Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
75. Cemburu


__ADS_3

Akupun hanya terdiam diluar kursi tunggu ini sambil terus menghapus air mata ini, aku sudah tidak memiliki ibu lagi apakah aku harus kehilangan mama melati juga aku tidak mau itu sampai terjadi.


" ( keluar dari mobil ) ahh untung saja aku sempat melihat kemana arah mobil kak brian perginya, dan ini rumah sakit untuk apa kak brian dan lea ke rumah sakit atau jangan-jangan tidak lea tidak mungkin dihamili kak briankan tidak itu tidak mungkin " cemas alan yang kemudian masuk mencari keberadaan brian dan lea.


" Lea kau kenapa menangis mamamu baik-baik saja bukan, lea hei kau tak mendengarkan aku ( duduk disamping lea ) " brian.


Tak disadari lea malah bersandar pada brian bahkan memeluk brian.


Kak apakah sepahit dan semenderita ini kehidupanku, aku tau aku hanya sebatang kara tapi apakah aku tidak berhak bahagia kak.


Brian hanya diam dan membalas pelukan lea sambil mengelus kepala lea, dan saat itu alan tak sengaja melihat mereka berdua.


" Kurang ajar kak brian berani sekali dia memeluk gadis itu, dan kenapa juga gadis itu malah menangis dan sangat nyaman dipelukan kak brian aku tidak bisa tinggal diam ( menghentikan langkah ), tidak aku juga tidak boleh tiba-tiba marah pada mereka nanti mereka bisa curiga jika aku mengikuti mereka " gerutu alan.


" Menangislah jika itu bisa membuatmu sedikit tenang dan lega karena masalahmu, ( entah kenapa aku merasa sangat dekat dengan lea apalagi saat memelukny aku merasa jika aku pernah merasakan pelukan ini beberapa tahun lalu ) " batin brian.


Brian semakin menunjukan rasa kasih sayangnya pada lea dengan terus memeluk lea dan mengelus kepalanya, bahkan saat tangan brian mencoba menghapus air mata lea alan sudah tidak sanggup menahan amarahnya alias cemburu pada brian.


Hap tangan brian dicegah oleh tangan alan agar tidak menyentuh pipi lea.


" Heii alan ada apa ini dan kenapa kau bisa ada disini ? " tanya brian.


" Alah kakak jangan pura-pura bodoh apa yang telah kak lakukan pada lea kepada lea kekasihku ahhh " bentak alan.


Tuan maksudku Alan kak brian tidak bersalah dan dia juga tidak melakukan apa-apa padaku.


" Tidak aku tidak percaya dengan kalian berdua, pertama kalian berdua menemui tante dan om, kemudian bergegas ke rumah sakit dan sekarang lea menangis di pelukan kakak jadi apalagi yang bisa aku percayai dari kalian " jelas alan.


" Sekarang aku paham jika kau sedang cemburu padaku karena aku dekat bahkan berpelukan dengan lea bukan, tenanglah semua tuduhan dan pikiranmu itu salah kau hanya cemburu buta tanpa berpikir untuk mencari tau kebenarannya " brian.


" Janganlah berlagak tidak tau apapun tentang semua ini aku sudah cukup marah melihat apa yang kakak lakukan tadi ( menggepalkan tangannya dan akan memukul brian ) " alan.


Tidak alan jangan lakukan itu ( menarik tangan alan ).


" Lihatlah dia membela kakak bukan lepaskan tanganku aku bilang lepaskan ( tidak aku tidak akan melepaskannya sampai kau berjanji tidak akan memukuli kak brian ).

__ADS_1


Aku bilang lepaskan ( alanpun mendorong lea hingga kepala lea terbentur ke tembok ).


Brukkkk seketika lea terjatuh dengan dahi yang lebab untuk tidak mengeluarkan darah, dan lea masih kuat dia tidak pingsan.


Awww awwww sakit sekali ( lea memegangi kepalanya dan terdiam dilantai bahkan kepalanya terasa pusing dan nyeri.


" Lea ( alan datang dan cepat-cepat membantu lea ) kau tidak apa-apa maafkan aku, lebih baik kita periksa ke dokter disini " alan.


Tidak tidak perlu ini hanya nyeri dan sedikit pusing.


Alan tidak mempedulikan jawaban lea ( alan langsung menggendong lea ), tuan saya bilang saya tidak apa-apa turunkan saya tuan turunkan saya.


