
Beberapa menit perjalanan akhirnya kami sampai disebuah rumah yang sangat indah dan mewah, jauh dari rumah mama melati tapi aku rasa dirumah mama lebih indah dan nyaman.
"Baiklah ayo turun apakah kau hanya akan duduk didalam mobil ini" ucap Alan,
Baiklah aku akan turun dan Langsung menemui ibu kamipun masuk menuju rumah keluarga winanta ya orang kaya dikota ini.
Mama dan papa Alan sudah menunggu kedatangan kami, termasuk kedatangan ku mereka berdua sangat baik dan ramah. lagi-lagi mama Alan memelukku dan cipika-cipiki, "selamat datang Lea wahh malam ini kekasih anak kita sangat cantik bukan pa" ucap mama.
"Benar ma mereka sangat cocok tampan dan cantik" ucap papa dan alan hanya tersenyum melihatku ditengah gugup mendengarkan pembicaraan orang tuanya.
Mama juga sangat terkejut mendengar mama Alan mengatakan kekasih anak kita, aku mencoba memberikan kode pada mama melati dan kak azza dengan senyum-senyum untuk mengisyaratkan untuk diam dulu dan akan aku jelaskan nanti.
"Wahhh bukankah ini ibu melati pemilik butik Azzama dan Lea Azza?" mama Alan,
"Benar nyonya Riska saya Melati pemilik boutique itu, saya mamanya lea" ucap mama Melati.
"Sudah jangan panggil saya nyonya panggil saya Bu riska bukankah kita, nanti akan menjadi besan karena anak-anak kita ini" ucap mama Alan.
Mama kembali terkejut begitu juga kak azza, ohh ya ma ini kak azza kakak Lea " baiklah lebih baik kita masuk dan segera makan malam" mereka masuk terlebih dahulu sedangkan aku dan alan masuk terakhir.
Ini juga kesempatan ku untuk bicara dengan taun Alan sombong ini beberapa menit, tuan aku ingin bicara hei berhentilah kenapa kau terus berjalan aku ingin bicara.
"Apa apa yang ingin kau katakan padaku bicaralah waktu mu tak banyak" ucap Alan,
Tolong hentikan sandiwaramu ini dan katakan kepada papa dan mamamu,jika kita tidak punya hubungan apa-apa jika memang tuan Alan masih dendam dan benci padaku maka lakukan apapun kepada tapi tidak dengan 2 hal ini.
1 jangan sentuh diriku ataupun tuan alan bersikap kurang ajar padaku,
2 tentang sandiwara cinta ini aku tidak mau jika kedua orang tua tuan Alan dan mama ku, mengira jika hubungan kita serius apalagi sampai kita menikah tidak aku tidak mau.
__ADS_1
"Sudah apakah kau telah selesai bicara cepat lah masuk dan makan malam" ucap Alan
Apakah kau tak mendengar aku bicara tuan ihh aku sangat geram melihat tingkahnya yang sok-sokan itu.
"Sepertinya aku membuat pembalasan ku lebih cepat kau rasakan gadis miskin yang bodoh, aku lihat kau lebih menderita dan ketakutan jika aku selalu membawamu kedalam hubungan ini" senyum sinis Alan.
Akhirnya kamipun makan malam,saat akan makan ternyata ada tamu yang lain juga "Maaf papa sampai lupa jika mengundang tamu yang lain, kalo begitu silahkan bergabung dengan kami" ucap papa
Beberapa menit sebelum itu,
Keluarga Prayuanda juga telah selesai bersiap untuk datang, memenuhi undangan winanta ya ikut acara makan malam Prayuanda Bagaskara, nyonya Arumi dan putranya Brian Prayuanda.
Mereka menuju kediaman winanta dan sampai beberapa menit perjalanan.
"Tuan Pray dan tuan Brian selamat malam" ucap azza,
"Azza kamu diundang kesini juga ternyata" ucap Brian " ohh azza bukankah dia sekertarismu Brian " ucap Prayuanda.
"Kalo begitu silahkan duduk dan menyantap makanan malam" ucap winanta.
"Siapa gadis itu dia sangat cantik dan kenapa perasaanku seperti mengenalnya, wajahnya sangat cantik teduh dan lembut sekali" batin Arumi.
