
Sang Tertinggi lalu mulai membuka portal kecil yang berukuran dua kali lipat dirinya. Semua mata Jendral langsung tertuju padanya, berharap sang Tertinggi bisa membuat keputusan yang solid, dalam menggandeng Kegelapan untuk terjun mengikuti peperangan. Sebelum melangkah masuk, sang Tertinggi tiba-tiba saja berpaling ke arah mereka semua dan berkata,
"Morca, Alkila? Segera intai jumlah baru pasukan mereka! Dan Antares? Ikuti Alkila dan Morca, lalu Tebarkan Kabut Penderitaan! Jangan dulu membunuh seseorang! Kita hancurkan mental mereka terlebih dahulu!"
"Baik, Rajaku!" seru serentak mereka.
-
-
-
-
-
☆☆☆☆☆
Sementara itu di Desa Avalon, lebih tepatnya di bagian barat, banyak perumahan terbengkalai yang sudah hancur. Tetapi, sebagiannya masih terlihat layak untuk di huni, lantaran masih memiliki atap yang bagus dalam berteduh.
Di antara warga-warga baru itu, terlihatlah Malika, Gazzel, Senju, Antonov, Kepala Desa dan beberapa warga setempat. Mereka sedang ikut memperbaiki rumah yang layak huni.
"Hooaaaam!" Malika menguap dengan cara yang benar-benar tidak sopan.
"Istirahatlah, Malika. Kau sudah terlihat tak berguna," ujar Gazzel, sembari memaku sebuah papan pada tembok yang berlubang.
"Aku benar-benar lelah, kak .. dan .. lapar .."
Gazzel lalu melemparnya dengan sebuah paku kecil dan membalas, "Hah? Kau baru saja memakan jatahku! Ambilkan aku sebotol air minum! Cepatlah!"
Tiba-tiba,
"Ada portal! Ada portal!" teriak beberapa warga yang berlarian di sepanjang jalanan Desa.
"Apa lagi ini?" Senju mulai berdiri menatap warga yang berlarian.
"Ayo! Serang!" teriak Malika yang tiba-tiba saja bersemangat dan berlari meninggalkan mereka semua.
Hal itu membuat semuanya kembali menjadi kacau. Belum juga beristirahat, sudah saja ada peristiwa yang tidak mengenakkan. Dengan terpaksa, ketiga Guru dan Malika harus kembali menjadi garda terdepan, untuk yang kesekian kalinya. Ketika mereka menemukan letak portalnya, terlihatlah sosok sang Tertinggi yang benar-benar membuat mereka tercengang.
"A-apa ini, monster?" Antonov menelan ludah, menekan ketakutannya yang bercampur dengan rasa penasaran.
"Cih! Apapun wujudnya, jika keluar dari sebuah portal, tetap saja adalah monster!" tegas Gazzel dengan tubuh yang berusaha tegar menatap sosok itu.
"A-pa yang harus kita lakukan?" tanya Senju, sembari mereplikasi tombak dengan tangan yang sedikit bergetar.
__ADS_1
Sedangkan Malika, ia kini terlihat berbeda dari biasanya. Ia hanya terdiam, lalu mulai sedikit membungkukkan badan. Matanya juga berubah hitam keseluruhan, tanpa lagi menyisakan pinggiran berwarna putih. Akan tetapi, jauh di dalam tubuhnya,
"Kenapa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak? Apa yang terjadi? Aarrrgh .."
Jiwa Malika seperti terkurung di dalam kubah yang transparan. Ia sekarang sedang terjebak dan tak mampu mengendalikan raganya sendiri.
Sejak tadi, raganya hanya terdiam kaku, sembari menatap kosong ke arah sang Tertinggi. Namun, tidak dengan jiwanya yang meronta hebat, akibat tak bisa mengendalikan tubuh sendiri.
Tiba-tiba, sang Kegelapan pun berkata padanya lewat batin, "Dengarkan aku, Malika .. inilah saatnya untuk menunda peperangan .. aku mohon, dengarkan aku .. jika kau ingin dunia ini selamat .."
