
Aku membalikkan badan, ehmmm selamat pagi tuan alan sambil tersenyum padanya.
" Ehhhmm pagi juga ( mendekati dan memegang dahi lea yang lebab karena perbannya sudah di lepas ) " alan.
Tuan tuan mau ngapain disini banyak orang tuan dan karyawan juga.
" Saya itu cuma mau liat luka kamu yang lebab karena kemaren masih sakit gak, kalo dilihat kayaknya lebab banget pasti sakitkan ? " alan.
Gak tuan udah baikkan kok ( menepis tangan alan ) udah ya tuan gak usah dipegang juga, karena kalo dipegang masih perih sih kalo dibiarin aja gak sakit tuan.
Ting Ting ( lift kembali terbuka ada beberapa karyawan turun dari lantai atas )
" Pagi tuan alan dan sekertaris lea, pagi tuan, selamat pagi tuan dan lea " ucap beberapa karyawan.
Alan dan leapun memasuki lift dan menuju lantai atas dimana ruangan mereka bekerja.
" Sepertinya aku memang harus menikah dengan lea karena aku merasa belum puas membalaskan dendamku padanya, tapi entah kenapa sekarang aku tidak ingin menyakitinya tapi aku merasa masih dendam dan benci padanya " batin alan.
Ting
Sudah sampai tuan mari, aku mempersilahkan tuan alan untuk berjalan lebih dulu. diapun berjalan lebih dulu menuju ruangan, ahh untung saja dia tidak marah mengenai kesalahanku kemaren karena aku ketiduran.
Alan dan lea mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing tanpa ada obrolan apapun tetapi ditengah pekerjaan alan tiba-tiba memulai pembicaraan.
" Lea "
Iya tuan ada yang bisa saya bantu.
" Gak saya cuma mau bilang gaji kamu udah saya transfer sekaligus sama bonus yang saya bilang waktu itu karena kamu udah mau nememin saya buat survei ke bandung waktu itu. kamu bisa cek ya uangnya udah saya transfer liat aja di handphone kamu bisakan" jelas alan.
Tumben ya tuan alan baik kan kalo gini aku jadi senang dan semangat kerjanya batinku, makasih ya tuan ohh ya seharusnya tuan gak usah ngasih bonus gitu gimana uangnya buat ganti rugi motor tuan waktu itu saja nanti saya kembalikan ya tuan uangnya.
" Sudah masalah motor itu lupakan saja sekarang yang penting gaji kamu bekerja sebagai sekertaris saya, lagian kamu liatkan saya sekarang tidak pernah lagi memakai motor kecuali saat SMA dulu " ucap alan.
__ADS_1
Baiklah tuan terima kasih banyak atas apa yang tuan berikan, ohh ya tuan saya juga minta maaf soal kemaren karena saya ketiduran di kamar maafkan saya ya tuan.
" Hemmm sudahlah jangan bahas itu lagi atau saya akan marah karena itu, ohh ya kalo saya boleh tau siapa orang yang pertama kali akan kamu berikan uang itu atau sekedar mentraktirnya " alan.
Sebenarnya orang itu adalah ibu saya tuan ( sedih ) tetapi karena ibu sudah meninggal jadi orang pertamanya mama sama kak azza. tapi sebelum mereka berdua saya ingin traktir pak ali dulu tuan ya pak ali.
" Maksud kamu pak ali satpam di kantor ini " alan.
Iya pak ali karena pak alikan yang udah bantuain saya sama disti buat bisa ngelamar disini, tuan taukan kalo kami terlambat ngantar berkas lamaran waktu itu tapi karena pak ali udah mau bantuin kamu jadi saya mau traktir pak ali dulu.
" Harus sampai segitunya kamu minta makasih sama orang apalagi dia itu cuma satpam " ucap alan.
Pak ali emang satpam tuan, tapi coba tuan pikir atau ingat kalo pak ali udah berjasa banget diperusahaan tuan inikan. satu lagi kalo bukan tanpa bantuan dari pak ali mungkin kita maksud saya tuan dan saya tidak akan kembali bertemu bukankah begitu tuan.
" Hehmmmm, ( tapi benar juga apa yang dia katakan jika seandainya satpam itu tidak membantu dia melamar disini tentu saya tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. beruntung sekali satpam itu baiklah saya juga akan memberi satpam itu traktiran bahkan lebih dari yang dia berikan ) batin alan. "
Melihat jam tangan tuan bukankah ini sudah jam makan siang, kalo begitu saya izin istirahat tuan.
