
...~ Terus lah berjalan dengan tenang dan berdo'a, karena yakinlah tepat pada waktunya kau akan merasakan kebahagiaan yang selama ini kau impikan ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Keesokan paginya☀️
' Ehmmm aku kok jadi takut gini ke kantor ya, apalagi ketemu Alan bisa-bisanya dia macam-macam ke kau, ihhhhh mama Rindu ga mau ' batin Rindu menggerutu.
Namun beberapa detik kemudian, tiba-tiba Rindu merasa sedih dan teringat akan sosok almarhumah sang ibu.
Bagaimanapun ibunya dia tetaplah ibu Rindu, yang telah berjuang membesarkan rindu dengan kasih sayang dan penuh cinta meskipun lewat jalan yang salah dengan menculik Rindu saat kecil.
' Ibu, ibu pasti udah bahagiakan diatas sana ibu juga pasti bisa ngelihat rindu sekarang, rindu udah bagaimana Bu rindu juga udah ketemu sama orang tua rindu makasih ya Bu buat semuanya, Lea saya ibu sampai kapanpun Lea ga akan lupain ibu, Lea sayang ibu asma. '
Flashback
" Yaudah silahkan duduk Lan ".
" Makasih Tan ".
" Ohh iya Tante mau bahas soal pertunangan kalian, tapi Tante panggil Rindu dulu ya ".
" Tan " cegat Alan.
" Iya ada apa, lan ?. "
" Udah ga usah panggil Rindu Tan, Alan juga sebentar disini soal pertunangan kita bahas besok aja Tan sekalian sama mama papa ya Tan, kalo gitu Alan pamit sekalian bilangin ke Rindu ya, Tan. "
" Siapa Alan, kamu hati-hati nyetirnya. "
" Siap Tan. "
Kembali ke Kantor
Rindu datang ke kantor diantar oleh Brian, memang beberapa hari belakangan ini Rindu tidak ingin dijemput oleh Alan apalagi setelah mendapat ciuman dari Alan.
Saat sampai di kantor Rindu langsung menuju mejanya, bagaimana Rindu tak merasa takut dan canggung bahwa meja kerjanya satu ruangan dengan Alan.
' Uhhh untung saja tuan Alan belum datang uhhhh rasanya aku tidak ingin bertemu lagi dengannya, tapi itu mustahil justru aku akan selalu bertemu dengannya ahhh sudahlah jangan terus mengeluh dan memikirkan itu, Rindu. "
Ceklek (pintu terbuka)
Namun setelah pintu itu terbuka terdengar detakkan kunci pintu, hal itu juga membuat detak jantung Rindu berdetak lebih kencang dan juga ketakutan.
" Tuan, kenapa pintunya harus dikunci tuan....... tuannnnnnnnn " ucap Rindu berteriak ketika Alan mulai mendekatinya.
__ADS_1
Sebelum lebih dekat pada Rindu, Alan meletakkan tas kerjanya terlebih dahulu di meja miliknya lalu kembali mendekati Rindu.
" Tuannnnn tuannn mau apa, tuannnnn kak......... kak........ Alannnn " Rindu berteriak ketakutan sambil menutup matanya.
Namun beberapa detik kemudian ia rasakan tidak ada hal apapun yang terjadi padanya.
POV Author:
Emang maunya merasakan apa Rindu Rindu, mau rasain dimakan Alan ya nanti deh kalo udah resmi aja hehe.
Rindu perlahan membuka matanya, dan pemandangan yang ia lihat adalah Alan yang menahan tawa kemudian terbahak dengan bahasa.
" Huahahahahha, kamu itu lucu banget sih " ucap Alan sembari mencubit pipi Rindu.
" Hihhhh kakak apa-apaan sih, hobi banget sekarang ngerjain aku sih kak jahat banget " ucap Rindu kesal.
" Kalo di kantor itu panggil aku tuan, tapi kalo lagi berdua ubah panggilan kakak kamu itu jadi sayang bisakan " ucap Alan berbisik ditelinga Rindu.
" Ihhh kakak apa-apaan sih, udah ahh sekarang waktunya kerja udah sana " ucap Rindu lalu mendorong Alan dengan lembut.