"Tidak kenapa mereka juga datang kesini, semoga saja mereka tidak mengenalku lagi setelah sempat melihat ku saat kejadian waktu itu" batin Melati.
"Ohh iya pa Kita lupa memperkenalkan keluarganya Lea pa kepada Bu Arum dan yang lainnya. baiklah perkenalkan Bu ini mamanya Lea Bu Melati pemilik boutique azzama/ Lea Azza dan itu kaknya azza.
Dan ini Lea kekasihnya Alan " Wahh Alan memang sangat pintar mencari calon istri secantik ini dan sepertinya dia juga perempuan yang lembut bukan" ucap Arum.
Terima kasih Tante Salam kenal semuanya Lea lea, " Alan memang sangat pintar dalam memilih calon istri dia memang sangat cantik,jauh berbeda dengan saudaranya azza memang cantik tapi tak secantik dan menenangkan seperti Lea " batin Brian.
__ADS_1
" Kalo begitu mari kita makan bersama" ucap winanta, makan malam pun dilakukan dengan senyuman bahagia namun tidak untuk ku. aku tidak ingin terus bersandiwara dan terjebak dalam perangkap tuan Alan yang menyebalkan itu.
Setelah selesai makan sebelum pulang kami semua masih ngobrol beberapa menit, sebelum memutuskan untuk pulang.
"Aku merasa bahwa pernah melihat perempuan yang bernama melati itu, aku tahu jika dia pemilik butik yang cukup terkenal itu tapi bukan karena itu aku bertemu dengannya ada hal lain" ucap Arumi
"Sepertinya aku harus cepat pulang sebelum nyonya Arumi mengingat kejadian itu dan menanyakan hal itu ini adalah ketakutan yang aku rasakan sepanjang perjalanan tadi" batin Melati.
"Sayang ya Riska kita tidak bisa menjadi besan Karena aku harus kehilangan putriku, yang entah bagaimana keadaannya sekarang apakah masih hidup atau tidak.tapi aku yakin putri ku masih hidup seandainya dia sekarang ada disini, maka yang akan menjadi menantumu adalah putriku Rindu" sedih arumi.
"Sudahlah Arum aku tau dengan kesedihanmu tapi janganlah terus bersedih, kita hanya bisa berdoa agar dia bisa kembali kepadamu dengan selamat aaminn" ucap Riska.
"Dia ada disini putrimu ada disini tapi maafkan aku belum bisa mengatakannya,karena aku takut jika kau mengambil dia dari sisiku karena dia juga putriku aku tidak ingin berpisah dengannya" batin melati
"Ma ini sudah cukup larut bagaimana jika kita pulang sekarang, bukankah besok kita harus bekerja" ucap azza
"Baiklah kita pulang sekarang tuan nyonya kami izin pulang lebih dulu, karena sudah cukup larut malam bukankah besok kita harus bekerja" ucap melati
"Baiklah Alan antar mereka pulang ya bukankah alan menjemput mereka,jadi jika akan pulang mereka harus Alan juga yang mangantar " ucap Riska.
"Baiklah ma Alan tau dengan tanggung jawab Alan", kamipun berpamitan dan bersalaman saat pamit dengan mama Riska seperti biasa bersalaman pelukan dan cipika-cipiki.
Tiba-tiba saja " Riska apakah aku juga boleh memeluk dan mencium calon menantu mu ini, aku ingin merasakan kehadiran sosok putri ku yang hilang" sedih arumi.
Apa putri nyonya hilang semoga saja putri nyonya cepat ditemukan,dan bisa bersama lagi baik lah Lea dengan senang hati memeluk dan mencium nyonya.
"Kenapa perasaanku hatiku sangat tenang dan damai dalam pelukannya, ya tuhan semoga kau mempermudah langkah ku dalam mencari sosok putriku yang hilang " batin Arumi.
"Tidak Lea tidak kau tidak boleh ikut berdoa untuknya karena aku tak ingin kehilangan dirimu, jika kau kembali kepadanya maka aku akan sangat sedih tidak.
__ADS_1
Ini pertemuan terakhir mu dengannya bahkan dengan keluarga ini, ibu tidak akan rela jika kau berhubungan dengan mereka karena mereka akan merebutmu dari ibu tidak itu tidak boleh terjadi" batin melati ketakutan.