
Setelah selesai bersiap berdandan dan memakai dress serta seperti biasa dibantu oleh kak Aza, dengan make up natural yang dia bubuhkan di wajahku dan kembali dia memuji jika aku sangat cantik.
Terimakasih kak tapi kak azza juga sangat cantik sekali, " oh ya ya kenapa kamu nggak berangkat sama kakak aja tapi ya udah deh nggak papa kakak tahu gimana Alan.
Tapi kamu harus ingat kalau Alan macam-macam atau nyakitin kamu menghina ataupun segalanya kamu langsung bilang sama kakak biar urusannya kakak yang menanggung" ucap azza.
Akupun mencoba menenangkan kak azza, kak lea tidak apa-apa Alan hanya terkadang tidak mampu mengontrol dirinya saat marah.
" Baiklah Lea Kakak tahu Sebenarnya apa yang kamu rasakan dan sembunyikan, meskipun sampai sekarang kakak tidak tahu apa masalah pada masa lalu kalian.
Kalau begitu kita udah siap kita turun ke bawah sekalian harus pamit sama mama" ucap azza.
Kamipun menuju bawah dan mama sudah berada di ruang tamu, " mau berangkat sekarang sayang Aza" ucap Melati.
" Mau berangkat langsung aja mah tapi, Lea nunggu Alan dulu mama jangan marah ataupun berbuat yang enggak-enggak sama leak. ma azza janji akan jagain Lea di situ ya nggak akan buat masalah ataupun dia disakitin sama Alan" azza.
Mama hanya memeluk kami bergantian dan mengantar sampai teras rumah, dan saat akan berangkat Alan datang dengan sikap sombong dia bersalam kepada Mama.
" Apa kabar tante semoga baik-baik aja ya aku mau mau pergi sama Lea Tante sebentar kok Tan dia pergi ke acara sama aku, tante tenang aja aku akan jagain Lea" ucap Alan.
" Menjijikan sekali anak ini kamu memang tampan orang kaya, pewaris tahta satu-satunya tapi perlakuan dan akhlakmu minus tidak mencerminkan seseorang yang berpendidikan dan CEO perusahaan.
Ingat aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti anakku apalagi Putri ku ingat saja, kau akan lakukan sesuatu untuk memisahkan Lea dari dirimu" gumam Melati yang tidak suka dengan Alan.
" Baiklah Alan kau boleh pergi dengan lea tapi jangan pulang terlalu malam" izin Melati.
" Baiklah terima kasih Tante "ucap Alan.
Aku jalan menuju mobilnya, mobil kami beriringan dengan mobil kak azza. sebenarnya aku ingin duduk di belakang saja tapi mana mungkin dia tidak akan membolehkan untuk duduk di belakang.
Jadi di depan saja tidak ada obrolan hanya diam tetapi aku mencoba bertanya lagi, tuan kenapa Tuan harus mengajakku bukankah.
" Jangan pernah menanyakan hal itu lagi jika aku katakan jl pergi denganku maka kau harus pergi atau Jika kau tak mau, mungkin kau ingin mencoba tantangan atau ucapanku ya.
__ADS_1
Silahkan akan aku lakukan dengan senang hati kau pilih saja siapa yang terlebih dahulu harus merasakannya Kakak kamu itu atau Mama mu itu" ancam Alan.
Lagi-lagi dia harus mengancam dengan kak azza dan mama, baiklah tuan aku akan mendengarkan semua perkataanmu tapi aku mohon jangan sakiti kakak dan mama tuan.
" Baiklah kau hanya perlu mendengarkan ku dan semuanya akan baik-baik saja, ohhhh ya bukankah Mamamu itu bukan ibu kandung mu yang waktu dibandung bukan" tanya Alan.
Bener tuan dia mama angkat saya sahabat ibu,
" Dan sekarang dimana ibumu aku tidak melihatnya" Alan.
Ibu sudah meninggal 4 tahun yang lalu tuan, tepatnya saat aku mulai perkuliahan,
" Apa ibunya sudah meninggal (batin Alan) saya minta maaf jika membuatmu memikirkan itu lagi" Alan.
