
Saat aku sampai di lapangan basket ternyata tidak ada siapa-siapa,tapi aku harus tetap menunggu kak alan jika tidak maka aku akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi.
Sekitar hampir setengah jam aku menunggu ternyata mereka juga tidak datang,baiklah setengah jam lagi jika mereka tidak datang maka aku akan pulang.
Sambil menunggu aku duduk bersandar ditiang bangunan dan tanpa aku sadari aku malah ketiduran," hei gadis miskin apa kau tak punya rumah untuk tidur dan satu lagi aku menyuruhmu mu untuk menonton latihan basket ku bukan untuk tidur.
Akupun berdiri maaf kak tapi karena terlalu lama menunggu kedatangan kak,dan yang lainnya membuatku merasa ngantuk jadi ketiduran tapi dimana yang lainnya apakah hanya kak alan saja yang berlatih.
"Jika hanya aku apa salahnya kau keberatan baiklah sekarang kembali duduk dan perhatikan aku bermain", aku hanya menuruti perkataanya bahkan aku sangat merasa bosan saat bermain dia selalu memperhatikan.
__ADS_1
Tiba-tiba saja bola basket itu terlempar kesampingku dan kak alan menyuruhku untuk mengambilnya,namun aku hanya bisa dengan satu tangan ya tangan kananku Karena tangan kiriku masih sakit dan perih.
"Kau lemah sekali dan seperti keong saja gunakan kedua tanganmu,kenapa kau hanya mengangkat bola itu dengan satu tangan",tapikan ini masih bisa kak karena tanganku.... " alah jangan membantah perkataanku cepat ambil bola itu dengan kedua tanganmu".
Aku sedikit menyeringai kesakitan karena luka ditangaku terasa perih ketika terkena bagian bola,kaperihan itu semakin terasa ketika kak alan merebut bola dari tanganku dengan kasar.
Aku menahan rasa perih ini bahkan dengan menutup mata sambil menyeringai kesakitan, "kau kenapa aku hanya mengambil bola bukan menyakiti kalo begitu sudahlah aku ingin kau pulang pergilah".
Saat perjalanan pulang aku selalu memikirkan tentang keadaan ibu semoga ibu dalam kondisi baik-baik saja, entah kenapa akhir-akhir ini aku sangat takut dan merasa hal yang tidak mengenakkan.
__ADS_1
Sampai dirumah aku melihat ibu sedang duduk dimeja makan sederhana milik kami,ibu tak marah dan bertanya kenapa aku pulang terlambat hari ini.aku kembali merasakan hal aneh dari perubahan sikap ibu, semoga tidak terjadi hal buruk yang selalu menghantui pikiranku.
Hari terus berjalan akupun sudah satu bulan bersekolah, kondisi ibu semakin membaik dan kak alan hanya menyuruh ku mengerjakan pekerjaan yang tak terlalu sulit.
Meski kak meldi tetap menyakiku tanpa sepengetahuannya dan pada saat inipun aku selalu memiliki firasat buruk ntah itu apa namun hati dan pikirannya ku selalu berkecamuk pada kondisi ibu nantinya.
Aku tak berhenti- henti untuk terus berdoa untuk kesembuhan dan umur yang panjang untuk ibu,karena aku tak sanggup hidup sebatang kara dan kesepian karena hanya ibulah satu-satunya harta paling berharga yang kumiliki.
Bahkan lebih dari harta kekayaan dan kejayaan hidup untukku,hari ini aku kembali menemani kak alan dan sahabatnya untuk berlatih karena akan ada pertandingan basket Minggu depan.
__ADS_1
"Aku tidak tau gadis miskin jika kau datang disini aku merasa lebih baik dan bersemangat,tidak tidak kau bicara apa Alan dia bukan levelmu terlalu buruk selera mu ini hanya sebagai hukuman dia yang telah menyebabkan motorku rusak sudah semestinya dia harus membuka aku semangat dan bisa memahkannya" batin Alan.