
" Dek dek lea bangun udah pagi, kamu gak kerja hari ini, mama biar kakak aja yang jagain " azza.
Hemmm iya kak tapi kayaknya lea gak masuk kerja juga hari ini kak soalnya mau nemanin mama aja kak.
" Udah kamu kerja aja ohh ya kakak lihat alan sama dito masih nunggu di luar tu, mendingan kamu pulang aja trus masuk kerja kalo kamu tetap disini pasti mereka juga terusan tetap disini. sekalian kamu bisa pulang minta dianterin sama alan atau dito udah sana, biar kakak aja yang jagain mama udah sana ( menarik lea agar berdiri dari kursi ) " azza.
Ya udah kalo gitu tapi lea pulang sendiri aja kak, nanti mereka malah berantem gak jelas lagian mereka masih tidurkan kak.
" Kalo kamu pulang sendiri nanti mereka marah lo sama kamu terutama, tu si tuan alan kamu itu udah terserah kamu aja yang penting jaga diri baik-baik oke " azza.
Kalo gitu lea pulang duluan selesai ngantor lea langsung ke rumah sakit ya kak ( bersalaman dan cipika-cipiki ) dahh kak, ohh iya nanti izinin sama mama ya kak soalnyakan mama masih tidur.
" Pastilah udah hati-hati " azza.
Akupun mengambil tasku dan berjalan menuju ke luar dengan membuka pintu pelan-pelan, tapi lagi-lagi mereka bangun bersamaan.
" Mau kemana lea mau pulang ya biar dito anterin ya sekalian aku juga mau balik yuk ? " tawar dito.
" Ehhmmmm bukankah lea akan pulang dan ingin berangkat ke kantor, jadi lebih baik pulanglah bersamaku saja bukan begitu lea " alan.
Tapiiii tuan....
" Begini teman jika memang kalian ingin bekerja bukankah teman ingin pulang juga dan bersiap-siap, jadi biarkan saya saja yang mengantar lea. " dito
" Hahhhh itu tidak masalah karena akulah bosnya sekaligus kekasih lea bukan begitu sayang ( menarik tangan lea ) " alan.
Astaga tuan alan berulah lagi bagaimana dengan kak dito, tuan lepaskan tangan saya sedikit berbisik. namun dia malah terus mempererat genggamannya, maaf kak dito sepertinya lea diantar tuan alan saja sekali lagi lea minta maaf kak.
" Kurang ajar sekali alan ini lihat saja sebelum janur kuning melengkung, tikung menikung akan bermain batinku. Baiklah tidak apa-apa lea hati-hati dijalan aku juga akan kembali ke apartemenku " dito.
Hati-hati di jalan juga untuk kak sampai jumpa,
__ADS_1
" ( Menarik tangan lea ) cepatlah bukankah kau akan pulang " alan.
Tuan bisakah pelan-pelan dan tidak menarik tanganku sekuat ini lepaskan aku, ahh menyebalkan sekali dia kembali marah sepertinya.
" Masuk mobil cepat masuk ke mobil, aku peringatkan sekali lagi kepadamu jangan pernah dekat-dekat pada laki-laki siapapun itu kau mengerti " alan.
Tapi bukankah tuan ini laki-laki berarti aku juga tidak boleh dekat dengan tuan ?
" Jangan membuatku marah dengan perkataan bodoh mu itu sudah sekarang diamlah aku akan mengantarmu pulang menunggumu dan begitu juga sebaliknya. " jelas alan
Maksud tuan sebaliknya apa ?
" Kau sekarang ini sepertinya ingin aku panggil bodoh ya dari tadi kau tidak mengerti dengan yang aku ucapkan, baiklah aku masih mencoba baik padamu.
Sebaliknya yaitu kau juga harus ikut ke rumahku dan menugguku setelah itu kita akan berangkat bersama apakah sekarang telah jelas bukan " alan.
