
Setelah sampai dirumah akupun langsung mandi, dan aku melihat bekas cengkraman alan masih berbekas di pergelangan tanganku dan lebab di keningku juga masih tampak.
Aku tidak tau harus berkata apalagi dan melawan pada alan, karena perbuatannya sungguh membuatku menderita bagaimana jika aku melawan perkataan dan perintahnya akan membuatku semakin menderita.
Belum lagi aku harus menjelaskannya pada mama dan kak azza, setelah selesai akupun memakai pakaian dan bersantai di taman belakang rumah sembari menunggu mama dan kak azza datang.
Di Perusahaan Winanta Group
Seorang alan sedang duduk dan bersandar di kursi kebesaranya, " kenapa alan kenapa kau bodoh sekali dan kenapa kau seperti orang kesetanan menyakiti lea. bukankah kau mengatakan jika kau tidak akan menyakiti fisiknya, dan lihat sekarang dia tidak di situ di tempat kerjanya dan berdua bersama mu diruangan ini.
Aahhhhh kenapa aku sekarang malah merasa kasihan padanya itu tidak boleh terjadi, itu kesalahannya ahh lebih baik aku kembali ke rumah segera mungkin dia masih ada disitu.
Akhirnya beberapa menit perjalanan alan sampai dirumahnya dan memakirkan mobilnya.
" Haii ma ( cipika-cipiki ) apakah lea masih ada disini " alan.
" Tidak lea sudah pulang tante arum yang mengantarnya, ohh iya lan mama ada kabar baik buat kamu " riska.
" Kabar baik apa ma " alan.
" Alan bulan depankan kamu ulang tahun, dan ternyata lea juga berulang tahun bulan depan bahkan tanggal ulang tahun kalian sama sayang.
maka dari itu mama ada rencana bagaimana kalo bulan depan pas kalian ulang tahun samaan, satu lagi sekalian tunangan ya sayang jadi kapan kamu mau ngelamar dan nemuin orangtuanya lea " riska.
" Bagaimana ini ternyata apa yang dia katakan benar, mama akan bertindak lebih serius mengenai hubungan sandiwara ini. tapi aku juga tidak bisa menolak permintaan mama, tapi apakah dia mau menerima pertunanganan ini apakah aku harus mengancamnya lagi " batin alan.
" Sayang alan apakah kau tidak mendengarkan mamamu ini, dan kenapa malah ngelamun sayang " riska.
" Ma alan rasa jangan terlalu cepat mengenai hal pertunanganan, bukankah lea dan alan baru mengenal kembali setelah berpisah semenjak SMA " alan.
__ADS_1
" Alan itu bukan masalah lagi kenapa harus mengenal lagi kalian tidak pelupakan, kenapa harus mengenal lagi mama rasa kamu hanya menunda-nunda pokoknya mama mau kamu melamar lea secepatnya dan pertunanganan kalian bulan depan kamu punya waktu 3 minggu lagi oke sayang mama keluar sebentar dahhh sayang ingat perkataan mama tadi " riskapun pergi meninggalkan alan.
" Bagaimana ini aku tidak mencintai dia tapi aku juga tidak ingin kehilangan dia bahkan melihatnya dengan laki-laki lain aku tidak suka, baiklah pikirkan dan katakan itu besok padanya satu lagi aku akan transfer gaji pertamanya bukankah aku sudah berjanji padanya untuk membayar gaji hasil kerja dia " alan.
Aktivitas dan kegiatan biasa dilakukan, sampai pada sore harinya, melati dan dito kembali ke rumah.
Ting Ting
" Iya nyonya ( membuka pintu ) silahkan nyonya dan den dito " bibi,
" Bi apakah lea sudah pulang dari kantor " melati.
" Sudah nyonya non lea ada di taman belakang, ohh ya nyonya hari ini pekerjaan saya sudah selesai makan malampun juga sudah saya siapkan kalo begitu saya izin pulang nyonya " bibi.
