
( Azza menghampiri mereka di ruang tamu )
" Gimana za lea mana kok gak ikut turun ?" melati
" Lea ketiduran ma jadi gak azza bangunin gakpapakan ".
" Iya gakpapa za mungkin lea capek biarin dia istirahat kalo gitu kami pamit saja ya jeng mel, besok-besok kita ngobrol dan cerita-cerita bahas soal alan dan lea kita pamit ya jeng ( cipika-cipiki ) " riska.
" Untung kamu lagi sakit ya lea kalo gak aku bakalan marah banget sama kamu, berani sekali kamu tidur dan tidak menghargai aku dan keluargaku " geram batin alan.
" Iya kalo begitu kami pamit permisi " winanta
" Ohh ya jangan lupa nanti sampaiin salam kami buat lea ya jeng azza kalo nanti lea udah bangun " riska.
" Pasti tan nanti azza sampaiin sama lea, hati-hati dijalan tan " ucap azza.
Alanpun dan keluarganya menuju rumah mereka, begitu juga dengan dito dia juga berpamitan untuk kembali ke penginapannya.
Huawwwwaakkkk ( terkejut ) loh kok aku malah ada dikamar jangan-jangan ketiduran, ya ampun kok bisa sampai ketiduran ya pasti nanti mereka marah atau jangan-jangan tuan alan dan orangtuanya udah pulang lagi.
( Leapun bergegas menuju ruang tamu )
Sudah kosong pasti mereka sudah pulang, ma mama kakak azza kalian dimana ma mama kakak. kemana mama dan kakak apa mereka pergi keluar juga, ahhh kamu sih lea pake ketiduran segala jadinya ginikan.
" Dorrrrr ( menepuk bahu lea ) cariin siapa ayooooo " azza.
Kakak kenapa jadi ngagetin gitu sih tar aku jantungan gimana, tapi udah itu gak penting sekarang lea mau tanya tuan alan sama orang tuanya udah pergi ya kak dito juga ya kak.
" Ehhhmmm mereka udah pulang ke rumah mereka masing-masing kamu sih pake ketiduran segala, yaudah kalo gitu kak mau balik ke kamar aja kalo kamu masih mau lanjut tidur ya tidur aja ya kak ke kamar dulu dahhh " azza.
" Apakah sekarang waktu yang tepat untuk memberitahu lea tentang siapa dia sebenarnya, dan apakah lea memang telah ditakdirkan bersama alan karena dari kecil mereka sudah dekat.
Bahkan dari keluarganyapun sangat cocok, tetapi jika untuk kehidupan yang cukup dan baik aku juga bisa berikan kepada lea. asma bagaimana ini aku ingin lea tetap menjadi anakku, tapi disisi lain aku juga kasian pada arum yang telah terpisah hampir 20 tahun terpisah dengan putrinya.
Sekarang apa yang harus lakukan tolong aku asma, apakah aku harus mengirim suratmu ini ke rumah arum baiklah aku akan mengirimnya. " melati
Waktu terus berjalan siang berganti sore, sore berganti senja sampai pada malam. setelah selesai makan malam mereka bertiga bersantai sejenak di taman belakang, melati sibuk dengan handphonenya untuk menyuruh seseorang mengirimkan surat asma kepada keluarga kandung lea.
Azza sibuk dengan laptopnya yang sedang membuat laporan untuk dikantor besok. dan lea hanya duduk bersantai ditepi kolam berenang sambil merendam kedua kakinya di kolam.
__ADS_1
" Lea kepalanya udah mendingan belum atau masih sakit kita kontrol ke rumah sakit saja ya sayang " melati.
Gak usah ma ini cuma luka biasa aja lagian udah sembuh kok ma, mama tenang aja ohh ya lea udah ngantuk ni ma lea duluan ke kamar ya kakak lea duluan ke kamar.
" Iya silahkan lea kak bentar lagi juga udah siap ni kamu duluan aja "azza
Leapun menuju kamarnya dan tidur.
" Za mama mau minta pendapat kamu soal lea "
" pendapat soal lea emangnya lea kenapa ma, atau mama mau paksa lea buat milih si dito sama alan lagi. udahlah ma jangan paksa lea gitu dia juga berhak bahagia ma apalagi masalah identitasnya yang mama sembunyiin " ucap azza.
" Loh kok kamu malah jadi marah ke mama, seharusnya dengerin dulu mama ngomong za mama mau bahas tentang identitas lea dan rencananya besok mama mau ngirim surat yg ditulis almarhumah asma ke rumahnya orangtua lea ya sebagai penjelas dan aba-aba kalo putri mereka masih hidup gitu dan ada didekat mereka " jelas melati.
" Beneran ma kalo gitu azza seneng dengernya ma, maafin azza juga udah marah sama mama tapi disatu sisi azza senang dengernya ma tapi kalo seandainya tuan prayuanda dan nyonya arum tau kalo lea itu putri mereka rindu.
Otomatis lea akan tetap berjodoh dengan alan ma, apa kita sanggup dan yakin sama alan kalo dia juga suka atau bisa ngebahagiain lea ma " azza.
