
Mengingat kenangan kelam dimasa lalu yang berkecamuk dipikirannya, membuat Alan melepaskan rangkulannya dan mendorong Lea kelantai hingga terjatuh dengan keras.
Awww sakit tuan tuan ini apa-apaan jika memang tidak ingin membantu, saya sudah katakan tidak perlu membantu saya aduhh sakit merasakan kembali benturan disiku yang semakin sakit tapi aku tak berani melawannya.
Karena sepertinya Alan memang benar-benar marah dan entah setan apa yang membuat sikap dan perlakuannya berubah-ubah, terkadang entah kenapa dia baik terkadang dia seperti kesetanan saja.
" Andai kau tau gadis miskin nan bodoh ( sambil mencengkram dagu Lea sangat kuat, dan bahkan sampai bertanda merah) aku masih sangat sangat membencimu dan dendam kepadamu.
Ingat perlakuan baik ku ini hanya didepan mama dan papaku saja, dan ingat aku tidak akan pernah menjadi kekasih mu begitu juga sebaliknya. kau harus merasakan apa yang telah aku rasakan selama 7 tahun ini penderitaan dan hinaan yang terus terngiang- ngiang dikepalaku ingat itu gadis miskin" ucap Alan.
Tanpa disadari ternyata mama melati telah sampai didepan rumah, dia memang kembali kerumah dengan naik taksi. karena tadi dia memakai mobil azza, jadi Lea dan Alan tidak mendengar suara mobil yang datang.
Mama Melati yang ingin masuk kedalam rumah seketika langkahnya terhenti, mendengar bentakan laki-laki dan ringisan kesakitan dari suara lea.
Mama Melati memperhatikan dari luar melewati kaca bertapa terkejutnya dia melihat jika Alan melakukan itu keoada Lea yang putri kesayangannya, walaupun dia juga sempat melakukan itu pada Lea dengan ancaman kepada azza agar tak membongkar rahasia.
"Tidak aku tidak percaya dengan apa yang aku, lihat apa sebenarnya dibalik sikap alan itu dia memang kurang ajar berani sekali dia menyakiti Putri ku. andai kau tau Aslan Lea itu adalah Rindu ya Rindu Ruma Prayuanda, sosok gadis yang telah dijodohkan dengan mu sejak kalian masih kecil bahkan masih bayi.
Kedua keluarga kalian sudah merencanakan itu baiklah sekarang kau telah membuktikannya, Lea mama berjanji akan menutup rapat tentang indentitas serta latar belakang mu.
Aku juga harus merekam ini semua agar azza semakin percaya, jika naluri seorang ibu itu benar aku tidak ingin Lea kembali kepada kedua orang tuanya dan menjadi pasangan dari laki-laki bermuka dua itu" gumam melati yang masih terus berdiri dan juga tak berani masuk kedalam rumah sampai alan keluar.
__ADS_1
Tuan Alan tolong jelaskan kesalahan apa yang telah aku lakukan padamu, sehingga kau sampai begitu sakit hati dan menaruh dendam kepadaku. baiklah dengan menyakiti aku membuat diri mu bahagia, akan aku lakukan semua perlakuanmu.
Tapi tolong lepaskan cengkramanmu ini badanku sudah sangat sakit sekali, aku mohon aku mohon akhirnya aku jatuh pingsan karena tak sanggup menahan sakit, dibagian lutut, siku tanganku, hempasan kuat kelantai, dan cengkraman dari Alan yang seperti kesetanan itu.
"Kau memang gadis miskin bodoh dan satu lagi Sangat lemah sekali, baiklah ini baru permulaan dan permulaan karena kau terlalu lemah jadi aku tidak bisa menyiksamu lebih kuat.
Karena jika itu aku lakukan maka mungkin saja kau akan pergi dari dunia ini selamanya dengan cepat, sedangkan aku masih ingin bermain-main dengan dirimu" ucap Alan setelah Lea pingsan dan terhempas kelantai.
Alanpun pergi meninggalkan rumah itu menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dijalanan dekat komplek rumah Lea. Alanpun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil terus tersenyum bahagia karena telah melakukan tugasnya dengan baik.
"Lea Lea bangun sayang Lea bangun mama mohon sayang, lihat ini mama sayang mama janji tidak akan marah dan menyakiti Lea lagi bangun sayang" ucap melati namun tanpa respon apapun dari Lea tubuhnya telah lemah dan detak jantungnyapun seketika berhenti.
Flashback
"Tapi kenapa ma Lea sudah terlalu lama berpisah dengan orang tuanya kenapa sekarang kita harus menyembunyikannya" jawab azza.
"Sayang mama merasa jika ada sesuatu yang tidak baik jika Lea harus pergi menemui orang tuanya sekarang ini, perasaan mama sekarang tidak karuan seperti Lea dalam bahaya.
baiklah sekarang azza pergi ke apartemen dan mama akan kembali kerumah, jika nanti Lea kenapa-kenapa mama akan menghubungi azza" ucap melati.
"Baiklah ma tapi azza mohon jangan sakitin Lea lagi kasihan dia ma" mohon azza,
__ADS_1
"Iya sayang mama tau itu bukankah kita sudah pernah katakan jika dia adalah, kebahagiaan kita sekarang bahkan dia itu Malaikat dan bidadari dihidup kita yang slalu baik, lembut dan perhatian kepada kita" melati.
Azza dan mamanya pun berpelukan karena tau jika ini hanya sandiwara mereka, bisa dibilang sandiwara tapi nyakitin leanya serius sampai Lea kesakitan ehh mereka bilang cuma sandiwara.
"Azza mama harus menelpon mu angkat za azza angkat telpon mama" gerutu Melati sambil terus menepuk pipi Lea agar sadar namun tidak ada respon darinya.
"Kenapa mama menelpon apa mungkin terjadi sesuatu" guman azza,
pesan singkat mama "azza tolong cepat kembali kerumah mama perlu bantuan azza cepat lah sayang".
Azza langsung menuju mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, saat sampai azza sangat panik melihat Lea yang terbujur dengan kepala diatas paha mamanya.
" Ma Lea Kenapa ma jawab azza Lea kenapa" panik azza,
" Sekarang bantu mama untuk membawa Lea kerumah sakit nanti akan mama jelaskan pada azza" ucap mama.
Merekapun membawa azza kerumah sakit dan saat azza ditangani dokter, disaat itulah mama Melati menjelaskan apa yang ia lihat tadi sambil melihat vidio Lea yang disakiti oleh Alan.
"Kurang ajar kau Alan kau berani menyaki Lea ingat setelah kau tau nanti, siapa Lea sebenarnya aku pastikan saat itu kau akan jatuh cinta padanya namun aku juga pastikan Lea tidak akan pernah mencintaimu" gumam Azza.
"Baiklah sayang sekarang kita sudah jelas dan harus saling menutup rapat-rapat, rahasia siapa Lea sebenarnya daripada kita memberi tau semua orang maka Lea akan semakin dalam bahaya" ucap mama.
__ADS_1
"Baiklah ma azza sekarang juga mengerti dengan semua ini dan apa yang harus azza lakukan" ucap azza.