KEKUATAN ALAM

KEKUATAN ALAM
Melarikan Diri.


__ADS_3

Suasana semakin tak terkendali. Desa Avalon terlihat bagaikan medan perang dalam waktu yang terbilang singkat. Betul-betul mendebarkan. Para warga yang selamat, kini hanya mampu berdoa bagi para Guru yang sedang berjuang keras melindungi Desa.


Dan lagi-lagi, Morca kembali berkata dengan lantang, "Aku tidak akan keberatan jika harus mati disini, kau tahu?! Akan semakin bagus jika ku berikan sedikit bocoran tentang kami!"


Morca menunjuk Valun dengan kesombongan yang meluap-luap. Tatapannya seakan-akan meremehkan, sekaligus mengintimidasi sebagian warga yang sesekali mendengar perkataannya, walau dari kejauhan.


"Apa maksudmu?" Valun terlihat penasaran ketika mengatakan itu.


"Selama berabad-abad, bangsa kami tidak hanya datang ke dunia kalian saja! Banyak dunia lain yang kami kunjungi! Dan tentu saja, mereka dapat di takhlukkan dengan mudah!"


Alkila yang mendengar perkataan Morca dari kejauhan, langsung menepis dengan berkata, "Morca?! Hentikan!"


Morca tak menghiraukan perkataan Alkila dan tetap melanjutkan percakapannnya, "Diantara salah satu dunia-dunia yang telah kami kuasai, kami menemukan hal yang sangat hebat! Hal itu berupa kekuatan! Kekuatan itu membuat bangsa kami semakin kuat! Kami .." Alkila lalu memotong perkataan Morca.


"Cukup, Morca! Kau seperti orang bodoh! kenapa kau membocorkan hal itu kepada mereka?!"


"Apa salahnya, Alkila?! Tak lama juga mereka akan binasa!"


"Kau terlalu cerewet, Morca! Tugas kita sebenarnya hanya mengintai! Tapi malah menjadi seperti ini! Bisa-bisa, kita akk .. arrgghh!" ucap Alkila yang terhenti, akibat menangkis serangan Gazzel dengan tiba-tiba.


"BUUUFFFF!"


Ya, melihat Alkila yang tadi sempat lengah, membuat Gazzel langsung bergerak lincah menuju Alkila untuk membuang pukulan yang keras. Walau berhasil di tangkis Alkila, pukulan itu mampu sedikit membuat Alkila terseret mundur cukup jauh.


"Terlalu banyak bicara!" kata Gazzel dengan sedikit meledek.


Senju yang sejak tadi terdiam, kini mulai memperlihatkan kekuatannya. Tangannya yang tiba-tiba saja mengeluarkan uap, perlahan membentuk sebuah benda yang panjang, bening dan tajam di antara dua ujungnya.


Semakin lama, benda tersebut semakin terlihat membentuk menjadi sebuah tombak yang transparan. Dan tentu saja, itu adalah tombak yang terbuat dari es. Beruntunglah Senju, lantaran dapat memanipulasi air dari sisa-sisa hujan tadi.


Tombak itu, semakin lama, semakin besar dan panjang. Di saat sudah mencapai bentuk yang sempurna, tanpa menunggu lama lagi, Senju langsung berteriak, "Replikasi! Ice Spear!" dan melemparnya dengan kecepatan tinggi menuju Alkila.

__ADS_1


"WHUUSHHH!"


Tombak tersebut, begitu cepat, di saat membelah angin menuju Alkila. Bahkan, lesatannya hampir saja mengenai Gazzel yang sejak tadi sedang berdiri membelakangi lemparan tersebut.


Dalam sekejab mata, tombak itu pun, "ZIIIP!" langsung menancap tepat di dada kanan Alkila dengan sempurna.


"Eaarrrgghh!" erangan Alkila yang luar biasa menahan sakit. Kedua kakinya bahkan terseret mundur akibat tak sanggup menahan dorongan dari tombak tersebut.


