Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
107. Confess


__ADS_3

...~ Terima kasih karena dirimu menerima rasa cintaku, dan aku berharap kita akan selalu mencintai~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Sinar mentari kembali menyapa dengan senyuman dan kehangatannya yang memberikan semangat untuk semua orang.


' kenapa aku rindu banget ya sama mama dan kak Azza, yaudah nanti habis jam kantor aku mau ketemu mereka. '


" Ma, pa Rindu berangkat ya ohh iya hari ini Rindu mau minta izin juga ya, Rindu mau ketemu mama sama kak Azza bolehkan, ma pa. "


" Tentu sayang " sahut sang mama.


" Mau papa dan mama temanin. "


" Tidak perlu pa, biar Rindu sendiri saja kalo begitu Rindu duluan dadahhh. "


Rindupun berlari kecil keluar rumah, menunggu taxsi yang telah ia pesan, karena hari ini ia tidak bisa diantar oleh Brian dan dia juga menolak diantar oleh sang papa.


Beberapa menitan kemudian akhirnya Rindu sampai di kantor dengan tepat waktu.


Tiinngggggggggg (lift terbuka)


Pagi ini Rindu sangat semangat, ya walaupun dia selalu semangat setiap harinya karena sekarang hidupnya begitu bahagia.


' Ibu semoga ibu bahagia diatas sana melihat Lea yang sekarang, tapi sekarang nama Lea bukan Lea lagi tapi Rindu ibu ya Rindu ibu, tidak apa-apakan ibu jika nama Lea diganti tapi ibu tenang saja Rindu tidak akan melupakan nama pemberian ibu. '


" Pagi tuan " ucap Rindu dengan senyuman.


" Ehmmm, sepertinya hari ini kamu sangat bahagia apa karena akan bertunangan denganku " sahut Alan sombong.


" Ihhh ga juga sih, tapikan aku biasanya juga semangat terus tau udah ahh aku mau bikin teh dulu, mau dibuatin juga ga. "


" Apakah seperti itu cara berbicara sekertaris pada tuannya " ucap Alan menggoda.


" Uhhhh baiklah, permisi tuan apakah tuan ingin dibuatkan minuman pagi ini ? " ucap Rindu malas.


" Walaupun nadanya sedikit malas dan tidak enak didengar saya tetap suka, apalagi sama orangnya iya saya mau dibuatkan minuman " balas Akan.


" Ihhh dasar tuan nyebelin " gerutu Rindu lalu keluar dari ruangan.

__ADS_1


*****************


Jam makan siang


' aku tanya ga ya ke kak Alan, tapi aku juga takut nanti malah bikin jadi canggung tapi aku juga penasaran dan ga mau semuanya terjadi karena paksaan dan rasa dendam. '


" Kalo ada yang mau diomongin ngomong aja, tapi habisin dulu makanannya " ucap Alan menyadarkan Rindu dari pikirannya.


" Ehmm iya kak. "


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai menyantap makan siang mereka, sebelum kembali ke kantor Alan kembali bertanya pada Rindu.


" Ngomong aja kalo emang ada yang mau diomongin, soalnya kalo cuma diam aku ga ngerti Rindu " ucap Alan.


Rindu sedikit terkejut saat Alan tiba-tiba berbicara dengan lembut sembari memanggil Rindu dengan panggilan namanya.


" Ehhh-eehhmm itu kak, ee-hemmm itu aku ma-ma mau " ucap Rindu tiba-tiba terbata karena gugup dan sedikit takut.


" Rindu " ucap Alan menenangkan sembari menggenggam tangan kanan Rindu.


" Uhhhh, kak Rindu cuma mau tanya jujur dari kakak, apa kakak masih benci dan dendam sama aku kak ?, apa kakak ngerasa terpaksa sama semua ini ?, dan satu lagi apa ka-ka kakak cin- ci cinta sama aku, atau kakak nerima ini semua hanya buat balas den- " ucap Rindu terhenti ketika Alan meletakkan telunjuknya dibibir Rindu.