"Jadi, kau? Jadi kau yang mengambil alih tubuhku, hah? Apa yang kau lakukan?!" Malika mulai emosi dengan perbuatan sang Kegelapan.
"Diamlah, bodoh .. setiap detik sangat berharga sekarang, Malika .. ketika aku menguasai tubuhmu, umurmu akan berkurang setiap lima menit, sebanyak tiga puluh tahun .. itulah mengapa aku menyuruhmu mencari jiwa-jiwa manusia. Selain memberiku makan, umur kelangsungan hidup dari tumbalmu juga bisa menyokong setengah kekuatanku, tanpa menyentuh umurmu sendiri .. Aku tahu hal ini akan datang .. maafkan aku, karena sudah menyimpannya, di saat kau sedang kesulitan .. aku sudah mengantisipasi saat-saat seperti ini, sejak pertama kali masuk ke dalam tubuhmu .."
"A-apa .. apa?! jadi, kau bisa menyerap umurku? Kekuatan macam apa yang merugikan penggunanya sendiri, hah?! Apa kau gila! Lepaskan aku! Aku bisa menanganinya sendiri! Siapa dia, hah?!"
"Dia adalah Mexuca, Raja dari segala monster .."
"Hii! R-aja!?"
"Raga lemahmu ini belum mampu menampung kekuatanku .. Kau akan meledak menjadi potongan daging, ketika terkena satu pukulan darinya, Malika .. Kau butuh Kitab Kegelapan, agar bisa mempelajari Aliran Plexus milikku .. Aku mohon padamu .. ikuti saja perintahnya .. ak .." batin sosok Kegelapan menjadi terhenti, akibat sang Tertinggi Mexuca yang tiba-tiba saja menegurnya.
"Sang Kegelapan .. aaahh .. tercipta langsung dari air mata Lucifer yang menangis, akibat di tendang oleh sembilan Malaikat dari Kerajaan Surga. Bukankah itu mengesankan? Benar-benar sejarah yang membuat bulu kudukku terus berdiri, ketika Ayah membacakan cerita itu sebelum tidur."
"M-alika?" Gazzel menegurnya dengan nada yang bergetar.
Malika yang sudah di kontrol penuh, kini mulai memalingkan wajahnya ke arah tiga Guru dan berkata, "Minggirlah, serangga!"
"BUUUAARRMM!"
Hanya dengan bertatap muka saja, Malika mampu menerbangkan mereka bertiga, akibat ada gelombang energi yang tiba-tiba saja terpancar dari tubuhnya. Tak hanya mereka bertiga, gelombang energi itu juga mendorong apapun hingga mencapai jarak 30 meter, agar menjauh dari posisi Malika. Sedangkan Mexuca, ia hanya berdiri seperti biasa, sembari menyipitkan mata, lantaran efek angin yang terlalu kuat.
Gazzel menabrak tembok rumah dan membuat punggungnya langsung tersangkut, pada lubang tembok yang di tabraknya tadi. Sedangkan dua Guru lainnya, mereka terhempas secara terpisah dan terguling-guling di tanah.
"Hiii! Apa kau gila, hah?! Kenapa kau menyakiti para Gur .." ucap Malika yang terpotong oleh batin sang Kegelapan padanya.
"Dia harus menaruh kepercayaan pada kita, Malika .. Lagipula, mereka akan baik-baik saja .."
"S-ebenarnya, apa yang kau inginkan darinya, hah?!"
"Aku ingin tahu, dimana ia menyimpan kontrak darahnya dari Raja Iblis. Selama ribuan tahun ini, aku selalu mengintainya dari balik bayang, namun tak juga membuahkan hasil .. tetapi, dengan kedatangannya ke dunia ini, aku yakin .. aku yakin sekali kalau ia sudah berhasil melakukannya .."
Ketika gelombang energi itu mulai mereda, Mexuca lalu bertepuk tangan sembari tertawa di hadapan Malika. Ia lalu melangkah maju dan berkata,
__ADS_1
"Sangat mengesankan. Benar-benar seorang Sentinel yang bertolak belakang dengan dunianya sendiri. Itu kan, julukan para pemilik Roh Suci di dunia ini?"
