
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya kamipun sampai di rumah, dan saat masuk ke rumah ternyata kak dito masih ada disana aku jadi takut jika dia bertengkar kembali dengan tuan alan.
Ya dengan kondisi kepalaku yang diperban banyak menimbulkan tanya tanya bagi mereka, terutama mama dan yang lainya.
Mereka duduk di ruang tamu.
" Lea sayang dahimu kenapa sampai di perban apakah kau terjatuh atau ada orang yang berbuat jahat padamu sayang " kawatir melati.
Tidak ma lea tidak apa-apa hanya terluka sedikit saja tadi lea terpeleset saat di kantor, jadi sedikit terbentur ma tapi tidak terlalu parah ma.
Keadaan mama bagaimana sudah sembuhkan, ohh ya mama dan papa kak alan kesini karena mereka ingin membesuk mama.
" Mama baik-baik saja lea dan merasa lebih baik, iya tidak apa-apa justru mama sangat berterima kasih pada tuan dan nyonya serta nak alan " melati.
" Tidak perlu memanggil nyonya panggil saja riska jeng bukankah kita akan menjadi besan yakan pa alan mama benarkan " riska.
" Benar kita akan menjadi besan karena anak-anak kita ini " winanta.
Aku sangat terkejut mendengar ucapan mereka, bukankah tadi mereka mengatakan bahwa pertunanganya dibatalakan kenapa sekarang malah membahas ini lagi bahkan besan-besanan.
" Maafkan mama lea mama terpaksa melakukan ini agar mamamu tidak curiga dengan alan, agar kalian tetap bisa bersama mama akan lakukan apapun untuk alan dan kamu. mama juga yakin kamu adalah seorang perempuan yang cocok untuk mendampingi alan " batin riska.
" Baiklah silahkan duduk azza tolong panggilkan bibi untuk membuatkan minuman untuk kita semua " melati.
" Baik ma " azza.
__ADS_1
Mama semuanya lea permisi dulu ya, lea ingin ke kamar sebentar menaruh tas lea sebentar saja.
" Silahkan sayang " melati.
" Shuitt shuiit sini sini ( memanggil lea ) kakak cuma mau nanya sama kamu dan jawab jujur, kalo dahi kamu sampai terluka bukan karena terpeleset dan kebenturkan.
udah jangan bohong sama kakak lea, pasti itu semua perbuatan alan yakan emang gak ada hati sama perasaan ya tu orang apalagi sama kamu perempuan.
Ohh ya satu lagi kenapa orang tuanya alan malah udah ngomong besan-besanan tu ahhh kenapa lea ? " Azza.
Kalo itu lea gak tau kak, tapi kalo masalah dahi lea yang seperti kakak bilang tadi ya emang karena tuan alan itu tapi ya gakpapa kak cuma luka dikit doang kok, Kalo gitu lea ke kamar dulu ya mau naruh tas dahhh nanti lea nyusul.
" Lea-lea emang ya hati kamu itu tah terbuat dari apa sampai adem, lembut aja gitu ngehadapin orang kayak alan kalo kakak mungkin udah ngebunuh tu orang ya apalagi dia ngejahatin kamu terus " geram azza.
" Siapa yang jahat kak ? " tiba-tiba dito menganggetkan azza.
" Ohh gitu tapi lea emang gitu dari dulu kak, suka banget ninggalin pas orang lagi ngejelasin sesuatu atau ngomong sama dia ( sambil tersenyum ) " dito.
" Aku yakin dito sangat mencintai lea tetapi kenapa lea harus dihadapkan pada pilihan ini, dan pada siapa hati lea akan berlabuh. lea semoga kau bisa mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintaimu tanpa paksaan ataupun ancaman dari seseorang ( melamun ) " azza.
" Kak kak azza kenapa malah ngelamun ? " dito.
" Gak kakak gakpapa ohh ya kalo gitu kita ke ruang tamu aja lagi, lea lagi ke kamar naruh tas sebentar lagi pasti datang kok " azza.
Merapun kembali ke ruang tamu
__ADS_1
Di kamar Lea
( Duduk diatas kasur ) Ahhh kenapa jadi gini lagi tadi mama riska bilang kalo pertunanganannya dibatalin ya di tundalah dan sekarang mereka malah bersikap manis ke mama melati.
Disini juga ada kak dito, aku juga gak tau kenapa aku gak tega untuk ninggalin kak dito seandainya aku memilih tuan alan. ahh aku sungguh bingung dengan perasaanku sekarang, ibu tolong bantu lea bu ibu lea takut sendirian ibu lea rindu datanglah dalam mimpi lea sekali saja bu lea rindu.
Di Ruang Tamu
" Loh kok lea lama sakali di kamarnya za coba kamu liat ke kamarnya za " mama melati.
" Mungkin lea capek jeng jadi dia istirahat dulu udah gakpapa biarin aja, kami disini juga mau silahturahmi sama jeng dan azza ohh ya aku laki-laki itu siapa jeng kalo boleh tau ( melihat kearah dito ) " riska.
" Ohh iya ya saya sampai lupa mengenalkannya dia ini dito jeng, sahabat masa kecil lea di bandung dito ini juga rekan bisnis saya di butik dia ini punya pabrik tekstil jadi kami bekerjasama.
Dito ini juga baru kembali bertemu dengan lea setelah terpisah cukup lama, berapa tahun dito ? " melati.
" Iya saya dito tan om, dan alan apa yang dikatakan tante mel aku dan lea sahabatan dari kecil kami sudah lama tidak bertemu lebih tepatnya terpusih saat dito harus melanjutkan SMA keluar kota sedangkan lea tetap di bandung sekitar 6 tahunan tan " jelas dito.
" Wahhh cukup lama ya jika sekitar itu berarti umur nak dito sama dengan alan, dan alan juga berpisah dengan lea sekitar 6-7 tahunan yakan alan " riska.
" Ehmmm iya ma alan dan lea berpisah saat SMA begitu juga dengan hubungan alan dan lea, tapi untunglah sekarang kami sudah kembali bertemu aku sangat bahagia " alan.
" Hahh sangat bahagia apa aku tidak salah dengar alan mengucapkan itu, bukankah dia selalu menyakiti lea dasar tidak tau diri dan kesalahan ya jika bukan karena wasiat asma aku tidak akan mau dan rela jika lea harus menikah dengan mu " geram batin melati.
Tok tok tok
__ADS_1
" Lea lea kenapa masih di dalam bukannya tadi kamu bilang sebentar tadi, ( masuk ke dalam kamar ) ahhh ternyata dia malah tidur siang-siang gini dia bisa-bisanya kamu tidur.
Ya sudahlah mungkin kamu capek, lelah menghadapi kehidupanmu yang berlika-liku dengan para laki-laki yang terus mengejar, mendekatimu. dan kamu bukannya menerima atau menolak malah diam saja, dan menganggap mereka semua sama baik, menjadi sosok inilah sosok itulah gak harus pacaran dan lainya baiklah tidur yang nyenyak kakak pergi dulu " azza.