
Alan dan bima sangat panik melihat darah yang mengalir di dahi lea.
( Alan meraih tubuh lea dengan cepat ) " Lea kau tidak apa-apakan " alan.
Tidak tuan aku tidak apa-apa tapi entah kenapa tiba-tiba pengelihatanku kabur dan sangat gelap ( pingsan ).
Bima mencoba menyentuh lea, namun lagi-lagi alan tidak memperbolehkannya.
" Lebih baik kau pergi bima aku tidak ingin melihat wajahmu lagi pergi " alan.
" Hehh kau mengusirku lan aku ingatkan sekali lagi padamu untuk menyadarkanmu jika yang membuat lea seperti ini adalah dirimu sendiri yaitu keegoisanmu.
Jangan sampai kau menyakiti lea hanya karena masalah sepele itu, karena lea tidak ada pengaruhnya dalam pertandingan itu kau gagal karena ke fokusanmu yang tertuju pada lea jadi salahkanlah dirimu sendiri.
Ingat jika kau hanya ingin menyakitinya dan membuat hidupnya menderita lebih baik kau bunuh saja dia tentu kau akan puas bukan, dan dia tidak akan membuat hidupnya sia-sia begitu juga dengan kita yang tak perlu memperebutkannya.
Ingatlah dan pahamlah alan jika kebencian dan rasa cinta itu tidak jauh berbeda mereka sama, jika kau benci dengannya maka kau ingin selalu dengannya begitu juga dengan cinta " bimapun pergi meninggalkan alan walaupun sebenarnya dia ingin membantu lea dan menemaninya.
Di rumah Alan
" Hallo pa papa, mama ingin minta tolong pada papa untuk melihat maksudnya mengecek alan dan lea apakah mereka sudah sarapan atau belum ? " riska.
" Memangnya kenapa harus di cek ma, ohh iya alan sudah pulang bahkan masuk kerja ? " winanta.
" Iya alan sudah pulang dan berangkat ke kantor nanti saja mama ceritakan, atau papa sendiri yang tanya sama alan. sekarang mama mau papa ngecek mereka mama takut kalo mereka sampai pingsan karena tidak sarapan terutama lea. " riska
" Baiklah ma papa cek mereka dulu " winanta
" Terima kasih papa dahhh " riska.
" Lea memang menjadi senyuman dan kebahagian baru untuk mama dan aku, mungkin karena lea adalah gadis pertama yang alan kenalkan sebagai kekasihnya mengingat sejak SMA dia tidak pernah mengenalkan siapapun pada kami.
Bahkan saat di luar negri tidak ada satupun gadis yang memikat hatinya semoga lea memang pilihan terbaik untuk alan.
( Membuka pintu ruangan alan )
__ADS_1
" Astaga lea ( berlari menuju lea yang berada di pangkuan alan ) alan kenapa dengan lea, alan jawab papa jangan bilang kalo kamu yang sudah menyakiti lea.
Alan jawab papa ( teriak winanta ), baiklah sekarang bukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya lebih baik kamu bawa lea segera ke rumah sakit cepat " perintah winanta.
Alanpun menggendong lea menuju mobil, saat itu banyak sekali karyawan yang memperhatikan alan. saat menggendong lea kepala lea terbenam ke dada bidang alan dimana darah dahi lea terus mengalir dan mengenai pakaian alan.
" Sepertinya dia memang bukan gadis biasa, lihat saja saat pingsan tuan alan rela menggendongnya bahkan tak segan sekalipun ini kantor lo.
Tapi aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini, lihat saja kau akan merasakan kembali apa yang pernah tuan alan lakuin sama lo pas kalian SMA " gumam sherly.
" Ya ampun beruntung banget dia ya bisa di gendong tuan alan, tapi kayaknya dia pingsan deh gue juga gak sengaja liat kalo dahinya berdarah kira-kira dia kenapa ya " ucap beberapa karyawan lainya.
" Siapa yang pingsan siapa yang berdarah ahhh " ucap disti yang baru sadar tentang kejadian tadi.
" Makanya kalo orang ngomong didengarin jangan fokus-fokus juga kerjanya jadi ketinggalan beritakan " ucap salah satu karyawan.
" Heiii tadi itu gue habis ke toilet jadi mana gue tau apa yang sedang terjadi dan kalian omongin kalo gak mau kasih tau ya udah gakpapa ( berjalan menuju tempat kerjanya ) " disti.
" Kalo emang lo gak mau tau yaudah, tapi lo harus tau sih dis karenakan yang pingsan dan terluka itu teman lo sendiri " ucap karyawan tadi.
