Kekuasaanmu Deritaku

Kekuasaanmu Deritaku
30. Pertemuan Alan


__ADS_3

Seperti biasanya aku bangun pagi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, walaupun siku ku masih terasa nyeri saat aku lihat dikaca ternyata siku lebab mungkin akibat benturan keras dilantai malam tadi.


Aku masih tak percaya jika mama melati berubah sikap seperti itu, akhirnya akupun mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Saat turun kebawah dimeja makan hanya ada kak azza yang tidak bersemangat, kak kakak kenapa kok sarapannya gak dimakan mama mana kak?.


"Mama masih dikamar Lea dia gak mau sarapan sama kita, yaudah kita makan berdua aja" ucap azza.


Tapi kak mama gimana Lea masih sedih banget kenapa sikap mama berubah sama kita kak.


"Udah kita sarapan aja daripada nanti kelaparan dan pingsan dikantor karena gak sarapan" ucap azza.


Akhirnya aku dan kak azza sarapan tanpa mama meski sedih rasanya, kami harus tetap kuat saat akan berangkatpun aku ingin berpamitan sama mama tapi kakak melarang.


"Sudahlah Lea kita berangkat aja daripada nanti terlambat lagian kak yakin, mama gak akan mau ketemu kita tenang aja Mama pasti lagi ada masalah biarin mama istirahat dan menyendiri dulu" jelas azza.


Akhirnya kamipun berangkat dimobil aku dan kak azza hanya diam dan mengisyaratkan raut wajah, yang sedih atas perubahan sikap mama yang ntah apa penyebabnya.


Beberapa menit kemudian kamipun sampai dikantor tidak seperti biasa, kak azza turun dari kursi kemudi dan memelukku bahkan air mata pun ikut turun membasahi pipi kami pagi ini.

__ADS_1


"Lea kak mohon tolong dengarkan apa yang mama katakan, dan kakak janji akan selalu ada buat jagain Lea kak gak mau Lea disakitin sama mama " ucap azza.


Iya kak Lea janji dan dengerin semua perintah dan perkataan mama, Lea beruntung sekali bisa punya kak seperti kak azza akupun memeluk erat kak azza.


"Baiklah sekarang hapus air matanya kita harus semangat oke semangat, kalo gitu kak berangkat dulu Assalamualaikum dahh dahh semangat dan jangan sedih lagi oke" ucap azza.


Siap kak semangat setelah mobil kak azza meninggalkan halaman kantor akupun masuk menuju ruanganku.


"Kenapa dengan dia kenapa dipagi hari yang cerah ini malah ada rintikan air mata yang turun, ada masalah apa gadis itu sepertinya masalah yang serius" geruru Alan didalam mobilnya sambil menatap kejadian Lea dan azza tadi.


Semoga hari ini tuan Alan tidak menambah masalahku lagi, saat ini aku sangat takut dan sedih dimana dirumah aku harus merasakan perubahan sikap mama yang berubah menyakiti ku tanpa aku tau sebabnya.


Diakntor aku harus menghadapi Alan yang selalu memerintah dan tak boleh dibantah ataupun dilanggar, ditambah lagi sandiwara cinta yang ia buat hal ini semakin menyulitkan hidupku.


Membuka pintu ruangan kerja, " Sepertinya cuaca hari sangat cerah dan terang sekali membuat semangat untuk bekerja. tapi tiba-tiba saja saat sampai dikantor ini ada gerimis yang turun entah apa geranganya" sindir Alan.


Akupun langsung menghapus air mataku mungkin masih ada dipipiku, dan kenapa dia tau jika aku sedang menangis apakah dia memperhatikan ku.


Aku pura-pura tidak tau saja, gerimis maksud tuan gerimis air hujan bukankah pagi ini cerah dan terang seperti yang tuan katakan.

__ADS_1


Dikantor pun tidak gerimis ini masih cerah dan sangat terang tuan, " Alah jangan berlagak polos kau pikir aku tidak melihatmu tadi kau menangis didepan kantorku bersama kakak mu itu" ucap Alan.


Tidak kami tidak menangis mungkin tuan salah lihat, "Baiklah terserah dirimu lagian itu bukan urusanku sekarang ambil berkas-berkas ini dan buat resume nya setelah selesai serahkan kepada saya secepatnya" ucap Alan.


Apakah semua resumenya harus siap hari ini juga mana mungkin tuan, berkas-berkas ini sangat banyak mungkin akan selesai besok jika harus membuat resumenya.


" sudah jangan banyak bicara lakukan saja jika perlu kau harus lembur sampai malam mengerti" ucap Alan.


Tapi jika akupun lembur tidak akan siap tuan, dan aku juga tidak bisa lembur aku akan siapkan dirumah saja aku mohon kepada tuan agar aku melanjutkannya dirumah saja.


" Aku bilang dikantor ya dikantor jangan membantah dan mulai lah melakukan tugasmu atau kau akan lebih banyak waktu lagi untuk menyelesaikannya" ucap Alan.


Akupun mengambil semua berkas itu dan mulai melakukan tugasku, lagi-lagi Alan itu hanya tersenyum dengan mengangkat sedikit bibir atasnya. aku tau jika dia hanya mengerjaiku mana mungkin semua berkas ini harus diselesaikan hari ini juga.


Lagian ada beberapa berkas yang belum ia tanda-tangani dan berkas yang sudah ada resumenya harus dibuat ulang lagi resumenya.


Bahkan sampai jam istirahat dan makan aku tidak pergi ke kantin, aku ingin mengerjakan pekerjaan ini sampai selesai karena aku yakin mama akan marah jika aku harus pulang malam.


" Hei kau tidak ingin makan dulu dan istirahat tapi sudahlah itu bagus, Jika kau tak ingin lembur maka kau harus mengerjakan tugasmu tanpa istirahat" ucap Alan.

__ADS_1


Aku hanya bisa tersenyum dan melanjutkan tugasku tanpa berhenti namun saat jam masuk kerja kembali, aku sudah mulai merasakan pusing dan mataku tiba-tiba saja terlihat kabur dan berkunang- kunang.


Aku terus mencoba menghilangkan rasa ini dan lanjut mengerjakan tugasku, bahkan sampai sore menjelang dan jam pulang kantor Alan hanya diam saja cuek dan acuh masih sama dengan dirinya dulu saat SMA bahkan lebih parah hari ini.


__ADS_2