
"Kenapa juga sikap mereka seperti itu jangan sampai mereka berdua salah haluan, dan ingat kau gadis miskin mulai besok kau tak akan bisa tersenyum dan tertawa lagi" ucap Alan yang melihat dari kaca ruangannya yang tembus pandang menuju halaman perusahaan.
Bagaimana dengan besok apakah dia akan mulai menyiksaku,tapi aku tidak tau apa kesalahanku dia juga tidak mengatakan apa-apa.
"Le Lea Lea leanda asmaja apa kau tidak mendengarku sedang apa kau dibelakang sana kita sudah sampai" teriak disti.
Ahhh ada apa dis ohh kita sudah sampai terima kasih kalo gitu aku masuk dulu, hati-hati dijalan dis " Lea kau yakin kau sehat atau kau sakit tidak seperti biasanya kau diam dan melamun di motorku" ucap disti.
Tidak aku tidak apa-apa tenanglah mungkin sedikit kecapean saja, kalo begitu aku masuk dulu hati-hati dijalan ya dis. "Baiklah kalo begitu aku pulang dulu jika kau sakit beri tahu aku oke " Adis, baiklah dahhh dahhh akupun masuk kerumah dan masih memikirkan mengenai kejadian tadi.
" Baiklah ternyata kau tinggal di sini aku akan terus mengawasimu aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun dan tetaplah bersamaku" ucap Alan.
aku pun masuk ke dalam rumah dan melakukan pekerjaan seperti biasanya memasak makan malam untuk mama dan Kak aza.setelah semuanya selesai aku pun langsung membersihkan badan dan menunggu kedatangan mama dan Kak aza, seperti biasa setelah mereka pulang aku makan malam bersama mereka.
"sayang apakah kamu diterima di perusahaan winanta"ucap mama. "aku yakin jika Lea akan diterima disana ma bukankah Lea perempuan yang pintar dan cantik" ucap azza.
Aku harus menjawab apa seandainya mama dan kak azza tahu jika aku memiliki seorang bos yang sangat aku benci sekarang ini,Alhamdulillah aku diterima di perusahaan itu mah ke azza Aku sangat senang bahkan aku diterima sebagai sekretaris bos sekaligus CEO perusahaan itu.
"Benarkah kau sungguh beruntung Lea kau bisa menjadi sekretaris CEO perusahaan itu aku dengar dia seorang pemuda yang tampan. Aslan king Winanta putra satu-satunya pewaris tahta kekayaan winanta kesuma, bukankah itu benar Lea semoga kau bisa berjodoh dengannya". ucap azza
__ADS_1
"Sudah jangan membicarakan tentang jodoh dulu Mama ingin lea, bekerja terlebih dahulu dan mendapatkan pengalaman dari pekerjaannya supaya dia bisa menjadi wanita yang tangguh dan hebat" ucap mama.
Ya sudah kita makan malam dulu, setelah selesai makan malam aku langsung ke kamar lagi-lagi memikirkan tentang Alan itu apakah aku bisa menghadapinya. karena sekarang masalahnya lebih rumit dibandingkan saat SMA dulu.
" Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu denganmu dan memulai penderitaan untuk dirimu gadis miskin yang bodoh, Aku berharap kau bisa menjalaninya dengan baik dan tidak melakukan kesalahan yang lebih fatal agar kau selamat atau memilih menderita selamanya". gerutu Alan dikamarnya yang mewah dan besar
Kediaman Bagaskara Prayuanda pemilik perusahaan Prayuanda company,
"Mama jangan terlalu memikirkan masalah itu lagi sudah hampir 20 tahun ini kita berusaha semaksimal mungkin mencari rindu tapi kita belum menemukan dia juga.
Bryan yakin rindu akan secepatnya ditemukan maka dari itu Bryan mohon Mama untuk bersabar" Bryan Prayuanda.
"Sampai kapan Brian Mama sudah sangat merindukan kehadiran rindu adikmu Rindu Ruma Prayuanda. rasanya Mama sudah tidak sanggup lagi menghadapi keadaan ini, perasaan Mama sangat sedih yang mendalam jika mengingat kejadian penculikan adikmu yang dibawa oleh pembantu tidak tau diuntung itu" ucap Arum Prayuanda.