Tidak apa-apa tuan, Alan kembali terdiam aku juga ikut diam sambil melihat keluar dikaca mobil beberapa menit kemudian kami sampai disebuah rumah yang sangat besar.
Bahkan lebih besar dari rumah mama, juga rumah Alan dan kamipun turun kak azza juga turun dan akupun berjalan menuju kak azza tapi tanganku malah ditahan oleh Alan.
Tuan saya ingin masuk bersama kak azza lepaskan tangan saya tuan,
Baik tuan aku menatap kak azza dengan isyarat, Lea gakpapa kak Lea masuk duluan ya kak dan terkejutnya lagi Alan malah menggandeng tanganku seperti sepasang kekasih saja.
Saat itu aku ingin menarik tanganku tuan kenapa kita harus bergandengan begini, bukankah kita hanya sebagai atasan dan sekertaris aku mencoba melepaskan tanganku.
" Jangan membantah atau kau ingin " ucap Alan. aku tau apa yang akan dia katakan baiklah baiklah aku akan menuruti semua apa yang tuan katakan.
Tapi jangan melakukan hal yang macam-macam padaku, saat masuk yang pertama menyambut adalah tuan Prayuanda, ny. Arum dan tuan Brian.
" selamat datang Alan dan Lea ohh ya papa mu tidak datang "tuan Prayuanda.
"Mungkin sebentar lagi om tadi Alan berangkat terlebih dahulu dengan Lea" jawab Alan.
Akupun juga bersalaman dengan tuan Prayuanda dan mereka tapi entah kenapa jika aku merasa dekat dengan mereka.
__ADS_1
"Selamat data Lea ohh ya Alan alangkah baiknya kita juga mengobrol dengan rekan yang lainnya bukan" ajak Brian.
"Baiklah kak om tan dan Lea kita kesana dulu " ucap Alan.
"Silahkan Alan Lea biar ngobrol sama Tante dulu lagian waktu itu, kita cuma ngobrol sebentar ya kan Lea" ucap Arum.
Merekapun pergi sekarang tinggal aku berdua dengan Tante Arum, lagi-lagi aku menemukan orang yang sangat baik seperti tante Arum.
"Lea Tante boleh meluk kamu gak" ucap Arum
aku sempat terkejut saat nyonya arum mengatakan itu.
Apakah Lea tidak salah nyonya ingin memeluk Lea, silahkan saja nyonya Lea senang sekali jika ada seseorang apalagi seorang ibu.
"Lea gak usah panggil nyonya atau ibu, panggil aja Mama" ucap Arum.
Kalo mama Lea gak bisa gimana Tante aja,
"Yaudah gakpapa" Tante Arum pun memeluk aku merasakan itu adalah pelukan seorang ibu orang tua, yang merindukan anaknya.
" Lea kita boleh ngomong sebentar gak tapi didalam saja jangan disini, Tante mau ngomong sesuatu yang penting" ucap Arum.
Sebenarnya apa yang akan dilakukan dan dikatakan oleh tante, Arum aku hanya bisa mengikuti langkahnya.
Saat akan masuk kedalam rumah karena acara diadakan out door ditaman rumah mereka yang luas, aku sempat berpapasan dengan Alan dia hanya menatapku dan aku juga menatapnya.
" sepertinya mamaku sangat suka dengan kekasih mu itu Alan, tapi kenapa aku belum percaya ya jika dia benar-benar kekasihmu.
Bukankah selama ini kau tak pernah dekat dengan perempuan manapun, bahkan kau tak pernah menyukai perempuan yang mendekati mu" ucap brian.
" Kenapa kakak meragukanku kak taukan siapa aku, Aslan banyak didekati perempuan namun aku tidak menyukai mereka dan ketika aku menyukai seorang perempuan maka dia tidak akan menolokku " senyum sombong Alan.
" Sepertinya aku melihat senyuman manis tadi apakah benar itu dia, tapi mana mungkin dia bisa datang dan menghadiri acara ini.
__ADS_1
Aku harap itu benar-benar senyuman manisku" ucap seorang laki-laki tampan dengan setelan jas yang rapi dari arah kejauhan.