Namun lagi-lagi Alan tidak bisa lepas dari pesona Rindu, terutama dari pipi mulusnya maunya sih bibir Rindu tapi yasudah belum bisa bukannya ga bisa sih lagi otw hehehe.
Merekapun kembali bekerja seperti biasa, sebelum itu Rindu membuka kunci pintu ruangan itu dan keluar untuk membuat teh alias ingin pergi untuk menenangkan dirinya sebentar.
*****************
" Kamu pulang sama aku, kita mau pergi ke restoran mama papa kita udah nunggu ga usah nolak " ucap Alan tegas.
" Iya kak, aku siap-siap dulu ohh iya berkas yang tadi udah selesai aku taruh di meja kakak ya. "
" Udah biarin aja sekarang udah jam pulang kantor, jadi ga usah mikirin pekerjaan lagi sekarang kita pulang " final Alan kemudian menggenggam tangan Ara.
" Kakak jangan pegangan kita itu di kantor ga enak kalo dilihat yang lain lepasin kak. "
" Mereka semua udah tau kamu siapa aku sayang udah jangan nolak, kita harus segera sampai mama papa udah nunggu kita, sayang " ucap Alan menggoda.
' ihhh kak Alan, kenapa harus sayang sayang sayang terus sih aku bisa pingsan lama-lama kalo sikap dia gini. '
Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah restoran mewah.
" Ga mau gandengan masuknya " ucap Alan sedikit membantu Rindu terkejut.
" Gandengan ?. "
" Biar lebih romantis aja gitu, biar mama sama papa kita tambah bahagia liat kita yang makin romantis " ucap Alan menggoda.
__ADS_1
" Kan ga harus kak " sahut Rindu tetapi mendapatkan tatapan intimidasi oleh sang dominan.
" Iya " ucap Rindu kemudian memeluk lengan kekar milik Alan.
Merekapun memasuki restoran dan menuju meja yang telah disediakan oleh orang tua mereka.
" Wahhh yang ditunggu-tunggu udah dateng ni " ucap mama Alan.
" Makin romantis aja ni putri sama menantu mama " sahut mama Rindu.
" Papa ikut bahagia lihat kalian makin dekat dan romantis gini. "
Kedua orang yang dipuji itu hanya tersenyum, kemudian mereka duduk dibangku yang memang disediakan untuk mereka.
" Mama " cipika-cipiki Rindu pada kedua mamanya.
Sebelum membahas mengenai kelanjutan pertunangan mereka, mereka terlebih dahulu menyantap hidangan makan malam mereka.
" Baik berarti finalnya pertunangan mereka Minggu depan, dan buat besok kita langsung fitting bajunya ya sayang. "
" Iya ma. "
" Siap ma. "
Setelah selesai membahas semua hal tentang pertunangan merekapun pulang.
" Kak, aku baliknya sama mama papa aja ya biar kakak juga bisa langsung pulang ga usah anter aku. "
" Ehhmm oke " sahut Alan datar namun dengan senyumannya.
" Ya sudah kami pamit. "
Rumah Rindu
" Jangan lupa bersih-bersih dulu habis itu baru tidur ya sayang, good night sayangnya mama " ucap sang mama.
" Iya, ma. "
Rindu pun memilih untuk membersihkan dirinya, beberapa menit kemudian ia sudah selesai dan memilih untuk duduk sebentar di balkon kamarnya.
Tiba-tiba saja satu hal terlintas dipikiran Rindu, dan juga memang menjadi hal yang mengganjal perasaannya selama ini.
' aku tau mungkin kebahagiaan dan perasaan itu aku rasakan baru beberapa bulan ini, tapi aku dan kak Alan sudah mengenal dari kami SMA. '
' Aku juga tidak tau dengan perasaan kak Alan sebenarnya padaku, jika hal itu ditanyakan padaku tentu aku menyayangi dan mencintai kak Alan meskipun sedikit kesal dengan sikapnya yang terlalu berkuasa padaku. '
__ADS_1
' tetapi ia tidak pernah menyatakan perasaannya padaku, apa perlu aku harus menanyakan hal ini padanya aku hanya takut jika dia hanya terpaksa dengan semua ini dan aku juga takut jika semua ini ia lakukan hanya untuk membalaskan sakit hati dan dendamnya padaku saat SMA dulu. '