Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
94. Mama dan Kakak


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Melati dan azza datang ke rumah sakit dan menemui alan yang sedang berdiri di luar ruangan karena lea sedang di periksa oleh dokter.


" Alan apa yang terjadi kenapa lea sampai di bawa ke rumah sakit lea tidak kecelakankan jawab tante alan " kawatir melati.


" Benar alan kenapa lea sampai di bawa ke rumah sakit jangan sampai lea masuk rumah sakit gara-gara kamu " azza.


" Tante kak azza tolonglah tenang dulu alan rasa lea akan baik-baik saja dan bukan alan yang membuat lea sampai masuk rumah sakit. Bukankah alan dari tadi di rumah dan itu kalian ketahui juga alan akan berusaha mencari orang yang sudah membuat lea seperti ini, dan itu sudah alan serahkan pada bagian keamanan kantor jadi tante dan kak azza tenang saja " ucap alan.


" Azza mama takut lea sampai kenapa-kenapa mama tidak ingin kehilangan lea " lirih melati.


" ( Memeluk melati ) tenang ma azza yakin lea akan baik-baik saja azza juga kawatir dengan lea tapi kita berdoa yang terbaik saja untuk lea ma " azza.


" Ternyata benar lea bukan sosok yang biasa dimata mereka bahkan mereka yang bukan keluarga kandungnya saja sangat menyayangi dia.


Aku yakin itu semua karena sikap dari lea yang memang sangat baik dan tidak pernah dendam kepada siapapun, tapi itu berbeda dengan diriku entah kenapa aku masih merasa marah atas perbuatanya padaku.


Tapi aku yakin dia memang pilihan yang tepat untukku lebih baik aku menerimanya saja, daripada harus kehilangan dia masalah perasaan akan muncul seiring berjalannya waktu " batin alan.


Beberapa menit setelah itu dokterpun keluar dari ruangan lea setelah memeriksanya.


" Dok bagaimana keadaan putri saya apa dia baik-baik saja dok " ucap melati paling awal.


" Tenang bu putri ibu baik-baik saja dia hanya kelelahan dan sedikit ketakutan mungkin karena phobianya yang memicu tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya pingsan baiklah jika ibu dan yang lainya ingin melihat keadaannya silahkan saya permisi dulu " ucap dokter.


" Baik dok terima kasih atas bantuannya " ucap melati dan yang lainnya.


Setelah itu melati dan azza langsung masuk menemui lea karena mereka sangat mengkawatiri keadaan lea.


Sedangkan langkah alan terhenti ketika akan masuk ke ruangan lea karena ada seseorang yang memanggilnya.

__ADS_1


" Alan " teriak seorang perempuan


Ternyata itu adalah riska mama alan yang datang bersama papanya ya dengan maksud untuk melihat keadaan lea.


" Mama papa akhirnya kalian datang juga " alan.


" Bagaimana keadaan lea alan dia baik-baik sajakan " riska.


" Keadaan lea masih lemah ma tapi mungkin dalam beberapa jam ke depan keadaan lea akan kembali membaik " jelas alan.


" Alan papa harap hal yang menimpa lea sekarang bukan karena ulahmu lagi, papa tau sedari sore sampai kejadian ini kamu memang sudah ada di rumah tapi hal yang menimpa lea sekarang bisa saja karena ulahmu dan orang suruhmu " winanta.


" Pa kenapa papa malah bicara seperti dan kenapa juga papa bisa menuduh putra papa sendiri demi membela dia pa, kenapa juga sekarang ini kalian lebih menyayangi dia apa istimewanya dia pa ma " kesal alan.


" Alan mama dan papa tidak bermaksud menuduhmu bahkan tidak menyangimu tapi alan dengarlah pesan mama ini, mama merasa jika lea itu bukan gadis biasa bahkan sangat yakin bahwa lea itu memiliki hal istimewa dalam dirinya dan hal itu tidak bisa mama katakan.


Karena sampai sekarangpun mama masih mencari kebenaran dari keistimewaan dia " ucap riska.


" Sayang bagaimana keadaanmu baik-baik sajakan mama sangat kawatir ( memeluk lea yang sedang terbaring ) " melati.


Iya ma lea tidak apa-apa hanya rasanya badan lea terasa lemah dan rasanya lea juga lapar karena dari sore sampai sekarang belum makan akupun tersenyum kecil.


" Ya ampun kasihan sekali adik kakak yang cantik dan baik hati ini baiklah kakakmu ini akan membelikan makanan untuk adiknya tersayang yaudah aku keluar beli makanan dulu " ucap azza.


Terima kasih kakak lea yang sangat baik dan tentunya sangat cantik juga tersenyum.


" Kok beli makanan sih apa makanan dari rumah sakit belum ada makan itu aja ya sayang " melati.


Gak ma lea gak mau ahh makanan rumah sakit itu hambar dan gak enak, lagiankan lea cuma pingsan bukan sakit ma jadi beli makanan diluar aja ya boleh ya ma ( leapun duduk dan memohon pada mamanya ).


" Jangan duduk dulu berbaring saja yasudah boleh " melati.

__ADS_1


Makasih mama ( berpelukan ).


" Kembali lagi saya dicuekin gak dianggap jadi penonton saja melihat kebahagian ibu dan anak " azza iri.


Leapun tersenyum dan merantangkan tanya memberi isyarat untuk memeluknya juga kepada azza.


Merekapun berpelukan dengan rasa sangat bahagia saat mereka berpelukan alan dan orang tuanya masuk ke ruangan kea dan melihat mereka sedang berpelukan.


" Lihatlah harmonis sekali keluarga itu bukan alan kamu lihat merekakan betapa dua orang itu sangat menyayangi lea bahkan lea itu bukan putri kandungnya melati.


Maka dari itu mama yakin jika lea memang memiliki sesuatu yang istimewa dalam dirinya " melati.


" Benar ma papa juga merasakan hal sama maka dari itu papa mohon pada kamu jika papa dan mama ingin kamu memilih lea menjadi pasanganmu " ucap winanta.


Alan hanya diam tidak tau apa yang harus dia jawab disisi lain alan memang ingin memiliki lea tapi sampai sekarang ini alan belum bisa memaafkan dan menerima semua kesalahan lea.


" Permisi apakah kami mengganggu kalian karena sepertinya kalian sangat bahagia atau saya boleh ikut berpelukan " ucap riska menghampir lea dan yang lainya.


Lohhhh kok mama sama papa kesini juga kak alan juga kesini ( heran ).


" Lea mungkin kamu belum tau ya siapa yang udah bantuin bawa kamu ke rumah sakit karena ke kunci di gudang kantor " riska.


Gak ma lea gak tau atau mungkin kak alan yang udah bantuin lea tadi ya pas ke kunci di gudang, kalo gitu lea mau ngucapin makasih ya sama kak alan udah mau bantuin lea kak.


" Iya sama-sama " ekspresi datar.


" Yaudah kalo gitu saya permisi dulu semuanya mau keluar sebentar beli makanan buat lea kalo gitu duluan ya ma, om, tan semuanya " azza.


" Azza kamu mau beli makanan buat lea yaudah biar alan aja yang pergi kita disini dulu saja, alan bisa bantuin lea lagikan buat beli makanan di luar " winanta.


" Hemmm bisa pa yaudah alan keluar dulu permisi, emang selalu nyusahin tu orang gak dulu gak sekarang sama-sama nyusahin " alan menggerutu.

__ADS_1


__ADS_2