
Setelah selesai menyelesaikan semua tugas akupun meminta izin kepada alan, ini tuan berkas dan resumenya kalo begitu aku izin untuk pulang dulu.
"Kau sangat pucat apa karena mengerjakan semua tanpa makan siang, tapi itu semua kemauan mu bukan kau memang gadis keras kepala dan sangat pemberani.
Bukankah kau katakan jika berkas ini akan selesai besok, tapi kau malah mengerjakannya tanpa henti baiklah jika kau sakit maka konsekuensi ada pada dirimu. (batin Alan ) tapi aku rasa dirinya sangat pucat dan kelelahan sekali apakah mungkin dia baik-baik saja" gumam Alan.
Saat menuju pintu keluar aku merasakan pusing dan penglihatanku sangat kabur dan tidak jelas, pada akhirnya aku hanya melihat gelap disekitarku setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi setelah itu.
Bruukkk tubuh Lea jatuh kelantai tepat didepan Alan yang langsung membuat Alan terperanjat berdiri mengejar tubuh lea.
"Lea bangun Lea bangunlah ( meletakkan kepala Lea diatas pahanya ) Lea wajahmu masih sama saat aku juga melakukan hal ini saat kau jatuh pingsan di villa ku waktu kita SMA.
Wajahmu sangat cantik, lembut dan teduh seperti yang Bima katakan bahwa kau adalah senyuman manisnya. Alan apa yang kau pikirkan jangan sampai kau tertipu dengan wajah perempuan yang telah menghancurkan kejayaan mu di SMA waktu itu" gerutu Alan.
Namun Alan tetap menolong Lea menggendongnya dan membawa menuju rumah sakit, namun saat keluar dari ruangannya " alan ada apa dengan Lea kenapa dia pingsan kalo begitu bawa saja dia kerumah kita cepat" ucap winanta papa Alan.
"Tapi kenapa harus kerumah kita pa antar saja dia kerumah sakit dia hanya pingsan biasa" ucap Alan.
"Kau ini bagaimana diakan kekasihmu sudah bawa saja dia kerumah kita mama juga ingin bertemu dengannya"ucap papa.
Setelah Alan dan papanya membawa Lea beberapa menit setelah itu, mobil yang dikemudi oleh azza sampai dikantor sempat menunggu beberapa menit namun Lea juga tidak turun.
__ADS_1
Akhirnya Adisti memberi tahu Jika Lea jatuh pingsan " kak azza tadi Lea jatuh pingsan dan tuan Alan telah membawanya tapi disti juga tidak tau mereka kemana tapi mungkin mereka akan kerumah sakit" jelas Adisti.
"Kenapa Lea bisa sampai pingsan ( batin azza) apa kejadian semalam masih ia pikirkan, tapi kita tidak tau kemana Alan membawa Lea baiklah coba kak telpon dulu" ucap azza.
"Disti kira itu hanya percuma kak karena tadi sepertinya Lea tidak membawa tasnya, mungkin tas Lea terletak diruangan tuan Alan " ucap disti.
"Baiklah kalo begitu terima kasih atas informasinya dis kak duluan, permisi " ucap azza.
"Baiklah kak disti juga akan pulang" ucap disti
"Aku yakin Lea pasti dibawa kerumah Alan filling Ki berkata seperti itu, aku sangat takut jika mama akan marah" gumam Azza.
Kediaman Keluarga Winanta
Alanpun membaringkan tubuh Lea disofanya, " ma mama Lea baik-baik aja dia cuma pingsan mungkin karena kecapean dikantor" ucap Alan.
"Jika dia kecapean dikantor berarti ini semua pasti ulah kamu akan kamu apain lea, ingat ya jangan sampai kamu nyakitin dia " ancam mama.
"Loh kok kayaknya papa dan mama lebih sayang sama dia daripada anaknya sendiri, emangnya apa spesialnya dia sih ma kalo gitu Alan ke kamar dulu mama aja yang urus dia" alan ngambek.
"Alan mama belum selesai bicara, baiklah biarkan saja dia sendiri dulu bi bibi tolong ambilkan minyak kayu putih setelah itu buatkan teh hangat serta makanan" ucap mama
__ADS_1
" Baik nyonya " ucap bibi yang bekerja dirumah Alan " sayang bangun sayang ini mama Lea bangun ini ibu ibu asma ibu sangat senang sekali bisa bertemu dengan lea".
Ibu ibu asma Lea kangen banget sama ibu Lea ingin memeluk ibu, ibu Lea takut sekarang mama Melati marah dan menyakiti Lea ibu ibu tolong Lea sekarang Lea takut sekali ibu.
"Sayang Lea bangun lah ini mama Riska bukan ibu Lea " ucap mama Riska, akupun terbangun ternyata itu hanya mimpi tapi apakah mama Riska mendengarnya.
Lohh kenapa Lea bisa di rumah mama Riska bukankah tadi Lea ada dikantor dan akan pulang, " benar tadi Lea pingsan jadi Alan membawa Lea kesini, udah jangan terlalu pikirkan dulu sekarang Lea minum dulu tehnya sekalian makan Sepertinya Lea kecapean dan belum makan ya" ucap mama.
Aku hanya tersenyum tersipu apakah perutku tadi bernyanyi, sehingga mama Riska tau jika aku sedang Lapar (batinku) tapi ma sepertinya Lea gak bisa makan disini karena Lea udah terlambat untuk pulang.
Kalo gitu Lea pamit ya ma Lea pulang dulu, mama Riska malah menarik tanganku " Lea tatap mata mama baik-baik apakah mama Lea mama melati berbuat tidak baik kepada lea ?" ucap mama Riska.
Nggak ma mama melati baik kepada Lea tapi kenapa mama Riska Sangat baik kepada Lea, bukankah kita baru saja berkenalan bukan ma.
"Lea mama tau jika kita baru berkenalan dan bertemu tapi mama juga gak tau, kalo mama rasa mama sangat dekat dengan kamu Lea mama juga gak tau kenapa mama bisa punya perasaan itu" ucap mama.
"Aku yakin jika Lea berada dirumah alan aku harus segera menjemput Lea sebelum, mama mengetahui ini semua dan berbuat lebih jahat lagi kepada Lea " ucap azza melakukan mobilnya dengan kencang.
Mama Riska Lea benar-benar terima kasih atas kebaikan mama tapi maaf Lea gak bisa, lama- lama disini Lea mau langsung pulang saja ma.
"Baiklah Lea boleh pulang tapi sebelum pulang Lea harus makan dulu daripada nanti Lea pingsan lagi gimana" ucap Mama.
__ADS_1
Akhirnya aku menuruti perkataan mama Riska dan makan terlebih dahulu sebelum aku pulang,aku menyantap makanan Sebenarnya aku memang sangat lapar dari tadi.