Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
77. Tidur di Rumah Sakit


__ADS_3

( Turun dari Mobil )


" Jangan berani-berani menyentuh lea ( menepis tangan dito ) sudah biar aku yang mengantarkannya, jika kau ingin menjenguk mama lea maka pergilah sendiri kau bisa bukan ? " tegas alan.


" Heii santai bro kenapa kau selalu marah saat aku dekat dengan lea, bukankah aku pernah katakan padamu jika lea adalah sahabat masa kecilku apasalahnya jika aku dekat dengannya " dito.


Udah-udah jangan ribut juga ini rumah sakit, tuan sudah tidak perlu marah apa yang dikatakan kak dito itu benar, jadi kita sama-sama masuk saja melihat kondisi mama.


" Biar aku bantu berjalan lea " alan.


Tidak usah lea bisa jalan sendiri akupun berjalan menuju ruangan mama dan disana juga ada kak azza.


" Lihat saja kamu tidak akan bisa macam-macam kepada Lea dan ingat, karena saya tidak akan tinggal diam kamu hanya sahabat masa kecil yang sudah terlupakan jadi jangan berharap apapun bahkan berniat mendekati lea Alan membatin. "


" Aku yakin jika Lea tidak menyukai laki-laki itu alan siapalah namanya, tapi bukankah bahkan tadi lea sempat memanggilnya dengan sebutan tuan aku yakin pasti ada sesuatu dibalik semua ini.


aku akan selidiki dan aku tidak akan mundur sampai aku mendapatkan Lea, maka dari itu kita akan bersaing secara sportif dan secara laki-laki dito membatin. "


Setelah sampai di ruangan kak dito mendekati mama dan menanyakan keadaan mama sedangkan tuan alan hanya diam berdiri di sampingku dengan wajah marah.


Beberapa menit bahkan sampai satu jam lebih mereka masih ada di sini malam pun semakin larut aku mencoba bertanya kepada mereka.


Tuan Alan dan kak Dito apakah kalian tidak ingin pulang ?


" Kak dito masih ingin menemani tante disini saja bolehkan tan ? "

__ADS_1


" Tentu boleh silahkan " jawab mama.


tapi ma sepertinya tidak perlu disinikak ada lea dan kak azza juga untuk menemani mama, jadi kak dito lebih baik pulang saja, begitu juga dengan tuan alan.


" Aku juga ingin menemani tante di sini bukan begitu tante, pasti tante membolehkannya ?" alan.


" Silakan tante tentu akan sangat senang kalian mau menemani tan disini, karena disini hanya ada kami perempuan saja ( tersenyum ) " mama.


Tiba-tiba Kak Azam mendekatiku dan berbisik,


" Kakak tidak ikut-ikutan lea selamat menikmati malam ini tapi ingat jangan sampai membuat kesalahan dan jangan lakukan apapun yang akan membuat mama kembali marah dan mempertanyakan perihal tadi.


Kakak sudah tahu semuanya jadi bersikaplah baik dan dan tentukanlah pilihanmu dengan baik, kak juga tidak akan memaksamu tapi cobalah pikirkan lagi mengenai hal itu " azza.


" Akan kak coba semampu kakak " azza.


Setelah pemeriksaan kondisi mama malam ini mama pun istirahat dan tidur, sekarang hanya kami berempat aku kak azza, kak dito dan tuan alan tentunya di ruangan ini.


Mana mungkin dan bagaimana kami harus tidur saat aku memikirkan tentang hal itu, tiba-tiba saja tuan alan berkata.


" Baiklah saya akan menunggu dan menjaga diluar saja karena pastinya disini lea dan kaka azza yang akan menjaga tante bukan kalo begitu saya permisi " alan.


Kak dito juga mengatakan hal yang demikian dan juga ikut keluar.


" Lea kak mau ngomong boleh ya, jujur satu sisi kakak iri sama kamu direbutin sama cowok sampai segitunya. tapi kamunya diem aja nggak mau milih diantara mereka, tapi Kakak juga nggak maksain kamu tapi kamu harus ingat jangan permainkan mereka dan kamu harus hati-hati jangan sampai melukai hati mereka.

__ADS_1


Mereka itu laki-laki berpikir dengan logika bukan perasaan jadi kakak harap kamu bisa menyikapi dan menanggapi mereka sebaik mungkin " jelas azza.


Baiklah kakak lea tau itu, tapi kenapa kesannya kakak lebih mengutamakan mereka. apakah kak sudah tidak menyangi lea lagi ( raut sedih ).


" Justru karena kakak sangat menyayangi kamu kak ingin adik kakak yang sangat cantik dan baik ini ( memeluk dari belakang ), tidak disakiti dan tersakiti oleh orang lain.


Kalo begitu kak istirahat dulu, kakak tidur di sofa ya kamu nemenin mama di sini aja di samping nanti kita gantian oke, atau lea duluan aja yang tidur disofa atau kakak duluan yang jagain mama ? " azza.


Ya udah biar lea aja yang tidur di samping mama kak tidur di sofa aja, malam pun semakin larut kak azza sepertinya sudah tertidur dan aku belum bisa tertidur aku pun penasaran bagaimana dengan dua orang itu diluar.


Akupun mengintip mereka dari jendela terlihat mereka duduk berjauhan tapi sepertinya di luar sangat dingin, tapi sudahlah itu pilihan mereka di sini juga tidak ada banyak selimut atau aku kembali menyuruh mereka untuk pulang saja.


Sepertinya lebih baik begitu akupun keluar dan saat pintu terbuka mereka malah terbangun,


" Lea Kenapa belum tidur " ucap mereka serentak.


Belum tidur karena belum ngantuk jadi lea mau lihat Kak Dito sama tuan alan di luar, aja kalau emang di luar dingin atau nggak sanggup nemenin kita di sini. bagaimana kalau tuan dan kak dito pulang saja biar lea dan kak azza saja yang menjaga mama.


" Udah gak usah kami di sini saja lagian kami ini laki-laki sudah biasa dengan hawa dingin dan begadangpun kami sanggup bukankah begitu gitu teman ? " ucap alan.


" Ya bener lea jadi sebaiknya Lea kembali tidur kami akan menunggu dan menjaga di luar saja " ucap dito.


Baiklah tapi jika nanti memang tidak sanggup maka lebih baik tuan dan kak dito kembali saja ke rumah masing-masing ya


Kalo gitu lea masuk dulu lagi selamat malam.

__ADS_1


__ADS_2