Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
57. Bekerja


__ADS_3

Tak terasa akupun terlelap sampai mentari pagi kembali menyapaku, dan pertanda aku harus bangun mulai aktivitas dan bersiap-siap melakukan pekerjaan untuk hari ini.


Satu lagi tidak perlu untuk pergi memanggil tuan alan karena aku takut dia melakukan hal seperti kemaren lagi. setelah selesai bersiap akupun menuju dapur untuk sekedar membuat teh hangat, dan akupun duduk di meja makan sambil minum teh karena aku tidak bisa memasak karena tidak ada bahan makanan.


" Selamat pagi adek kak yang cantik gimana hari ini udah mau pergi kerja semangat ya, satu lagi cepatan yang baliknya kak rindu sama kamu " pesan kak azza.


Pagi juga kak lea yang sangat cantik hari ini lea udah mau pergi kerja, semangat juga untuk kak kerjanya iya kak lea juga udah rindu sama kakak dan mama besok lea udah balik ke jakarta kak.


" Yaudah semangat ya dek kalo ada apa-apa nanti kabarin kak atau mama " pesan azza.


Iya kakak nanti lea kabarin kalo ada masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan, yaudah kak dahhh dahhh.


" Akupun meminum tehku saat itu tuan alan datang, kenapa kau tidak mencariku atau menemuiku di kamar lagi ahh " alan.


Hari inikan kita memang akan pergi survei bekerja pasti tuan tau dan sadar akan itu bukan, lagian saya tidak mau untuk pergi ke kamar tuan lagi.


" Memangnya kenapa kau tidak mau ke kamarku apa kau takut aku untuk menciummu bukan " alan.


Tuan jangan bicara itu lagi dan bersikap seperti itu jika tuan terus bersikap seperti itu, saya akan keluar saja dari perusahaan tuan ya saya tidak akan bercanda dengan ucapan saya tuan.


" ( Mengambil Cangkir teh lea dan meminumnya tepat dibekas bibir lea ) " alan.


Tuan saya baru saja bicara pada tuan kenapa tuan malah bersikap semena-mena lagi, dan kenapa tuan merebut minumanku bahkan meminumnya tepat dibekas bibirku minum.

__ADS_1


" Kau bilang bukan jika aku tidak boleh bersikap atau berbicara bahkan bertindak untuk menciummu bukan, jadi jika aku ingin maka aku bisa melakukan ini " alan.


Apa aku tidak salah dengerkan tuan bukankah tuan tidak suka padaku, dan mengatakan jika tuan membenciku. ahh sudahlah aku tidak bisa memahami tuan lebih baik sekarang kita berangkat saja sekarang saya ambil tas dan berkas dulu ke kamar hanya sebentar.


" ( Memukul kepala ) Alan apakah kau sudah bodoh sepertinya sampai kau mengatakan jika kau bisa dan ingin menciumnya, jangan bodoh alan kau harus jaga wibawamu dan jangan sampai kau benar-benar mencintainya " Alan.


Aku menutup pintu kamar dengan cepat tidak itu tidak mungkin, kenapa dengannya sampai dimenyebutkan jika itu caranya untuk bisa menciumku tidak dia tak mungkin suka padaku bukan.


Ma mama kak azza, lea takut sekarang ini sikap alan semakin menjadi-jadi ibu bantu lea juga ibu lea gak bisa kalo begini terus lea mohon ibu.


Akupun mengambil tas dan berkas diatas meja, dan menarik napas dalam-dalam agar aku sedikit tenang saat menghadapi alan nantinya.


Akupun turun ke bawah dan menghampiri tuan alan ternyata dia telah lebih dulu menuju mobil, akupun melangkah dengan cepat dan masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil kami hanya saling diam dan tak bicara satu katapun, karena aku masih takut mendengar ucapan tuan alan tadi semoga saja dia tidak melakukan hal buruk padaku.


" Lakukan tugas dan pekerjaanmu dengan baik agar hasilnya akan baik juga " ucap alan saat akan turun dari mobil.


Baik tuan akan saya lakukan dengan sebaik mungkin, Saat turun aku kembali merasakan jika sikapnya kembali berubah padaku apakah tadi itu memang benar ia katakan atau hanya untuk menakuti mengancamku saja.


Baiklah aku harus fokus pada pekerjaan ini, pembicaraanpun dimulai aku juga mempresentasikan beberapa rencana dan data dari rencana kerjasama tersebut.


Setelah selesai perbincangan kami semua makan, dan minum serta bersantai beberapa menit saat itu aku izin untuk ke toilet sebentar.

__ADS_1


" Senang bisa bekerjasama dengan tuan alan putra dari pak winanta, ohh ya ngomong-ngomong diluar bisnis kita ini apakah saya boleh bertanya mengenai sekertaris tuan tadi " seorang kolega bisnis alan yang umurnya cocok menjadi ayah lea.


" Saya juga senang tuan bekerjasama dengan anda tapi, untuk apa tuan menanyakan perihal sekertaris saya apakah presentasinya kurang baik atau ada yang salah tapi saya rasa tidak tuan dia menjalankan dengan baik bukan " alan.


" Tidak tuan maksud saya bolehkah saya mengenal sekertaris tuan lebih dari perkenalan nama saja begitu (senyum bermakna sesuatu) " kolega bisnis.


" Kurang ajar sekali dia apakah dia tidak sadar dengan dirinya bahkan umurnya (batin alan), baiklah tuan sepertinya saya harus kembali memperjelas tentang sekertaris saya tuan.


Baiklah nama dia adalah Lea asmaja seperti yang dia perkenalkan tadi, dan dia adalah sekertaris saya sekaligus kekasih saya bahkan kami akan menikah akhir tahun nanti semoga tuan bisa datang diacara pernikahan saya dan dirinya baik itu jelasnya tuan " alan.


" Kekasih tuan baiklah saya mengerti sekarang ",


" Makanya kalo udah tua itu ingat umur udah tau udah tua masih aja kegatelan ni bapak-bapak batin alan ".


Saat keluar dari toilet aku melihat sekilas seorang wanita mirip dengan kak meldi, ya kak meldi yang membullyku bahkan pernah membuat dahiku ini terluka kenapa aku jadi takut jika itu benar-benar dia.


Lebih baik aku langsung menuju meja tadi saja, permisi tuan-tuan " silahkan duduk " alan.


Apakah acara kita ini sudah selesai tuan-tuan, " benar lea acara kita telah selesai dan setelah ini kita langsung pergi saja " alan.


Akhirnya kamipun mengakhir pertemuan dan saling berjabat tangan, tapi tiba-tiba saja para kolega bisnis itu mengatakan.


" Selamat lea kami tunggu undangan dari tuan alan dan dirimu ".

__ADS_1


" Selamat tuan Alan kita bisa bekerjasama dan saling membantu nantinya, dan selamat juga untuk lea dan tuan sekali lagi selamat untuk kalian".


Aku yakin pasti ada sesuatu sandiwara lagi yang tuan alan lakukan, dan sepertinya ini sudah melampui batas tuan apa maksud mereka mengatakan selamat dan kami tunggu undangannya batinku sangat geram sekali pada alan sialan ini.


__ADS_2