Kenapa dia malah bertanya seperti jangan sampai dia juga ikutan ke kantin batinku.
Saya ingin makan siang di kantin kantor tuan, dengan adisti sebelumnya ada apa ya tuan sampai bertanya seperti itu.
" Tidak tidak apa-apa kalo begitu silahkan pergi " izin alan.
Terima kasih tuan saya duluan permisi tuan, ( diluar ) aneh sekali sikapnya hari ini jangan sampai ada maksud tersembunyi di balik semua ini atau jangan-jangan karena dia sudah sadar dan menuruti apa yang orang tuanya katakan.
Karena terus berbicara dan menoleh ke arah ruangan alan tiba-tiba saja lea tidak sengaja menabrak seseorang tetapi tidak sampai terjatuh.
Astaga maaf saya tidak sengaja loh tuan winanta maaf lea tidak sengaja tuan.
" Sudah panggil papa saja tidak perlu memanggil tuan, kamu kenapa apa alan mengganggu dan mengancam kamu lagi ? " winanta.
Tidak tuan maksudnya papa tidak kak alan tidak mengganggu dan mengancam lea pa, tetapi sikap kak alan malah berubah jadi baik kepada lea bahkan cara bicaranyapun juga sedikit lembut walaupun sombongnya tidak berkurang.
__ADS_1
" Syukurlah tapi kalo masalah sikap sombongnya memang sedikit susah untuk hilang, karena dari kecil alan sudah biasa seperti itu tetapi sebenarnya dia itu sangat baik dan penyayang sekali. ohh ya lea mau makan siangkan bagaimana makan siangnya dengan papa saja ayo " ajak winanta.
Aduh apakah aku harus menolaknya aku ingin makan siang dengan disti saja tapi aku juga tidak enak hati untuk menolak tuan winanta batinku.
Boleh pa tapi apa kita tidak mengajak kak alan sekalian untuk makan siang pa ?.
" Tidak tidak perlu kita berdua saja papa yakin nanti alan akan mencari kita terutama kamu, ya sudah kita sekarang pergi saja " winanta.
Mereka berduapun menuju mobil dan makan siang di restoran terdekat di kantor tentunya restoran yang cukup terkenal dan mewah.
Di kantor alan sedang mencari lea di kantin tetapi dia malah tidak menemukan lea.
" Apa mungkin dia berani membohongi saya, dia tidak sadar bahwa saya sudah berusaha bersikap baik padanya tapi nyatanya dia malah membohongi saya " batin alan.
" Tumben tuan alan ke kantin apa dia mau makan siang di kantin, atau lagi nyari sesuatu, jangan-jangan lagi nyari si lea sekertarisnya itu lagi " bisik-bisik beberapa karyawan.
" Maaf tuan alan ada yang bisa saya bantu ( sherly mendekati alan ). "
" Kamu siapa berani sekali berbicara kepada saya kamu tidak tau siapa saya ahhh. " ketus alan
" Justru karena saya tau siapa tuan, dan saya rasa tuan butuh batuan maka dari itu sama mencoba membantu tuan. saya yakin tuan mencari seseorang bukan dan dia adalah sekertaris tuan yang kegatelan itu " ucap sherly.
" Apa kamu bila dia kegatelan yang ada kamu yang kegatelan gak nyadar ya nyebutin diri sendiri, kalo gak tau siapa sekertaris saya gak usah komentar atau kamu mau saya pecat ahhh sudah jangan mengganggu saya " ucap alan.
" Kurang ajar sekali dia untung dia CEO kalo gak ahhh, lebih aku mengejarnya dia belum mendengarkan penjelasanku tuan tunggu dulu aku belum selesai berbicara " sherly.
" Jangan menghalangi jalan saya " tegas alan.
" Saya hanya ingin meluruskan soal tuan yang malah mengatakan saya yang kegatelan justru lealah yang begitu tuan, karena setelah dia tidak bisa memiliki tuan maka papa tuan yang menjadi incarannya bukankah saya benar tuan " sherly.
" Papa jadi dia pergi bersama papa tapi kenapa dia tidak mengajakku apa mungkin lea ingin mendekati papa tidak itu tidak mungkin aku tau papa bagaimana pasti mereka hanya pergi makan siang bersama batin alan " pergi meninggalkan sherly.
" Ihhhh kenapa aku ditanggalin lagi sih awas ya kamu lea lihat saja aku akan membalasnya, termasuk dendam dan kebencian kak meldi kepada kamu lihat saja " geram sherly.
__ADS_1