
Selesai bicara dengan tuan winanta tiba-tiba saja tuan Alan juga datang, "Pa papa udah lama ngobrol sama Lea disini kenapa gak diruangan Alan aja pa lebih santai " ucap Alan.
"Papa kebetulan aja ketemu Lea disini cuma nanya kabar dia aja, ohh ya lan kamu taukan kalo kaki Lea lagi sakit" ucap winanta.
" ( Ya taulah pa kan Alan sendiri yang buat kaki dia sakit tapi yang mulai, duluan ibu gadis miskin ) tau pa tadikan kita kesini berdua ya kan sayang" ucap Alan sambil merangkul pundak Lea.
Entah lah Alan bermuka dua kadang baik seperti ini, namun setelah itu dendam dan kebencian hadir di dalam dirinya.
Iya pa tadi aku dan Alan kesini bersama," baiklah silahkan mulai bekerja sekarang papa akan kembali ke ruangan papa" ucap winanta.
Setelah papa tidak lagi terlihat Alan langsung menarik tangannya, dan bersikap jijik karena telah menyentuhku aku sangat sedih sekali walaupun sebenarnya aku belum mandi kan lagi sakit.
Tapi kenapa hari ini sangat perih rasanya mendengarkan setiap ucapan dan perlakuan mu, padahal saat kau mulai bersikap baik sewaktu SMA aku sangat nyaman bisa bertemu denganmu.
__ADS_1
Tapi sekarang semua berubah, akupun masuk keruangan dan duduk ditempat kerja ku tapi lagi-lagi Alan tak hentinya untuk memarahi dan membentak ku.
Dia memperlihatkan sebuah pesan dihandponenya, isinya adalah pesan dari Brian Prayuanda mengenai aku yang ingin melamar kerja disana apa mungkin kak azza yang mengatakannya.
Saat sedang berpikir tiba-tiba saja Alan mencengkram daguku dengan tangannya sangat kuat, aku sangat kesakitan karena baru ini aku pulih dari sakit kemaren dan harus merasakannya lagi.
Tuan saya mohon lepaskan tangan tuan ini kasihan lah saya saya ini perempuan, karena aku sudah tidak sanggup menghadapi semua ini.
" Kasihani bagaimana aku bisa mengasihani orang yang tidak mengasihani diriku, ingat ini belum seberapa saya akan membuat hidupmu lebih menderita.
Mendengar ucapan itu aku sangat takut jika alan benar-benar menyakiti kak azza atau mama melati, akupun langsung menggenggam tangan Alan dengan kedua tanganku.
Tuan Alan aku mohon jangan sakiti kak azza atau mama melati, karena mereka lah keluarga saya satu-satunya saya mohon. baiklah saya akan lakukan apapun yang tuan perintahkan apapun sambil menggenggam tangan Alan.
__ADS_1
" Kenapa diriku kaku dan tak bisa mengucapkan apapun melihat dia memohon, Alan kenapa kau diam Alan bicara lah naik kan suaramu Alan kenapa kau diam dan kaku seperti ini" suara hati seorang alan ternyata luluh juga karena Lea.
"Baiklah kalo begitu berarti sekarang kamu harus menuruti apa yang saya perintahkan, lepaskan tangan saya dan bekerja lah karena kau disini bekerja untuk perusahaan dan saya mengerti" ucap Alan.
Setelah itu kehidupanku dikantor adalah seperti Dunia buruk untuk diriku sendiri, aku harus ikhlas dan sabar menghadapi semuanya.
Setelah beberapa bulan bekerja tak ada hari tanpa teriakan, hinaan, penyiksaan penderitaan entah sampai kapan berakhir.
Alan akan bersikap baik ramah didepan orang tuanya, dibelakang mereka sikapnya berubah menjadi berbanding terbalik dan beruntungnya tidak pembahasan untuk pernikahan ataupun hubungan kami.
Namun masalah terus berdatangan dan yang paling menakutkan lagi, dan kekawatiran masa lalu kembali menghantui dan menerorku karena aku tidak tau apakah dia telah berubah atau akan sama seperti Alan.
Ya Tuhan tolong lindungi hamba mu ini dari segala bahaya, dan kekejaman orang-orang yang ingin berbuat jahat pada hamba.
__ADS_1
Jika hamba memang bersalah hamba memohon ampunan mu dan berikanlah kemudahan kebagian untuk hamba ya tuhan.