Senju, adalah pengendali elemen air yang berada di tingkat tiga. Ia sudah menguasai berbagai jurus replikasi dalam membentuk sebuah benda dari elemen, juga membekukkan sesuatu.


"Serang dia, Gazzel!" teriak senju dari kejauhan.


Dengan kecepatan yang terlatih, Gazzel langsung tiba di depan Alkila dalam sekejab mata, dalam keadaan sudah mengepalkan tangan sekuat mungkin dan,


"BUAAAK!"


pukulan telak itu, langsung mendarat tepat ke wajah Alkila dengan bebas. Terdengar keras, fatal dan yang pasti, begitu menyakitkan.


"Alkila?!" teriak Morca yang kaget melihat momen tersebut.


Dan tentu saja. Ketika pandangan Morca teralihkan dalam kurun waktu sepersekian detik, Valun tiba-tiba saja sudah berada di depan Morca.


Morca yang terlambat menoleh, langsung di kejutkan oleh pukulan keras Valun yang, "BUUUAAAAK!" mendarat tepat di perutnya.


"Hyaaaaa!" teriak Valun dengan sekuat tenaga.


Belum juga Morca mengerang kesakitan, pukulan yang masih menancap itu, langsung meledakkan gelombang suara padat yang bisa disebut sebagai gelombang kejut, "BLUAAAR!"


Ledakan itu, memecahkan kaca dan meretakkan tembok-tembok rumah yang berada disekitarnya. Morca yang menerima serangan itu pun, terkapar mundur dan terseret-seret di tanah dengan jarak yang cukup jauh, hingga menembus beberapa rumah.


"Eaaaaarrrghh!" erangannya ketika terlempar bagaikan kertas yang di tiup angin.

__ADS_1


Warga yang melihat aksi dari Valun, langsung bersorak gembira bagaikan sedang melihat pesepak bola yang menjebol gawang lawan.


"YEEEAAAAAAAH!" teriak seluruh warga.


"Tuan Valun benar-benar hebat!" seru salah satu warga yang tercengang melihat aksi tadi.


"Itu benar-benar gila!" seru warga lainnya lagi.


Namun, berbeda dengan ekspresi Senju yang khawatir. Ia terlihat cemas disaat melihat Valun mengeluarkan seluruh kekuatannya tadi.


Valun pun hanya terlihat berdiam di tempat tadi dengan posisi yang sedikit kelelahan, "Huuuffftt .. huuufftt ..." sembari menghelai nafas berat.


"Tuan?!" teriak Senju yang melihat sang Guru besar dan menghampirinya secepat mungkin.


Ketika Senju menghampirinya, Valun hanya berkata, "Tak apa .. huufft .. aku sudah minum obat .. huufft .."


Mendengar itu, Senju lalu berlari ke arah Morca untuk segera menghabisinya. Sang Guru besar sudah kelelahan, lantaran usianya yang sudah tak mungkin lagi untuk bertarung. Ya, Lelahnya Valun, tak lain hanya karena faktor umur.


Di sela-sela pelariannya Senju dalam mendekati Morca, satu telapak tangannya pun menciptakan tombak es seperti yang dilakukannya tadi. Tapi, ketika dia semakin dekat, ternyata Morca sudah menghilang.


Ya, Morca sudah melarikan diri entah kemana. Ia begitu lihai dalam menghilangkan jejak. Hanya ada reruntuhan tembok di sekitaran Senju.


Disaat yang sama pula, Alkila juga menghilang. Gazzel yang sejak tadi sudah mencari-cari Alkila di antara puing2 reuntuhan pun, mendapatkan hasil yang sama.


"Senju, wanita itu melarikan diri!" teriak Gazzel dri kejauhan.


"Monster besar yang tadi juga melarikan diri! Bagaimana ini?!" balas Senju.


-FOLLOW ME-


Catatan : sorry bang, sorry kak, baru aktif hehe ..

__ADS_1


__ADS_2