
"Papa di mana papa katakan apa kalian tidak mendengar perkataan saya" panik Alan
" Tuan putra sudah dibawa menuju rumah sakit tuan Alan, baiklah kalau begitu cepat panggilkan Lea di ruanganku suruh dia menemuiku" ucap alan.
"Biar saya saja yang akan memanggil Lea Tuan ( Adisti dia juga berada disitu jadi dia menawarkan diri untuk manggil Lea )Lea lea di mana kau" panggil disti
Ada apa dis aku di sini aku pun keluar dari ruangan Tuan Alan, saat mendengar suara adis memanggilku ada apa dis kenapa kamu memanggilku.
"Tuan Alan menyuruhmu datang menemuinya", untuk apa lagi dia menyuruhku datang menemuinya baiklah mari kita menemui tuan alan itu.
Saat sampai di dekatnya dia langsung menetapkan " ikuti aku jangan banyak tanya ikut denganku" tapi Tuan saya masih punya pekerjaan di sini.
" Coba kau pikir siapa yang menjadi bos mu sekarang ini, dengarkan perintahku dan perkataan ku tinggalkan pekerjaan itu dan ikut denganku"alan
Baiklah aku akan ikut tapi aku ingin mengambil tasku dulu, "Sudah kau tak perlu mengambil tasmu lagian apa yang penting di dalamnya jika kau butuh uang atau apapun aku memiliki semuanya jadi tidak usah mengambil tasmu itu cepat ikut dengan ku".
" Ya Tuhan berikanlah aku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi sikap hambamu
iti, kami pun turun menuju parkiran. saat di dalam lift aku bertanya kepada Tuan Alan kita mau ke mana bukankah tadi Tuan ingin menemui papa tuan.
" Aku memang ingin menemui papaku dan dia sekarang telah dibawa ke rumah sakit dan kau harus ikut denganku kau mengerti sekarang" ketus Alan.
Kenapa aku harus ikut aku ingin bekerja, disini aku sebagai sekretaris mau kenapa aku harus ikut dengan tuan. tentu tuan bisa menjaga papa tuan dan datang sendiri kerumah sakit itu, "Aku bilang diam dan jangan mencari alasan lagi kau mengerti bukan jangan memancing emosiku".
Baiklah saya minta maaf tuan saya akan ikut dengan Tuan, " bagus setelah itu diamlah sampai aku memintamu berbicara dan jangan banyak bicara atau bertingkah nantinya".
Sesampai di rumah sakit aku terus mengikuti langkah Tuan Alan ini kita ke mana dia melangkah yang pasti dia menuju ruangan Papanya.
Ternyata di depan ruangan telah duduk seorang perempuan paruh baya seumuran dengan tante melati Aku pikir itu pasti mamanya Tuhan alan.
__ADS_1
" Mama bagaimana keadaan papa apakah papa baik-baik saja, aku sangat khawatir tadi dengan keadaan papa". ucap Alan
" Alan sayang papa sedang ditangani oleh dokter kita berdoa saja agar keadaan papa baik-baik saja" tenang mama
" Alan siapakah perempuan yang ada di sampingmu itu apakah dia kekasihmu" tanya mama
Tidak nyonya aku bukan kekas.... belum selesai bicara dia malah memotong ucapanku saja.
" Benar ma dia lenda kekasihku sekaligus sekertarisku dikantor" Jawa Alan
Apa apaan maksud Tuan Alan ini, mengatakan jika aku adalah kekasihnya kepada mamanya sepertinya tindakan dia sudah tidak bisa dibiarkan sabar sabar Lea dan tenanglah.
Perkenalkan nama saya Leanda nyonya, " Sudahlah jangan panggil aku nyonya panggil saja mama". bagaimana jika tante saja nyonya Mama terlalu dekat menurutku aku merasa tidak enak.
"Bukankah kamu kekasih putraku maka dari itu panggil saja aku mama itu lebih baik dan lebih dekat untuk kita bukan" ucap mama
Berapa menit kemudian dokter pun keluar memberi kabar jika keadaan Tuan putra baik-baik saja dia hanya terlalu kecapekan dan kurang istirahat "Baiklah Mama masuk saja dulu nanti aku akan menyusul" ucap alan
Setelah mamanya Tuan Alan ini masuk aku langsung menarik tangannya, Tuan alan ini apa-apaan mengatakan kepada Mama Tuan jika aku kekasih tuan segala.
