
Setelah memarahi Malika, Gazzel kemudian melatihnya tentang ilmu beladiri saat itu juga. Ia merasa kalau Malika sudah siap dalam menerima berbagai serangannya.
Ya, tubuh Malika harus di selimuti Plexus terlebih dahulu, agar bisa melindungi fisiknya dari cidera yang besar, ketika ingin berlatih. Itu adalah tahap dasar bagi seseorang yang ingin belajar beladiri.
-
-
-
☆☆☆☆☆
Selama enam bulan terakhir, stabilitas wilayah kerajaan Labbrax semakin tak terjaga. Desa-desa yang dulunya berjumlah lebih dari 367 tempat, kini tersisa 108 saja, akibat serangan monster.
Begitu tragis. Jumlah korban semakin membawa ketakutan di telinga sang Raja, beserta dengan orang-orang yang tinggal di ibu kota. Beruntunglah bagi mereka yang tinggal di ibu kota, karena satu wilayah dengan kerajaan.
Perisitiwa itu juga membuat Xenel dan Lionel harus ikut turun tangan. Tetapi tetap saja, mereka selalu terlambat, lantaran letak Desa yang kadang terlalu jauh seperti Avalon. Entah apa yang di pikirkan para monster. Mereka selalu menyerang secara acak dan menghilang begitu saja.
-
-
-
-
-
☆☆☆☆☆
__ADS_1
Waktu pun semakin berlalu hingga satu bulan lamanya. Kini, lebih tepatnya jam empat sore, Malika dan Gazzel sedang bertarung di halaman belakang sekolah. Ya, mereka berdua sedang berlatih saat ini.
Murid-murid lain sudah pulang sejak tadi. Yang tersisa di sekolah hanyalah Gazzel, Antonov, Senju dan Malika. Antonov dan Senju menonton pertarungan itu dengan mata yang tak berkedip sedikitpun.
Sejak tadi, Malika hanya bisa menghindari pukulan dan tendangan Gazzel. Ia sulit dalam mencari celah pas untuk menyerang balik. Namun, begitu juga dengan Gazzel, yang sejak tadi tak bisa memberi serangan telak kepada Malika.
"Kau hanya menghindar sejak tadi! Apa kau tak bisa menghajarku?" ejek Gazzel yang masih saja memberi serangan kepada Malika.
Malika terlihat lebih mendominasi gerakan refleks dalam aliran Plexusnya. Hal itu membuatnya seperti monyet yang menghindar, berguling dan melompat kesana-kemari dengan cekatan.
"Celah .. celah .." batin Malika yang masih saja menghindar, sembari mencari peluang.
Namun sayang, Malika masih terlalu dini dalam mengalahkan Gazzel. Di saat Malika ingin memukul, Gazzel pun menangkis, meraih kerah bajunya dan membatingnya di tanah.
Hal itu membuat Malika kini terlentang, hingga berakhir dengan Gazzel yang tiba-tiba saja mendudukinya, sembari mengepalkan tangan dalam menakut-nakuti Malika.
"Hii ampun .. ampun, Guru .." lirih Malika yang menutup mata dengan paksa, akibat takut dengan kepalan tangan Gazzel.
"Kau hebat juga, nak!" seru Senju yang sejak tadi hanya menonton dari kejauhan bersama Antonov.
"Siapa anak itu?" tanya Antonov.
"Akan ku ceritakan nanti. Tapi kau harus menjaga rahasia besar ini," balas Senju dengan sedikit tersenyum.
Gazzel dan Senju sudah lama bersepakat untuk merahasiakan kekuatan Malika. Mereka berdua sudah berjanji kalau kerajaan tidak boleh tahu tentang ini. Jika ketahuan, kemungkinan besar Malika akan menjadi perhatian dunia.
Tak hanya itu. Malika juga pasti akan di rebut secara paksa oleh kerajaan, entah untuk apapun yang mereka mau. Kedengaraannya seperti serakah. Tapi begitulah hak para penguasa.
-
-
__ADS_1
-
-
-
☆☆☆☆☆
Waktu pun semakin berlalu hingga jam dua malam. Malika yang sejak tadi sudah tidur, sekarang mulai sedang di tarik masuk ke alam sang Kegelapan. Wajah tidurnya kini terlihat tidak tenang, seperti sedang bermimpi buruk.
Dan ..
"Hah? Kenapa baru sekarang?" keluhnya yang menoleh kesana-kemari.
"Kita bertemu lagi, Malika. Aku ingin jiwa lebih! Jangan membuatku menunggu lama!" sambung sang Kegelapan yang tiba-tiba muncul memasang senyuman mengerikan.
"Tidak cukupkah dengan dua jiwa manusia yang kau tarik terakhir kali?" Malika berusaha menatapnya dengan tegar.
"Itu tidaklah cukup! Dan pastinya, kau sudah melihat pesan dari masa lalu itu, kan? Itu pertanda, bahwa kau mulai semakin menyatu denganku! Namun, jangan pernah mengikuti jejaknya, Malika! Bajingan itu .. jika saja dia mengikuti perintahku!"
"K-enapa kau terlihat seperti membencinya?"
"Dia terlalu banyak mengampuni orang-orang yang pada akhirnya berkhianat! Hatinya terlalu lemah, Malika! Aku tidak punya wadah murni selain dirinya di masa itu! Setelah menunggu sampai ribuan tahun lamanya, barulah aku bertemu denganmu, dalam keadaan yang lapar setengah mati!"
"Kau membencinya karena ia terlalu baik? Dan tentang Kitab Kegelapan itu .. kenapa ia menguburnya di dunia monster?"
"Tidak usah berbasa-basi dan persiapkan dirimu sematang mungkin, agar kau mampu bertahan dari apapun, Malika! Setelah itu, ambil kembali Kitab Kegelapan yang terkubur jauh di alam monster!"
Malika hanya membalas, "Sial .. itu terlalu berat .. apakah mu .." ucapnya yang terhenti, akibat dipotong oleh perkataan sang Kegelapan.
"Dunia monster tidaklah semengerikan yang kau bayangkan, Malika! Mereka hanya terjajah oleh suatu hukum kuno yang masih berlaku disana! Lihatlah dunia dari balik kegelapan, maka kau akan melihat kesedihan yang tiada akhir, di balik tawa indah mereka yang bergantung pada kedamaian! Sampai jumpa lagi, serangga!"
__ADS_1
-FOLLOW ME-