
Mama aku langsung memeluk mama begitu juga dengan kak azza, kenapa mama sampai sakit begini ma tanyaku pada mama.
" Mama tidak apa-apa tapi mama ingin bicara dengan lea sebentar dulu hanya dengan lea, azza mama ingin kamu keluar sebentar " melati.
" Mama jangan berpikir untuk suatu hal yang akan memperburuk kondisi mama sendiri, tidak azza akan tetap disini dan mama harus beristirahat dan jangan memikirkan hal-hal tidak penting itu " azza.
Sedangkan brian hanya duduk dikursi tunggu diluar ruangan melati dirawat.
Benar ma mama tidak boleh terlalu memikirkan sesuatu yang berat, mama harus menjaga kondisi mama sampai sembuh lea tidak ingin terlalu lama melihat mama terbaring disini.
" Azza mama mohon keluarlah sebentar mama ingin bicara dengan lea sebentar saja sayang azza mama mohon " melati.
" Baiklah ma azza akan keluar tapi azza harap mama tidak melakukan hal yang akan membuat lea terluka ma " azza.
Apa yang dimaksud kak azza apakah mama akan kembali marah padaku seperti dulu, ma apa maksud dari ucapan kak azza tadi ma ma mama mendengar lea bukan.
" Benar lea apa yang akan mama katakan akan sedikit membuatmu terluka atau marah, tapi mama harus secepatnya mengatakan ini semua agar mama tidak kehilangan kamu " melati.
Ma lea masih tidak mengerti ucapan mama, lea mohon pada mama jangan memikirkan hal-hal yang tidak pennting bahkan akan membuat kondisi mama bertambah parah lea tidak mau itu sampai terjadi.
" Aku yakin mama akan menyudutkanlah dengan pilihan yang tidak akan lea terima, apakah aku harus mengatakan yang sejujurnya kepada brian dan keluarganya tentang siapa lea sebenarnya " batin azza.
" Loh kenapa hanya sebentar azza apakah mamamu baik-baik saja ? " brian.
" Pak masih disini saya kira pak sudah pergi darisini, ohh mama baik-baik saja pak sekarang dia ingin ditemani lea dulu jadi saya lebih baik keluar saja " azza.
__ADS_1
" Kenapa bisa begitu ya bukankah lea itu bukan sudara kandung kamu bukan, dan kenapa mamamu lebih menyayangi dia daripada kamu azza " brian.
" Tidak pak yang tadi pak katakan benar, tapi tidak dengan mama yang lebih menyayangi lea daripadaku itu salah pak ya sudah mari kita duduk saja pak " azza.
" Lea apakah kau menyayangi mama seperti kau menyayangi ibumu ? " melati.
Ma itu hal yang tak perlu mama tanyakan lagi pada lea, tentu lea sangat meyayangi mama dan juga kak azza ma.
" Baiklah mama sangat senang mendengarnya bahkan mama merasa kembali sehat dan pulih dari sakit ini, mama ingin mengatakan sesuatu pada lea lebih tepatnya pilihan dan lea harus memilih salah satu dari mereka " melati.
Ma apa yang mama katakan siapa yang akan lea pilih mama dan kak azza, itu tentu tidak mungkin ma mama dan kak azza sangat lea sayangi sekali.
" Tidak lea pilihanya bukan mama ataupun azza, tapi yang akan lea pilih adalah menikah dengan dito atau alan mama mohon jawab dengan jujur lea " melati.
Apa menikah ma kak dito dan tuan alan, tidak lea tidak ingin menikah sekarang bahkan harus menikah denagn kak dito ataupun tuan alan lea tidak mau ma.
Ma lea mohon jangan buat lea harus memilih begini, itu bukan suatu pilihan yang mudah untuk lea ma dan mama juga tau bukan jika lea belum ingin menikah ma tolong dengarkan lea juga mama hiksss hikssss.
" Baiklah berarti jawabanmu tidak bukan, maka mulai sekarang aku tidak ingin menganggapmu anak lagi dan sekarang keluarlah dan suruh anakku masuk azza. bahkan jika kau ingin keluar dari rumah aku akan senang hati, karena aku tidak ingin melihat dirimu lagi pergilah pergi ( mendorong lea ) " melati.
Akupun terjatuh ke lantai karena tubuhku tiba-tiba lemah saat mama melati mengucapkan semua itu, dan ditambah dorongannya yang cukup kuat. aku hanya bisa menangis hiksss hiksss hiksss ma lea minta maaf tapi jujur lea tidak bisa memilih dan menerima apa yang mama katakan tadi ma hiksss hikssss.
" Jangan panggil aku mama lagi kau bukan anakku dan kau bukan putriku lagi pergi dan keluar saya bilang pergi pergiiiiii, azza azzaaa sayang azza " melati.
" Sepertinya mama memanggilku pak apakah pak ingin ikut ke dalam melihat keadaan mama ? " tawar azza.
__ADS_1
kring kringggg bunyi panggilan masuk dihandphone brian.
" Baik masuklah dulu saya ingin mengangkat telpon dulu " brian.
Ma mama hikssss hikssss maafkan lea tapi lea bisa ma hikkssss maafkan lea lea mohon.
" Lea kenapa kau sampai begini, bangunlah lea apa yang telah membuatmu menangis ahhh lea jawab kakak. ma mama apa yang sudah katakan pada lea, ma azza sudah bilang jangan membuat lea seperti dulu lagi mama sudah pernah menyakitinya dan sekarang mama malah menyakitinya lagi " azza.
Sudah kak lea tidak apa-apa sudah kak berhenti jangan marahi mama dia masih belum sembuh dan pulih.
" Lea katakan pada kakak apa yang mama katakan padamu, dan tenanglah kakak akan mengurus mama katakanlah apa yang mama inginkan darimu " azza.
Tidak kak mama tidak bicara dan menginginkan apapun, lea hanya terpeleset tadi.
" Ahhhlah lea lea janganlah kau tipu kakakmu ini dengan tipuan untuk anak kecil, apakah separah itu kau terpeleset, apakah kau selemah itu jika hanya terpeleset sampai menangis tersedu-sedu ahhh " azza.
Kak kakak lea tidak apa-apa sudah janganlah bicara terlalu keras mama butuh istirahat kak.
" Baiklah sekarang kita pulang ke rumah dan biarkan saja mama istirahat dan menenangkan dirinya, bukan begitu ma ? " azza.
Tidak kak kita tidak boleh meninggalkan mama sendirian kak ingatkan pesan dokter tadi pada kita kakak ingatkan.
Biar lea saja yang menjaga mama jika kak ingin kembali pulang, tapi lea mohon kakak jangan marah-marah atau meninggi suara disini mama butuh istirahat kak.
" Baiklah sekarang lea yang harus diluar dan tunggu diluar kakak juga ingin bicara dengan mama, silahkan lea kak bilang lea keluar dulu satu lagi jangan biarkan pak brian masuk kesini dulu " azza.
__ADS_1
Tapi kak " lea kamu pasti bisa mendengarkan kakak bukan jadi kakak minta kamu keluar sebentar " azza.
Aku hanya bisa menuruti perkataan kak azza, semoga saja kak azza bisa membantu masalahku dan semoga saja mama tidak memaksaku memilih antara kak dito dan tuan alan.