" Apa teman gue maksud kalian lea gak gak mungkin kalian bohongkan ( tidak percaya ) " disti.
" Lea baru beberapa jam kamu nemuin aku dengan tawa dan senyumanmu yang menenangkan itu, dan aku udah ngingatin kamu juga hati-hati sama tuan alan sialan itu.
Semoga saja kamu baik- baik ya lea, disti cuma bisa bantu doa aja " batin disti.
Alan mendudukkan lea dengan hati-hati dimobil dan menuju rumah sakit.
" Tapi aku tidak bisa membawa lea ke rumah sakit dimana mamanya juga ada disana lebih baik aku cari rumah sakit lain saja " ucap alan.
" Alan papa benar-benar kecewa dengan kamu mama harus tau sikap kamu sebenarnya lan, ( mengirim pesan )
kirimkan pada papa alamat rumah sakit kamu membawa lea cepat " winanta.
Sedangkan winanta bergegas menuju parkiran dan akan menjemput riska dirumah, winanta tidak sadar jika ditangannya masih ada darah dahi lea yang sempat ia pegang tadi.
__ADS_1
Di Rumah Alan
" ( Turun dari Mobil ) ma mama mama dimana cepat ikut papa ma " teriak winanta.
" Loh kok papa udah pulang ini udah lewat jam istirahat pa, ohh ya gimana lea sama alan udah sarapan pa. ( melihat ke arah tangan suaminya ), pa tangan papa kenapa ada darahnya papa terluka kalo gitu mama bersihin dulu lukannya " riska.
" Apa darah ma ( melihat tangannya ) pasti ini darah dahi lea tadi lebih nanti saja jelaskan apa yang terjadi pada mama batin winanta. "
" Ayo pa mama bersihkan lukanya, bi bibi tolong ambilka kota P3K bi dan bawa kesini cepat bi " teriak riska.
" ( Menarik tangan riska menuju mobil ) sudah mama ikut saja dengan papa, dan darah ini bukan darah papa dan papa juga tidak terluka ( melajukan mobil ). "
" ( Terkejut ) kalo bukan darah papa dan papa juga tidak terluka jadi darah itu darah siapa pa, atau jangan-jangan papa menabrak seseorang atau membunuh seseorang pa ? jawab mama pa " kawatir riska.
" Papa tidak menabrak siapapun ma, dan papa juga tidak membunuh siapapun tapi mama harus tau putra kita yang akan menjadi pembunuh dan kita tidak menyadari itu ma " winanta.
" Maksud papa alan gak pa papa pasti salah mana mungkin putra kita menjadi pembunuh gak mama gak percaya sama papa dan itu gak mungkin pa " riska.
" Ya ma awalnya papa juga tidak percaya jika putra kita melakukan itu, dan sampai akhirnya papa sendiri yang melihatnya dan satu lagi mama akan semakin tidak percaya dan akan sangat menyesali putra kita setelah tau siapa yang telah ia sakiti bahkan hampir dia bunuh " jelas winanta.
Setelah sampai di rumah sakit yang telah alan kirim alamatnya, papa dan mama alan datang menemui alan.
( Terkejut melihat darah dipakaian putranya )
" Astaga alan kenapa ada darah di pakaianmu sayang, darah siapa itu dan kenapa aku bisa dirumah sakit. jangan bilang jika apa yang telah papa katakan pada mama itu benar jawab alan jawab mama alan " sedih riska melihat putranya.
( Alan mengangguk )
" Tidak mama tidak percaya alan kamu bisa melakukan hal itu mama dan papa tidak pernah mengajari kamu sejahat ini alan hiksss hiksss, sekarang katakan pada mama siapa yang sudah kamu lukai dan akan kamu bunuh itu siapa alan cepat jawab mama " riska.
" Ma aku hanya menyakiti dia dan tak sengaja melukainya, alan tak pernah ingin membunuh orang apalagi dia ma alan tidak ada niat membunuhnya " jelas alan.
" Apalagi dia dia siapa, siapa alan jawab mama alan jawab mama kamu itu laki-laki jadi tegaslah berbicara dan bertanggungjawab " riska.
" ( Merangkul riska ) Sudahlah ma jangan terlalu emosi mama tenangkan dulu diri mama, jangan sampai saat mama tau siapa korban dari kejahatan putra kita ini mama jadi shock tenang ma " bujuk winanta.
__ADS_1
" Sekarang tolong jawab pertanyaan mama pa ataupun alan siapa orangnya ayo jawab beritahu mama pa alan kenapa kalian hanya diam, alan jawab mama ( membentak ) " riska
" Baiklah jika mama ingin tau dia dia........ dia........ le......" alan.