" Kak, kakak kan tau gimana awal kita ketemu dan apa aja yang udah terjadi selama ini kak, aku cuma ga mau kalo kita nikah cuma karena ga mau bikin mama papa kecewa. "


" Kasihan mama papa kak, jujur aku bener-bener minta maaf sama semua kesalahan aku ke kak, aku yang bikin kakak marah dan hancur waktu SMA tapi aku juga punya alasan sama semua itu kak, dan jujur aku sayang dan cinta sama kakak. "


" Tapi aku juga ga mau bikin kakak menderita sama semua ini, aku ga mau kalo aku harus ngelakuin kesalahan lagi sama kakak dan bikin kakak marah dan benci sama aku lagi, kalo emang kakak ga bisa nerima semua ini kita bisa bicara baik-baik ke mama papa, kak. "


" Udah, udah selesai ngomongnya sekarang boleh aku yang ngomong " ucap Alan.


Hanya anggukan yang diberikan oleh Rindu.


" Sebelumnya aku juga mau minta maaf sama kamu Lea atau sekarang kamu udah jadi Rindu nama asli kamu dan keluargamu kamu, aku minta maaf sama semua yang pernah aku lakuin ke kamu, Rin " balas Alan dengan menggenggam tangan Ara dengan kedua tangannya.


" Jujur dulu aku memang sempat marah, benci dan juga dendam sama kamu tapi jujur setelah pertemuan kita kembali di kantor waktu itu ga tau kenapa perasaan aku mulai berubah Rin, jadi aku ga mau kita batalin pertunangan kita. "


" Aku cinta sama kamu, kamu maukan jadi istri aku " ucap Alan langsung membuat rindu terkejut dan membulatkan matanya.


" Tapi kak, aku cuma ga mau ka-. "

__ADS_1


" jawab pertanyaan aku barusan Rindu, jangan alihin ke hal lain " ucap Alan begitu dalam.


" I-i iya kak Rindu mau jadi istri kakak, sekali lagi Rindu minta maaf sama kakak buat semua hal yang udah Rindu lakuin ke kakak. "


" Aku udah maafin kamu jadi ga perlu minta maaf lagi, sayang " sahut Alan sembari menggoda Rindu.


Setelah saling mengutamakan perasaan mereka, terbitlah senyuman kebahagiaan dari mereka berdua tanpa henti hingga saat sampai di butik senyuman mereka terpancar bahagia.


Hal ini tentu membuat kedua orang tua mereka masing-masing ikut bahagia.


" Mama senang banget lihat putra mama sebahagia ini sama menantu mama yang cantik ini " goda mama Alan.


" Iya mama juga ikut senang, tapi ada sedihnya juga sih " ucap mama Rindu.


" Ma, mama kok sedih " ucap Rindu kemudian merangkul sang mama.


" Mama tau kalo mama ga boleh sedih, mama juga ikut bahagia sayang tapi mama ngerasa sedih karena mama baru aja ketemu lagi sama putri mama yang udah hilang bertahun-tahun, dan pas dia kembali ke mama tapi dia harus pergi lagi ninggalin mama " ucap sang mama sedih dengan air mata yang telah berkaca-kaca.


" Mama, mama tenang aja Rindu ga akan tinggalin mama lagi, ma " sahut Rindu dan memeluk erat sang mama.


" Benar apa yang dibilang Rindu jeng, Rindu masih bisa tinggal sama kamu dan main ke rumah kita mereka juga ga akan tinggal jauh dari kita. "


" Iya ma, mama tenang aja aku sama Rindu bakalan sering ke rumah mama papa, iyakan sayang " ucap Alan.


" Iya kak. "


Sang mama hanya mengangguk dalam pelukan Rindu, dan setelah itu mereka melanjutkan tujuan mereka di butik ini untuk fitting baju pertunangan mereka.


' maksih Rindu aku bahagia dan beruntung bisa milikin kamu, jujur semua hal yang aku marah dan benci itu semua salah aku dan keegoisan aku sendiri, jujur aku bahagia punya kamu. '


' Rindu juga bahagia kak, semoga kita bisa bahagia sama-sama terus Rindu janji akan coba jadi yang terbaik buat kakak. '


POV Author:


Ciee ciee perang batin ni ye, nyambung banget ya batinnya bahagia deh buat kalian berdua.


Author juga ikut bahagia karena kalian, bahagia terus ya jangan marah lagi, jangan kayak anak kecil, harus dewasa dan bisa control emosi masing-masing.


Ohhh iya ini udah mau ending ni, udah pada tau dong readers gimana endingnya, nikmatin aja ya dadahhh.

__ADS_1


__ADS_2