
Kenapa mereka malah keluar dari lift ohh apa mungkin karena alan ini akan masuk terlebih dahulu, secara dia bos ceo perusahaan ini baiklah berarti aku juga harus menunggu disini biarkan dia yang duluan menaiki lift itu.
Tapi tiba-tiba saja alan berjalan didepanku menuju lift sambil berkata cepat masuk atau aku akan, berlalu meninggalkanku dan saat itu disti juga menyuruhku
" Udah lea masuk aja nanti malah dapet hukuman udah duluan aja " disti.
Akupun bergegas masuk dan berdiri dibelakang tuan alan, tapi aku rasa jika aku harus begini terus aku tidak akan mampu menghadapi semua ini.
Aku disini merasa bahwa aku bukan seperti bekerja tapi dipenjara, bahkan garak gerikku diatur apakah separah itu masalah yang aku perbuat padanya sehingga dia harus mendendam padaku ahhh sudahlah lea batinku.
Saat itu juga aku merasa sedikit mengantuk karena tadi malam kak azza mengganggu waktu tidurku, bukanya tidur malah ngomel aja akupun mencoba mengajak tuan alan untuk berbicara.
Tuan bukankah tapi saat kak azza bertanya kapan kita akan berangkat keluar kota itu.
" Berani sekali kau menyebut kita akan pergi panggil saja tuan mengerti " alan.
Kenapa aku salah lagi baiklah tuan kapan tuan dan saya akan pergi, untuk keluar kota mengurus beberapa keperluan kantor perusahaan milik tuan ini.
" Sedikit lebih baik kita akan berangkat nanti malam mengerti " ucap alan.
Tidak tidak mungkin tuan kenapa harus berangkat malam kenapa tidak nanti sore saja atau besok pagi saja tuan, jika harus pergi malam mungkin saya tidak akan bisa tuan .
" Terserah kamu apa peduliku karena yang akan menanggu kosekuensinya kamu sendiri apa peduli saya " alan.
__ADS_1
Ahh aku hanya bisa diam bagaimana jika mama melati tidak mengizinkanku pergi malam, bukankah malam-malam itu kurang baik bagaimana ini entahlah apakah dia sengaja atau memang benar semua yang dikatakannya.
Ting tandanya kami telah sampai dilantai tujuan tuan alan keluar terlebih dahulu dan aku mengikutinya, saat akan masuk menuju ruangan tiba-tiba saja tuan winanta datang.
" Lea tunggu dulu papa ingin bicara sebentar " winanta.
Ya tuan ada yang bisa saya bantu ucapku.
" Sudah panggil saja papa tidak usah tuan segela ohh ya kalian akan berangkat nanti malam bukan, untuk keluar kota " winanta.
Bararti benar yang dikatakan alan tadi batinku.
" Pa alan masuk duluan ya papa ingin bicara dengan lea bukan silahkan " alanpun masuk menuju ruangan dan kursi kebesarannya.
Ya sekarang papa ingin bicara tentang apa pa atau papa butuh bantuan lea, sebenarnya aku sangat risih ketika harus memanggil tuan winanta papa dan mama riska seperti tidak sopan dan kenapa juga mereka sudah akrab dan mau menerimaku.
Aduhh harus jawab apa ini uhhh ehmmm lea mau aja papa tapi lea ngomong sama mama dan kak azza dulu, nanti lea kasih tau papa ya.
" Yausudah tapi papa dan begitu juga mama berharap kalian bisa datang ya, kalo gitu papa keruangan dulu selamat bekerja lea " papa.
Silahkan pa papa juga selamat bekerja, aduh kenapa rasanya aku semakin terjebak dengan sandiwara tuan alan itu. dan mana mungkin nanti jika mereka tau bahwa aku dan alan hanya berpura-pura saja, aku harus segera bicarakan masalah ini dengan alan.
Akupun masuk menuju ruangan dan sudah pasti alan telah duduk dikursi kebesarannya dengan sombong, aku hanya diam dan mengerjakan tugasku.
__ADS_1
Tiba-tiba saja alan bersuara " Bagaimana apakah kau sudah mendapatkan izin dari mamamu dan kakakmu itu??"ucap alan.
Tuan bicara sama saya tuan, " kamu pikir saja sendiri apa mungkin saya bicara dengan laptop ini tentu saya bicara dengan manusia " alan.
Iya tuan tuan bicara dengan saya tapi cobalah sebut atau panggil nama saya tuan, agar saya tidak perlu bertanya lagi. mama dan kak azza sudah mengizinkan tapi jika tuan tetap berangkat malam nanti saya harus minta izin kepada mama dan kak azza lagi.
Itupun saya rasa mama dan kak azza tidak akan memberikan izin pada saya, " itu urusanmu bukan urusanku jadi berpandai-pandailah meminta izin pada mamamu dan kak azza mu itu " alan.
Baik tuan, "Tapi tunggu dulu aku rasa kau belum mengatakan dimana ibumu bukankah mamamu itu bukan ibu kandungmu sewaktu dibandung waktu itu ??" ucap alan.
Ibu sudah meninggal tuan 4 tahun lalu tetapnya saat saya masuk universitas, " aku tidak tau jika ibunya sudah meninggal batin alan maaf saya tidak bermaksud untuk mengingatkan tentang ibumu " alan.
Iya tuan saya mengerti tidak apa-apa, kemudian kami lanjut bekerja dan saat jam makan siang aku mendapkan pesan dari disti " lea minggu besok kita jalan-jalan yuk kemana gitu berdua aja mau ya " disti.
Aduh kenapa banyak yang ngajak gini kayaknya jadwal aku full banget udah kayak orang penting aja, 3 hari besok aku harus keluar kota dengan alan. setelah itu aku harus makan malam dan pergi liburan bersama keluarga alan, dan sekarang disti malah ingin mengajakku juga untuk liburan.
Akupun membalas kalo lea mau aja dis tapi liat nanti ya soalnya lea ada beberapa kegiatan juga ni, " yaudah gakpapa tapi hari ini makan siangnya sama disti ya disti tunggu didekat lift oke " disti.
Akupun berdiri dari kursi untuk menuju disiti tapi aku lupa jika tuan alan masih disini, aku harus meminta izin padanya akupun berjalan mendekatinya dan berdiri depanya.
Tuan alan bukankah sekarang ini jam makan siang apakah boleh saya keluar duluan, untuk makan siang hari ini dengan disti.
" Ehmmmm " alan tanpa melihat wajah lea. apa artinya ehmmm itu boleh baiklah tidak perlu banya bertanya lagi yang penting aku diperbolehkan.
__ADS_1
Akupun keluar menuju disti yang sudah menungguku, haiii disti akhirnya kita bisa bertemu kembali setelah aku terperangkap oleh tuan alan menyebalkan itu.
" Sudah kamu yang sabar sekarang kita makan aja ohh ya jangan lupa pak satpam kita ajakin juga ya buat nepetin janji sama dia yaudah yuk " disti.