
" Lea gimana sama keadaan kamu baik-baik ajakan ? " riska.
Iya ma lea baik kok lea cuma kekurangan oksigen, sama juga ketakutan ke kunci di gudang sama juga laper makanya tadi kak azza mau beli makanan tapi mama sama papa malah nyuruh kak bintang yang beliin makanannya.
" Lea lea masih sakit aja masih suka bencanda sama senyum gitu kamu memang anak yang kuat dan baik, tapi mama mau nanya kenapa kamu sampai ke kunci di gudang atau kamu lihat gak siapa yang ngekunciin kamu di gudang " riska.
Gak ma lea gak lihat siapa orangnya karena pertama itu selesai lea nyiapin berkas kak alan, lea langsung turun ke lantai bawah waktu itu emang udah sepi ma jadi lea mau bergegas pulang tapi tiba-tiba pas di bawah di dekat jalan menuju gudang kantor.
Lea tiba-tiba dengar suara perempuan lagi nangis ma jadi lea coba cari sumber suara itu sampai ke arah gudang pas lea coba cek di gudang tiba-tiba aja pintu ketutup ma lea juga gak sempat liat siapa orang yang nutup pintu itu.
" Tapi lea papa yakin kalo orang itu masih karyawan kantor kita tidak mungkin dari orang luar bisa masuk ke kantor " winanta.
Entahlah pa lea juga tidak tau tapi jika itu benar kenapa orang itu malah berbuat seperti itu pada lea padahal lea rasa lea tidak pernah salah apa-apa.
" Waahhhh lea memang beruntung meskipun sudah hidup susah sejak kecil bahkan sampai sekarang dia belum tau siapa orang tua kandungnya tapi, lihatkah dua orang itu malah sangat menyayangi lea dan dua orang itu juga bukan orang sembarangan.
Ya keluarga winanta aku rasa jika memang takdir, kebenaran, dan hubungan jalinan batin yang kuat tidak akan pernah salah dalam mengenali orang yang disayangi " batin azza.
" Begitu bahagia melihat ada orang yang sangat menyayangi lea dengan tulus aku yakin jika riska, juga merasakan bahwa lea memiliki hubungan dengannya dan yang paling merasakan itu adalah arum apakah aku harus jujur sekarang ini kepada arum.
Tapi rasanya aku belum sanggup untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada arum dan keluarganya, tapi sepertinya takdir menyatukan lea dan alan bahkan itu tidak dapat dipisahkan jadi sekarang apa yang harus aku lakukan " batin melati.
Beberapa menit kemudian akhirnya alan datang membawa makanan untuk lea dan entah kenapa orang tua alan, mama dan azza pergi dari ruangan dengan alasan ingin makan diluar dan mengobrol bersama.
__ADS_1
" Baiklah sekarang makanan lea sudah datang jadi lea makan dulu dan istirahat alan tolong jagain lea ya, mama papa, tante mel dan juga azza ingin keluar sebantar jadi alan jagain lea dulu ingat di jagain ya " riska.
" Lea mama sama azza keluar dulu sebentar jadi kamu makan aja dulu tambah stamina kamu yaudah mama keluar dulu " melati.
Iya ma semuanya hati-hati.
" Ni makanannya di makan dan ini air minumnya ada lagi yang diperlukan " ucap alan.
Tidak tuan tidak ada yang diperlukan lagi terima kasih atas bantuannya karena sudah mau menolong saya dan bahkan membelikan makananan ini.
" Ehhhhhhh tapi saya ingin katakan diluar kantor panggil saja saya kak kak alan tidak perlu dengan sebutan tuan kamu pahamkan " alan.
Paham tuan maksudnya paham kak alan, tapi kenapa kak alan tidak ikut makan atau kita makan berdua saja kak.
" Sudahlaj kau makan saja aku tidak lapar jika aku lapar aku bisa mencari makanan sendiri " ucap alan.
Di sebuah kafe di dekat rumah sakit
" Baiklah sepertinya biar saya saja yang memulai pembicaraan kita ini, disini saya sebagai orang tua dari alan mama dan papanya ingin menyampaikan niat baik kami pada kelurga lea yaitu jeng melati dan azza " ucap riska.
" Niat baik maksud jeng riska apa ? " melati.
" Begini jeng mel dan juga azza saya ingin menyampaikan niat baik untuk melamar lea menjadi menatu kami untuk putra kami alan. Dan kalian tenang saja alan sendiri yang mengatakan pada kami berdua bahwa dia memang ingin melamar lea minggu depan tepat di acara ulang tahun mereka berdua " jelas riska.
__ADS_1
" Benar apa yang disampaikan oleh istri saya ini alan putra kami memang benar-benar ingin melamar lea menjadi calon istrinya, dan jika mengenai masalah atas perbuatan alan yang memang tidak mengenakan hati dan atas kesalahannya pada lea kami sebagai orang tua juga memohon maaf pada keluarga lea " winanta.
Azza yang mendengarkan apa yang diucapkan oleh orang tua alan juga sedikit terkejut dengan niat alan yang disampaikan oleh orangt tuanya ini.
Azzapun menyenggol kaki mamanya dan bicara sedikit berbisik " ma jawab mama aja yang jawab duluan nanti azza bantuin juga " azza.
" Sebelumnya saya sebagai orang tua angkat lea mengucapkan terima kasih atas niat baik dari alan yang telah di sampaikan tadi, saya sebagia orang tua tentu senang dan menerima dengan baik juga tentunya tapi itu kembali lagi pada leanya begitu saja yang hanya bisa saya jawab " melati.
" Benar tan om apa yang mama katakan itu benar kami setuju saja bahkan sangat senang jika lea bisa di pinang oleh alan dan keluarga om dan tante.
Tapi itu kembali lagi kepada leanya om tan tapi azza merasa lea akan menerima tetapi alangkah lebih baiknya kita harus mendapat pendapat dan jawaban dari lea langsung om tan " azza.
" Syukurlah jika dari kalian mau menerima alan dan setuju itu menjadi pertanda baik untuk hubungan mereka berdua, tapi tenang saja saya punya rencana untuk mereka berdua yaitu alan dan lea jika kita bisa bekerjasama dan mejalankan rencana ini dengan baik.
Maka dengan yakin usah kita tidak akan gagal tapi sebaliknya rencana kita akan berhasil demi anak-anak kita berdua.
Baiklah rencananya akan kita lakukan mulai beberapa hari kedepan sampai pada acara hari H nanti jadi kita harus ekstra bekerja dan menyusun rencana untuk mereka " riska.
" Kelihatannya keluarga om winanta memang sangat menyukai lea bahkan sampai membuat rencana bersma kami, apakah lea akan mau menerima alan mengingat beberapa kejahatan yang dilakukan oleh alan sendiri pada lea.
Kita lihat saja dan susun rencana ini sebaik mungkin aku juga berharap lea memang benar-benar berjodoh denganya " batin azza.
Kak aku sudah selsai makan dan aku sangat kenyang sekali lagi aku ucapkan terima kasih pada kak alan kak kak alan kenapa malah diam saja dan fokus melihat handphonenya.
__ADS_1
Kak kak alan apa yang kak alan perhatikan di handphone itu ada hal serius apa sampai fokus sekali melihatnya.
Alanpun menyodorkan handphonenya pada lea dan memperlihatkan sebuah vidio, dan itu membuat lea terkejut dengan apa yang ia lihat.