"Lea hari ini kamu berangkat dengan kakak saja bukankah arah kantor kita searah, bukan hanya hari ini seterusnya kau berangkat dengan kakak saja masalah Adisty temanmu itu katakan saja kepadanya jika kau mulai hari ini dan seterusnya akan berangkat bersama kakak,kakak yakin pasti dia akan mengerti"ucap azza
"Benar lea itu lebih baik kau bisa berangkat dengan aza dengan itu lebih terjamin keadaanmu dan mama tak perlu risau" mama
Baiklah mama lea akan pergi bersama Kak aza nanti Lea bisa menelpon untuk memberitahu Adisti tentang ini.
__ADS_1
Aku pun berangkat bersama kak azza terlebih dahulu Kami bersalaman dan memeluk hangat Mama,setelah beberapa menit perjalanan akhirnya kami sampai di perusahaan winanta karena yang dekat jaraknya adalah perusahaan ini setelah beberapa menit lagi barulah kak azza sampai diperusahaan Prayuanda company.
"Semangat kerjanya kalau gitu kakak pergi dulu dadah sampai jumpa nanti kakak jemput lagi" ucap azza. siap Kak Lea tunggu kehadiran kakak dahh dahh, "ternyata sekarang kau bukan gadis miskin lagi kau cukup kaya kau punya rumah yang bagus dan diantar dengan mobil yang bagus juga ternyata kehidupanmu lebih baik di kota ini.
tapi tidak dengan kehidupanmu denganku karena aku akan membuat kehancuran pada dirimu,atas apa yang telah engkau lakukan kepadaku bahkan aku akan membuatmu lebih menderita dari segala aspek kehidupan dirimu" gerutu alan yang masih dalam mobil sambil melihat Lea yang baru sampai.
"Hei kau asisten pribadi ku", mendengar ada seseorang yang memanggilku maka aku membalikkan badan ke arah suara itu ternyata dia Tuan Alan.
Bukankah aku ini sekretaris tuan di kantor ini bukan asisten pribadi tuan, apakah Tuan tidak bisa membedakannya atau perlu aku jelaskan.
"wah wah wah wah ternyata kau berani melawan perintah Tuanmu, baiklah jika kamu menolak untuk membawakan tas dan berkas-berkas ku ini maka Aku pastikan akan banyak lagi penderitaan yang kau akan dapatkan ini hanya permulaan saja".
Aku sangat geram dengan dia tapi aku tidak bisa membalas atau membentaknya karena banyak sekali karyawan dan orang-orang di sini.
Baiklah aku akan mengikuti permainan penderitaanmu itu kita lihat siapakah yang akan menderita kau atau aku batinku.
Tersenyumlah dengan manis karena senyumanmu itu membius siapapun,Baiklah Tuan Alan aku akan membawakan tas dan berkas-berkas mu ini dengan sangat baik.
"baguslah kau melakukan pekerjaanmu dengan baik" saat akan masuk menggunakan lift menuju ruangan ternyata lift penuh dengan beberapa karyawan lainnya dan dengan sombong angkuhnya Alan malah mengusir mereka.
__ADS_1
"Kalian semua keluar lah aku ingin menuju ruangan ku tunggu lah setelah aku naik menggunakan lift ini, atau gunakan saja lift lain ataupun tangga darurat cepat keluar apa kalian tak mendengarkanku" ucap Alan.
"Hei kenapa kau malah diam dan berdiri di situ cepat masuk", hati Alan ini memang telah dipenuhi dengan kebencian dan dendam bukan hanya kepadaku. kepada semua orang dengan angkuhnya mengusir semua orang dan karyawan mereka juga punya hak apakah dia yang tidak bisa berantri dengan baik jangan mentang-mentang karena dia CEO perusahaan ini dia juga manusia seharusnyaa dia mempunyai rasa kemanusiaan juga yang sama dan baik kepada semua orang.