Tidak tuan tidak perlu menunggu saya bahkan berangkat bersama, saya bisa berangkat sendiri bahkan saya juga bisa pulang sendiri jadi tuan tidak perlu repot-repot.
Tuan saya bilang tidak perlu mengantar saya, ahhh diam lagi memang begitu sikapnya bagaimana juga nanti saat aku dirumahnya pasti mamanya akan banyak bertanya mengenai hubungan sandiwara ini.
Katanya membenci, dan dendam padaku tapi malah dia menjebakku ibu tolong lea ibu lea mohon.
Beberapa menit akhirnya aku dan tuan sampai di rumah,
" waktu hanya ada 20 menit jadi cepatlah bersiap dan jangan berlama-lama cepat pergilah bersiap dan tidak perlu hidangkan apapun untukku aku hanya ingin kau cepat selesai " tegas alan.
Baiklah tuan saya permisi dulu, akupun bersiap-siap dengan waktu yang ada dan tepat waktu. selanjutnya aku harus ikut ke rumahnya dan sudah bisa di bayangkan pasti mama riska akan senang dengan kehadiranku.
Aku juga senang sekali bisa bertemu dengan mama riska tapi aku juga tidak ingin membuat dia kecewa nantinya, jika tau apa yang senarnya terjadi antara aku dan alan.
Di Rumah Alan
__ADS_1
" Tunggulah disini ( ruang tamu ) mungkin mama masih di kamar tunggu saja disini " alan.
Tentu aku akan menunggu disini akupun bersandar di sofa yang sangat empuk ini karena semalaman aku sangat lelah sekali menjaga mama.
" Haiii sayang kamu ada disini ( cipika-cipiki ) kenapa gak ngabarin mama ohh ya, kamu kesini sama alankan sayang sekarang alan mana ? " mama riska.
Tu maksudnya Kak alan sedang di kamar ma.
" Kalian kemana saja semalaman ini lea kenapa alan sampai tidak pulang, lembur di kantor ya ? " riska.
Gak ma kak alan nemenin lea di rumah sakit soalnya mama lagi sakit, kemaren lea udah bilang sama kak alan kalo emang mau pulang gakpapa.
Dirumah sakitkan udah ada lea sama kak azza, tapi kak alan bilang dia mau nemenin lea jagain mama.
" Ya ampun maaf ya mama gak tau kalian juga gak ngabarin mama jadi mama gak bisa besuk mama kamu sayang " riska.
Gakpapa ma lagian hari ini mama juga udah boleh pulang kok.
" Kalo gitu nanti mama besuk mamanya lea ya atau nanti kita sama-sama aja kesananya, lea bareng sama alan aja " riska.
Jawabannya tentu iya baik ma batinku, iya ma nanti lea sama tu maksudnya sama kak alan saja.
" Kamu masih suka panggil alan tuan soalnya mama perhatiin, lea sering banget ngomong tu tu tuan alankan ? "riska.
Mungkin karna udah keseringan di kantor lea panggil tuan, tapikan gakpapa juga ma.
" Wahhh tampannya mama udah siap mau berangkat ke kantor ya sarapan dulu yuk, yuk sayang lea habis sarapan baru berangkat " ucap riska.
" Gak usah ma alan sama lea sarapan di kantor saja ini sudah terlambat, kan mama sendiri yang bila kita harus tepat waktu apalagi kita ini seorang pemimpin.
Karena itu kita tidak boleh mengingkari janji yang telah kita buat sendiri atau disepakati, karena hanya orang jahat dan tidak bertanggujawab yang berani mengingkari janjinya sendiri ( ketus alan seolah menyindir lea ). "
__ADS_1
Tuan sebenarnya tuan tidak tau apa alasan saya melakukan itu semua, dan tuan juga harus tau dan sadari saya tidak pernah membuat tuan kalah dalam pertandingan itu. dan untuk kesalahan saya yang tidak bisa menepati janji untuk mengjadiri pertandingan itu saya minta maaf batinku.