" Kalo alan tau siapa lea sebenarnya mama yakin dia akan suka dan bisa ngebahagiain lea, tetapi itu kembali lagi ke mereka berdua menurut mama udah sekarang kita tidur aja dan lihat saja bagaimana perkembangannya nanti " melati.
Akhirnya merekapun tidur.
Setelah pagi menjelang saatnya aktivitas seperti biasa di mulai, bekerja kembali pagi ini mereka bertiga sarapan bersama dan sangat bahagia sekali.
Kak lea berangkat sama kakak aja ya, gak usah suruh kak dito juga ya ma lea mau berangkat sama kakak aja lea gak mau nyusahin orang lagian biasanyakan sama kak azza terus kalo gak lea sama disti aja berangkatnya.
" Iya boleh kamu sama azza aja mama juga gak akan nyuruh dito atau siapun buat jemput antar kamu sayang yaudah berangkat sekarang kita barengan walaupun nanti beda arah " melati.
" Yuk berangkat kamu yang bawa mobil ya dek " azza.
Kakak ( berteriak )
" Loh kok malah teriak dek, ohhh iya ya kamukan gak bisa nyetir yaudah kakak aja tapi kayaknya kamu harus belajar nyetir deh masa hari gini kamu gak bisa nyetir " azza.
" Udah azza gak usah ngomong gitu ke lea nanti lea nangis lo yakan sayang ( merentangkan tangannya dan leapun datang memeluknya ) " melati.
" Ya ya sekarang azza menjadi anak yang terbuang tidak disayangi oleh mamanya sendiri baiklah tidak apa-apa " azza.
Kakak jangan bicara begitu ayo sini pelukan, ( merekapun berpelukan suatu kebahagian bagi lea ) setelah itu merekapun menuju mobil dan tempat kerja mereka masing-masing.
__ADS_1
Di kantor Alan
" Oke udah sampai semangat kerja ( cipika-cipiki ) dahh adek kakak yang cantik " goda azza.
Dahh kakak lea yang cantik, baik dan terbaiklah buat adeknya ini dahhhh ( berdiri diluar mobil ) hati-hati dijalan semangat kerja kakak 💪.
Dari tempat biasa sebuah mobil selalu memperhatikan lea saat sampai di kantor setiap paginya.
" Wahhh manis sekali senyumannya tuan saya saja dibuat semangat juga olehnya " ucap sopir pribadi alan.
Alan yang tadinya juga tersenyum tapi tiba-tiba menjadi marah karena sopirnya itu.
" Ini udah kali kedua kamu ikut-ikutan perhatiin dia ya, satu kali lagi kamu ngomong gitu lagi kamu saya pecat atau kamu mau dipecat sekarang saja yaudah keluar dari mobil saya keluar " teriak alan.
" Tidak tuan ampuni saya tuan saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi, tapi saya mohon jangan pecat saya tuan " mohon sang supir.
" Baiklah tapi ingat jangan sampai kamu ikut-ikutan memujinya apalagi sampai kamu mendekati dia ya awas saja, sekarang cepat jalan aku ingin cepat bekerja cepat " alan.
" Aku ini punya mata tuan dan juga perasaan tentu aku tidak akan melewatkan melihat keindahan ciptaan tuhanku. dan kenapa tuan alan ini sentimen sekali saat aku juga ikut memandang perempuan itu ahh sudahlah jika ingin bekerja maka turuti perintah tuanmu " batin sang supir.
Sepertinya dia belum datang aku lebih baik duluan ke ruangan saja wahh banyak juga yang antri untuk naik lift haii disti.
" Lea hai apa kabar lea, loh itu dahi kamu kenapa kayak memar gitu ohhh iya aku lupa kemaren itu ada yang bilang kalo ada yang pingsan dan berdarah gitu jadi itu benaran kamu lea maaf ya aku gak bisa bantuin kamu " disti.
Udah gakpapa ini udah mendingan kok, kita ke atas barengan ya.
" Kalo itu mah siap lea ohh ya aku boleh tanya itu dahi kamu memar gara-gara apa ya ?" disti
Gak cuma kejedot pas kepeleset di ruangan kemaren.
" Yakin karena itu lea aku kok gak percaya ya sama temanku yang satu ini " disti
Loh kok malah gak percaya sih dis lea beneran lo ngomongnya.
Ting Ting ( lift terbuka ) sudah masuk beberapa karyawan lainya dan hanya tersisa satu orang lagi.
" Udah yuk masuk lea, tapi kayaknya cuma muat satu orang lagi aku aja ya yang duluan lea dahh nanti kita ngobrol lagi dahh lea ( ketakutan ) " disti.
Ternyata disti ketakutan karena diberi kode oleh alan agar masuk duluan ke lift dan meninggalkan lea sendirian maksudnya berdua saja.
__ADS_1
" Ehmmm " sapa alan pada lea.
Aku sangat terkejut itu pasti alan, pantas saja disti seperti orang ketakutan.