas kaki tuan alan yang kurang ajar ini, "awww kau"
Sayang katakanlah jika kita belum siap menikah bukan bahkan kita baru kembali bertemu.
"Benar pa ma Alan masih ingin bekerja dulu diperusahaan, dan kembali lebih dekat dengan Lea lagian kami masih muda pa kami ingin menikmati masa-masa berdua pacaran dulu" goda Alan.
(Batinku) Aku kembali membuatku marah dan kesal lihat saja nanti, aku tidak akan pernah mau menjadimu apalagi kebohongan mu yang mengatakan jika kau dan aku telah berpacaran sejak SMA.
Beberapa saat mengobrol akhirnya aku akan kembali ke kantor, "Pa mama Alan dan Lea izin kembali ke kantor bukankah sudah ada sopir yang akan mengantarkan papa dan Mama.
"Baiklah sayang kembali lah kekantor biar papa mama yang menjaganya, ohh ya besok ajaklah Lea untuk makan malam dirumah kita bukankah dia belum pernah kau ajak ke rumah" tawar mama.
Maaf sepertinya besok Lea gak bisa tan maksudnya mama, " loh kenapa mama berharap sekali Lea bisa datang " melihat wajah sedihnya mama aku malah kasian.
Baiklah tan maksudnya mama nanti Lea usahin lagi supaya bisa datang, untuk makan malam " kalo gitu besok mama tunggu kalo Lea mau bawa keluarganya juga boleh kok".
Insyaallah ma kalo gitu Lea pamit dulu " kamu ngapain nunduk dan ngulurin tangan Lea" mama terkejut. Lea mau salaman sama mama emangnya gak boleh ya ma, " bukan gitu sayang tapi alan saja yang anak mama dan papa gak pernah salaman pas mau pergi cuma cipika-cipiki dan udah pergi".
Ohh kalo Lea udah biasa diajarin sama ibu waktu kecil, " yaudah ma sekarang Alan salaman ni Assalamualaikum" Assalamualaikum mama tuan.
"Loh Lea kalo udah panggil mama berarti sama papanya Alan juga panggil papa jangan tuan sekarang papa ya" ucap mama.
Oke mama dan papa, " kenapa wajah kamu jadi imut kalo kegep gini jadi salting, alan alan Lo apa-apaan jangan mikir macam-macam fokus fokus ini baru permulaan.
"Kalo gitu kita kembali ke kantor ya pa mama",
__ADS_1
"Hati-hati dijalan" saat sampai diluar dan menuju perkiraan aku mengeluarkan semua unek-unek ku.
Tuan Alan yang baik tolong jangan buat masalah lagi bahkan sampai mengatakan pernikahan, dan masih banyak lagi pokoknya katakan saja jika kita tidak ada hubungan apapun.
"Sudahlah itu bukan urusanku aku tidak bisa melakukannya, tapi sebenarnya bisa saja mengatakannya tapi maaf aku juga tidak tau kapan waktu itu datang ataupun tidak akan datang selamanya" ucap Alan.
Sepertinya lebih baik aku diam saja, hanya membuang energi saja berbicara dengannya beberapa menit kemudian kamipun sampai di kantor.
Saat aku turun semua mata tertuju padaku apa yang mereka lihat sampai segitunya menatap heran, " pak tolong parkiran mobil saya" baik tuan.
"Sudah tak perlu heran dengan mereka bagaimana tidak, "mereka memandangmu kau sekarang sedang berjalan bersama seorang CEO muda ya tampan".
Aku mencoba cuek seperti dirinya aku berjalan mendului dia sembari mengangkat tangan, baiklah terserah tuan muda Alan yang tampan akupun pergi menuju ruanganku.
Setelah itu beberapa pekerjaan telah aku lakukan dan untung saja dia tidak menyusahkan ku lagi, saat jam pulang kerja adisti menemuiku "le Lea sekarang udah jam pulang yuk kita jadikan traktir satpam itu".
Yaudah ayok kita pulang cepatan ( aku takut sekali jika harus ketemu Alan lagi, tapi masalah makan malam nanti gimana batinku). " le Lea kenapa ngelamun lagi kebiasaan ahh emangnya ada masalah apa?".
Gak gak ada masalah apa-apa kalo gitu sekarang kita pulang, dan cepetan "hei Lea tunggu" panggil alan. dis sekarang ayok " ayok kemana Lea " lari ayo lari cepatan ke parkiran kita pulang.
"Tapi bukannya tadi tuan Alan manggil kamu" ucap disti, udah lari aja cepat gak usah didengarin mungkin dia salah panggil kali.
Aku dan disti bergegas menuju parkir dan pulang untung saja bisa lolos, " terus traktir pak satpamnya gimana ?" udah besok aja sekarang kita pulang aku capek banget dis.
"Berani-beraninya dia tidak menghiraukan panggilanku dan malah kabur, ingat besok dan seterusnya masih ada waktu Lea banyak waktu untuk kita bukan".
__ADS_1
( Ternyata kak azza sudah menunggu sampai beberapa menit setelah Lea pulang bersama disti).
"Lea Lea kamu dimana sih bukanya kak suruh tunggu disini malah gak keluar-keluar, apa mungkin udah pulang duluan" risau azza.
"Bukankah mobil dan perempuan itu yang mengantarkan Lea tadi pagi, ehhhmm sepertinya dia juga bisa menjadi penolong ku untuk menyulitkan kehidupanmu" gumam Alan.
"Maaf apakah nona sedang mencari atau menunggu seseorang" ucap Alan,
"Tuan Aslan bukan,senang sekali bisa bertemu dan mengobrol dengan anda tuan" ucap azza,
"Benar saya Aslan darimana kau kenal denganku,tapi aku sudah tau jawaban nona pasti kerena aku putra tunggal tuan winanta" sombong Alan.
"Wahh ternyata dia sombong juga berbeda dengan tuan winanta yang baik dan ramah (batin azza), benar saya sedang mencari adik saya Leanda namanya dia baru bekerja ini hari pertamanya tuan Alan" jelas azza.
"Aku tadi melihatnya telah pulang bersama seorang perempuan, mungkin itu temanny",
"Ohh baiklah tuan kalo begitu saya permisi dulu, sekarang saya sudah lega jika dia sudah pulang mungkin teman yang tuan maksud adalah adisti teman baiknya waktu kuliah.
Kalo begitu saya pamit tuan permisi " baiklah ternyata sekarang kau telah menjadi anak kesayangan, bahkan jam pulang dan kepulanganmu sangat dirisaukan oleh mereka.
Sepertinya sangat menyenangkan untuk mempermainkanmu, baiklah aku tunggu hari-hari menyenangkan itu".
Makasih dis beneran gak mau mampir gak pernah Lo kamu mampir, minum teh atau nyemil gitu " kan tadi kami bilang cepat pulang karena ya capek jadi aku pulang aja ya dahhh dahhh semangat semangat buat besok".
Bagaimana aku harus mengatakan meminta izin kepada Mama dan kak azza, akukan tidak pernah keluar malam apalagi mengajak mama dan kak azza ke acara makan malam keluarga Alan.
__ADS_1