" Diamlah dan jangan banyak bergerak atau kau mau aku antar ke ruangan mayat ahhh " alan.


Ruangan mayat apakah tuan ingin membunuh saya, dan mengantarkan saya keruangan mayat tidak tuan jangan bunuh saya.


" Ahh tak ada gunanya bicara dengan gadis bodoh sepertimu lebih baik kau diam " alan.


Setelah sampai diruangan dokter tersebut alan langsung membaringkan lea di atas tempat tidur pasien.


" Dokter tolong periksa keadaannya apakah benturan di kepalanya cukup parah " alan.


" Baiklah akan saya periksa dulu, ehhh sepertinya tidak cukup dikompres dengan handuk yang diberi es saja maka akan mengurangi lebab dan rasa nyerinya.


Dia sangat manis apalagi senyumannya ( batin dokter ) tapi akan saya coba cek lagi seberapa lebabnya " ucap dokter itu.


Dokter inipun malah memegang dan mengelus-ngelus dahi lea yang lebab tentu semakin membuat alan terbakar amarah cemburu.


( Alan yang berdiri disamping lea berkata ) Ehhhhhhmmm sepertinya akan berniat untuk membeli rumah sakit ini, bahkan uangnya hanya kecil bagiku dan jika aku sudah membelinya..........


Maka akan ada satu orang dokter yang akan aku pecat bahkan aku yakinkan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun karena sikap kurang ajarnya kepada seorang pasien ( mengeraskan volume suaranya ).


Ohhh atau dia tidak mengenali ku baiklah aku harus yang memperkenalkan diriku baiklah, aku adalah aslan king winanta pewaris semua kekayaan winanta Group " ucap alan dengan nada tinggi.


Perkataan alan sontak membuat dokter itu menurunkan tangannya dari dahi lea, " baikla keadaannya sudah baik dan tidak perlu ada yang dikawatirkan " dokter itu tiba-tiba kena mental.

__ADS_1


" Baiklah sekarang turun ( memberikan tangannya ) " alan.


Akupun menyambut bantuan tangannya, dan kembali tersenyum ke pada dokter itu terima kasih dok kami permisi dulu.


" Masih bisa senyum ya sama dokter itu ( akan memukul kepala lea ) " alan.


Tuan jangan membuat tameng dengan kedua tanganku, dahiku masih sakit jika tuan memukul kepalaku maka aku akan benar-benar tuan antarkan ke ruang mayat.


" Aku juga tidak ingin membunuhmu jika itu rencanaku maka sejak aku bertemu atau saat dilapangan basket itu akan aku cekik lehermu " ucap alan.


Haahhhahh ternyata ia juga bisa bercanda walaupun terkadang dia menjadi harimau atau macan yang seperti risa katakan waktu itu batinku.


" Baiklah aku akan mengantarmu pulang " alan.


Tidak tuan aku masih mau disini ke ruangan tadi,


" Untuk apalagi kau kesana ahhh kau mau menemui kak brian lagi aku rasa dia sudah kembali ke rumahnya jadi cepatlah pulang aku akan mengantarmu " alan.


Tidak tuan aku bukan mencari kak brian tapi mama di rawat di ruangan itu, mama melati tadi dia sempat sakit dan pingsan cukup lama maka dari itu aku tidak mau pulang lagian kak azza juga ada disana menemani mama.


" Berarti kamu kesini dengan kak brian bukan untuk mengecek kandungan " malu alan.


Bukan tuan lagian siapa yang hamil mengandung, tuan ada-ada saja atau tuan menuduh saya yang dihamili kak brian tidak tuan tuan salah maka dari itu janganlah bertindak gegabah dan cemburu buta tuan.


" Apa cemburu aku tidak mengatakan jika aku cemburu denganmu " alan.


Baiklah jika tuan tidak cemburu ya sudah aku ingin melihat keadaan mama dulu, apakah tuan ingin ikut atau tuan ingin pulang saja silahkan.


" Ehmmmm" alan.


Tuan saya ini bukan penerjemah bahasa ehhmmm jadi saya tidak tau arti ehhmmm itu apakah tuan haus atau bagaimana.


" Sudah cepatlah berjalan atau saya akan meehmmmmm kamu " gertak alan.


Baiklah silahkan ikuti saya tuan ( ehhhmmm ehhmmm apalah arti dari kata tersebut ).

__ADS_1


__ADS_2