" Baiklah terima kasih atas pekerjaannya hari ini bi, dito kamu temui saja lea di taman tante ingin ke kamar sebentar " melati.
Kenapa hidupku jadi berubah begini setelah kepergian ibu seandainya ibu masih ada dan kita tetap tinggal di bandung pasti kita sekarang ini bahagia bu.
Lea tidak mau hidup disini meskipun dengan hidup berkecukupan, tetapi batin lea tersiksa apakah kita salah bu terlahir dari keluarga miskin apakah kehidupan miskin sehina yang orang-orang nilai pada kita.
Kita hanya miskin bu tak punya harta, tetapi kita bukan orang yang hina. tapi lea gak pernah menyesal dilahirkan dari keluarga sederhana bahkan miskin, karena lea tetap bahagia memiliki ibu sebaik ibu asma.
" Dorrr ayo lagi ngelamunin apa hayo lea " dito,
( Karena terkejut lea tidak sengaja terperanjat dan tanganya yang sakit terbentur ke gagang kursi taman ) aawww ( memegangi tangannya yang sakit bahkan bertambah sakit ).
" Lea maaf kakak tak sengaja ( duduk disamping lea sambil memegang tangan lea yang sakit ) " dito.
Kak dito kenapa kak dito bisa ada disini, dan kenapa kak dito tau kalo aku ada disini.
__ADS_1
" Sudah itu tidak penting sekarang kak mau tanya tangan kamu kenapa ahhh " dito.
Tangan aku ya sakit karena kakak lah tiba-tiba ngagetin aku, " gak tapi itu benar kakak ngagetin kamu tapi kakak rasa gak akan bikin tangan kamu sampai memerah gini juga perasaan tangan kamu ke bentur dikit aja " dito.
Iya-iya ini tangan lea sakit gak tau juga sih apa penyebabnya mungkin alergi kayaknya kak, tapi gakpapa kok ( leapun menarik tanganya dari genggaman dito ) cuma sakit sedikit aja.
" Yaudah gakpapakan ohh ya kakak minta maaf ya karena terlambat jemput dan nganterin kamu ke kantor hari ini " dito.
Aku gak ke kantor kak malahan hari ini aku ke tempat yang sangat menakutkan, apalagi sikap alan padaku kak batinku berkata.
Udah gakpapa lagiankan kakak gak seharusnya nganterin aku juga, kan aku ada kak azza yang selalu nganterin aku kerja.
" Lea kakak gak habis pikir gitu kita udah lama ke pisah
bahkan dari kita SMP sampai sekarang sekitar 10 tahunan kita gak ketemu dan sekarang alhamdulillah kita ketemu lagi " dito.
Bener sih kak lea juga seneng banget bisa ketemu kakak, karena disini lea gak punya teman yang dekat apalagi teman waktu di bandung dan sekarang kaka datang lea senang banget ( tersenyum ).
" Aku lebih seneng lagi kalo kamu mau nerima aku sebagai pendamping dan teman hidupmu, tapi aku tau kamu gak akan mau nerima aku lea. karena kamu pernah bilang kalo kak dito adalah kakak terbaiknya lea dan kak dito harus sayang sama lea sebagai adiknya kak dito " batin dito.
Kak lea pengen deh kita kayak dulu lagi pas waktu kecil, lari-lari di kebun teh, pergi main air di sungai, pokoknya bahagia kayak dulu di bandung.
" Sekarang udah beda atuh lea dulu ya dulu waktu kita kecil, sekarang lea udah besar kakak juga masa harus main gitu lagi tapi emang seru lea " dito.
Merekapun membayangkan masa-masa kecil mereka di bandung, dan bermain dengan ceria, gembira, bahkan membuat lelucon serta sikap jail mereka yang sering kali mengerjai para pemetik teh.
Lea dan dito tertawa bahagia mengingat kenangan masa kecil mereka.
" Semoga saja lea bisa terus tersenyum dan bahagia seperti itu terus " melati yang memperhatikan mereka dari jendela kamarnya yang tembus ke halaman belakang.
__ADS_1