Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
58. Berkunjung


__ADS_3

Saat keluar dari restoran dan menuju mobil aku telah melontarkan beberapa pertanyaan, tuan sandiwara apalagi yang tuan lakukan dan katakan pada mereka.


Aku mohon tuan jangan menambah masalahku lagi, jika tuan ingin menghukumku maka sandiwara tuan ini bukanlah hukuman yang harus aku terima semestinya tuan.


Tuan alan apakah kau tidak mendengarkanku bicara padamu, dia tetap saja diam aku hanya bisa pasrah dan masuk ke dalam mobil. ya tuhan aku benar-benar tidak sanggup lagi jika alan selalu saja mempersulit masalah ini, ini hanya bukan sebuah dendam tapi sebuah jebakan untukku.


Tapi jika dia benar-benar suka atau mencintaiku kenapa harus dengan cara seperti ini, tapi tidak aku tidak ingin menikah dengannya aku sudah terlalu ia siksa. lebih baik aku membayar hutang-hutangku padanya dan terlepas dari dia, walaupun saat dia bersikap baik dan mau menolongku saat terakhir pertemuan kami saat SMA dulu membuatku merasakan sesuatu tapi tidak aku tidak ingin bersamanya batinku seakan berperang didalam sana.


Akupun kembali bertanya padanya tuan alan aku mohon jawab dan jelaskan padaku, apa yang telah kau katakan pada mereka di restoran tadi dan apa maksud ucapan selamat dan kami tunggu undanganya tuan jawab saya.


" Baiklah akan saya jawab saya memang telah menyelamatkan kamu, maka berterima kasihlah pada saya dan undangan itu hanya undangan untuk pertemuan kita kembali dengan kita.


Tapi pertemuan berikutnya mereka yang akan datang ke jakarta bukan kita yang harus kembali kesini " alan.


Aku masih kurang percaya pada perkataannya, baiklah jika itu benar maka ya sudahlah tapi saya harap tuan tidak melakukan kesalahan lagi dan bersandiwara.


" Janganlah suka menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas kau paham bukan " alan.


Saya paham tuan ohh ya tuan apakah besok kita masih ada pertemuan lagi, atau sekarang kita sudah bisa kembali ke jakarta tuan.


" Kenapa sepertinya kau tidak suka jika kita harus lama-lama disini bukankah lebih baik kita bekerja diluar kota seperti ini dari pada di kantor dan kota jakarta itu " alan.


Bukan begitu tuan saya hanya rindu kepada mama dan kak azza, lagian lebih baik di jakarta tuan dari pada disini membosankan. nyatanya aku sangat senang di jakarta bahkan di kota ini tempat aku dibesarkan, tapi yang membuatku tidak suka dan tidak nyaman karena diri tuan batinku.

__ADS_1


Baiklah hari ini pekerjaan telah selesai kami kembali ke villa, dan pada sore harinya aku dan tuan alan pergi berkunjung ke rumah mang asep dan bibi asri yang tidak jauh dari villa.


Maka dari itu kami cukup berjalan kaki saja, tuan alan bilang jika mang asep dan bi asri tidak bisa membantu dan mengurus villa karena anak mereka sakit.


Beberapa menit kemudian akhirnya kami sampai dirumah mang asep dan bi asri, kami disambut dengan baik tapi aku sedikit tenang dan kagum pada tuan alan karna kali ini dia ingin membantu pengobatan anaknya mang asep.


" Non lea ini cantik ya den alan kalo tidak salah bibi pernah melihat non lea saat SMA waktu itu, iya diantar oleh den bima sahabatnya den alan " bi asri.


Ohh waktu itu benar bi itu lea, tapi jangan memuji lea begitu juga bibi juga cantik ohh ya anaknya bibi ada dimana bi.


" Putri ada di kamarnya apa non lea ingin melihatnya mari bibi antar " bi asri.


Boleh bi tapi jangan panggil lea dengan sebutan non panggil lea saja, lagian lea tidak ada hubungan apa-apa dengan tuan alan bi ucapku saat berjalan menuju kamar putri gadis berumur sekitar 8 tahunan itu.


Dia ternyata juga sangat cantik tapi sayang saat itu dia sedang istirahat tidur, jadi aku tidak bisa mengajaknya berbicara yaudah bi kita ke depan aja lagi soalnya kasian ntar putri malah ke bangun karena ada kita.


" bibi susah rubahnya lebih bagus non lagian bibi udah sering begitu non jadi panggi non aja " bi asri.


" Kalo gitu Alan pamit mang bibi, lea udahkan liat putrinya " alan. sudah tuan tapi putri sedang tidur jadi tidak bisa berbicara dengannya yasudah tidak apa-apa, mang bibi lea sama tuan pamit semoga putri cepat sembuh.


Aku bersalaman pada mamang serta pada bibi serta memeluknya, karena aku teringat pada ibu, kalo begitu kami pamit mang bibi.


" Baik den dan nona kalian hati-hati dijalan nanti kalo putri sudah sehat mamang janji langsung beresih villa den " mang asep.

__ADS_1


" Baikalah mang bibi tidak apa yang terpenting anak mamang sehat dulu kami pergi dulu permisi " alan.


Aku sedikit kagum pada tuan alan jika dia seperti tadi sangat imut dan berwibawa, tapi jika sudah marah seperti akan memakan orang saja.


" Kenapa kau memperhatikanku kagum pada sikap dan ketampananku " alan.


Tidak aku hanya heran saja melihat cara tuan bicara tadi tuan bisa lembut, sopan, bahkan peduli dengan keluarganya mang asep.


Kenapa jika padaku tuan tidak bisa bersikap begitu,


" Ohh jadi itu masalahnya karena keluarga mang asep tak pernah membuat masalah denganku, sedangkan kamu telah membuat masalah yang fatal padaku " jelas alan.


Tapi tuan aku merasa tidak pernah salah padamu, atau tuan katakan saja tuan ceritakan apa masalah yang telah aku perbuat pada tuan agar aku bisa menebus keselahanku pada tuan.


Satu lagi jika masalah uang itu aku akan ganti, tapi tidak dengan mengambil semua gajiku juga tuan aku juga ingin merasakan bagaimana hasil dari kerjaku sendiri.


" Kau sudah selesai bicara bukan maka diamlah, untuk gajimu aku akan transfer setelah kita kembali ke jakarta dan untuk kesalahanmu aku akan maafkan tapi saya tidak tau sampai kapan waktu itu " alan.


Ehmmm baiklah kamipun menuju villa karena cukup lama dirumah mang asep, kami pulang saat sore dan untuk makanan sepertinya harus pergi keluar saja nanti.


Saat sampai di villa, tuan nanti malam apa kita harus makan lagi sekarang udah kenyang sih tapi apa sanggup sampai besok pagi atau cuma sampai malam aja.


" Maksud kamu mau makan lagi nanti malam tidak masalah nanti malam kita makan diluar saja, atau mau berangkat sekarang juga boleh " alan.

__ADS_1


Kalo sekarang jangan juga tuan kan masih kenyang nanti malam saja, " ehmmmmm " alan berjala masuk ke dalam villa lebih dulu. emang kebiasaan jawab ehmm aja kapan berubahnya sih, dan kapan aku akan terbebas darinya ahh sudahlah aku akan gila jika terus memikirkannya lebih baik aku jalani saja.


Banyak bicara, protea ataupun marah aku tidak akan didengarkan bukan jadi sudahlah leanda jangan mengeluh ingat dan contoh ibumu yang sabar, kuat dan pantang menyerah lea kuat seperti ibu.


__ADS_2