Jangan membuat diri saya menjadi lebih sulit, cukuplah hukum saya dengan tingkah tuan yang menyebalkan itu di kantor saja dan jangan bawa-bawa saya kemasalah ini apalagi hubungan pribadi.
"Apa salahnya apakah kau tidak memiliki pikiran banyak wanita di luar sana yang ingin menjadi kekasihku bahkan istriku, dan aku memberikanmu kesempatan kenapa kau malah menolakku" ucap alan
Bukankah engkau benci dengan perempuan yang ada dihadapanmu ini,tapi sekarang kau mengatakan jika aku kekasih mu. tuan tidak bisa samakan aku dengan perempuan lain jadi aku ingin Tuan mengatakan kepada Mama Tuan yang sebenarnya jika aku hanya sekertarismu.
"Baiklah akan aku lakukan tapi aku tidak janji kapan waktu itu akan aku katakan jadi ikuti saja alurnya, permainanku bukankah kau telah mengatakannya jika kamu mau melakukan apapun" ucap Alan.
Kau masih belum mengerti bukankah kau sekolah tinggi di luar negeri, tapi sepertinya tuan tidak mengerti dan tidak bisa menelaah ucapanku.
__ADS_1
Aku rela kau sakiti kau hina kau rendahkan dan kau hukum di dalam pekerjaan tapi, tidak dengan menjadi kekasihmu apalagi tuan menyentuh saya.
Aku sangat benci dengannya dia meninggalkanku begitu saja, dan masuk melihat keadaan papanya bahkan aku belum selesai berbicara ia hanya memberi senyum sinis dengan sedikit menaikkan bibirnya.
kenapa Aku terjebak ke dalam masalah yang sangat sulit, Tuhan tolong berikan aku kemudahan dan jauhkanlah diriku dari Alan aku.
Akupun masuk kedalam ruangan Aku juga ingin melihat keadaan papa tuan Alan ini, saat aku masuk mamanya sangat baik bahkan dia menjemputku di depan pintu saat akan masuk "kemarilah sayang".
Aku baru saja berkenalan dengan nya tapi dia sudah memanggilku sayang, Apakah dia memang benar-benar baik dan lembut atau dibalik semua ini ini rencana Tuan alan
panggil saja saya lea tante tidak perlu dengan sebutan sayang, " kau ini memang gadis yang polos dan cantik alan tidak akan salah pilih jika nanti menikah denganmu" ucap mama
"Sudah biarkan saja Mama memanggilmu dengan sebutan sayang bukan begitukah sayang " kenapa dia juga ikut-ikutan memanggilku sayang.
lagi-lagi Tuhan alan ini membuat aku geram ini baru 1 hari pekerjaan kenapa masalah sudah bertubi-tubi menghampiriku Apa aku sanggup bertahan Ya Tuhan.
"Bukankah kau gadis yang menolong saya di kantor tadi,disaat saya akan pingsan" ucap tuan putra.
Benar Tuan aku yang menolong Tuan saat pingsan tadi, " siapa namamu dan sepertinya kau karyawan baru di perusahaanku".
"Dia sekretaris baruku pa dan dia juga menjadi kekasihku", " kekasihmu Alan kenapa kau tak pernah berbicara tentang hal dan kau juga tak pernah mengenal dia kepada papa dan mama.
" Maaf pa sebenarnya aku sudah kenal dengan dia sejak SMA waktu dibandung dan aku juga sudah berpacaran dengannya sejak SMA. namun kami berpisah saat itu dan baru kembali bertemu sekarang ini alan sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan dia lagi".
Batinku, tidak masalah jika kau mengucapkan janji manismu yang bohong itu kepada kedua orang tuamu. tapi jangan rangkul diriku apalagi kamu megang pinggangku.
"Jika kalian sudah lama mengenal bagaimana jika kalian menikah saja, bukankah umur kalian sudah pantas untuk menikah" saran papa.
Aku sangat terkejut tidak tuan tidak aku tidak bisa maksudku aku belum siap tuan.
__ADS_1