Sang kegelapan pun membalas, "Untuk apa kau menanyakan hal itu padanya? Dia sekarang sedang menjerit ketakutan di dalam tubuhnya sendiri. Tidak usah berbasa-basi lagi, Mexuca! Apa rencana selanjutnya?"
"Hah? Rencana selanjutnya? Apa itu terdengar seperti kau ingin memihakku?" sang Tertinggi lalu mengerutkan alis, sembari sedikit menunduk, agar menatap Malika yang hanya setinggi dadanya.
Mata Malika yang memang sudah hitam pekat sejak tadi, mulai beradu tatap dengan mata sang Tertinggi dengan jarak yang cukup dekat, sembari membalas,
"Aku sudah membalaskan dendam yang kau tanam sejak masih kecil! Apa lagi yang kau ragukan dariku?"
Mexuca lalu membalas dengan senyuman yang santai, "Yang ku ragukan adalah, mengapa dari sekian banyaknya anak manusia setengah monster, yang telah ku ciptakan dengan susah payah, tidak kau jadikan sebagai wadah, penghianat. Akan ku remukkan bocah ini, agar kau kembali melayang-layang dalam kehampaan, untuk menunggu wadah baru yang akan ku ciptakan nanti."
"Hiiiii!" teriak panik Malika yang tentu saja tak bisa di dengar oleh sang Tertinggi.
Sang kegelapan lalu berkata, "Apa Ayahmu tidak mengajarkan aturan terpenting, jika ingin mendapatkanku?"
"Apa itu?" Mexuca masih saja meraut senyum yang santai.
"Wadah yang murni, bukan hanya sekedar perkawinan silang antara manusia dan monster. Kau melupakan satu hal yang telah di hapus oleh para leluhurmu, sejak ribuan abad yang lalu. Oh .. aku lupa .. kau belum lahir, kan? .. hahahahaha!"
Malika hanya bisa merespon dengan mata yang hampir copot, ketika melihat raganya yang tertawa terbahak-bahak di depan Raja dari segala monster itu.
"Aturan apa itu?!" Mexuca membentak langsung di depan wajah Malika.
"Kau hanya tahu tentang sejarah, tapi tak tahu mengapa mereka mengusirnya. Sembilan Malaikat mengusir Lucifer, lantaran dirinya yang menaruh perasaan terhadap Lilith, istri pertama Adam dalam Kerajaan Surga. Akibatnya, Lilith di musnahkan dan di ganti oleh Hawa. Lucifer menangis, menatap dirinya sendiri di cermin dan melahirkanku, dalam bentuk tetesan air mata yang kesepian akan kasih sayang."
"Kasih sayang? Apa maksudmu? Cinta?" wajah Mexuca seketika menjadi kebingungan.
"Wadah ini adalah bentuk sepasang kasih sayang antara ras terbaik dan terburuk, ketika saling mencintai! Itulah mengapa leluhur kalian menghapus sejarah tersebut, lantaran tidak mau mengakui kalian sebagai keturunan terburuk! Kalian membenci manusia karena mereka berasal dari keturunan terbaik! Mustahil bagimu untuk memiliki hati nurani! Hancurkanlah wadah murni ini dan tunggu ribuan tahun lagi, hahaha .."
"Aaarrghh!" teriak Mexuca yang murka, sembari memukul angin yang lalu menghancurkan enam hektar tanah, beserta dengan rumah-rumah yang berada di atasnya.
"BUUUUUUAAAARRRMM!"
Untungnya, ia tidak memukul ke arah Gazzel yang sejak tadi sudah pingsan, dalam keadaan tersangkut pada tembok yang di tembusnya tadi. Namun, entah rumah-rumah tadi berisikan warga atau tidak, semuanya kini sudah hancur berkeping-keping.
"Jika kau memang memihakku, apa yang kau inginkan?" Mexuca mulai menatap murka ke arah sang Kegelapan.
"Bantulah aku agar menemukan Kitab Kegelapan yang masih tersembunyi di dunia ini! Wadah ini belum mampu menahan seluruh kekuatanku, Mexuca. Aku ingin menjadikannya Makhluk pertama yang menguasai semua Roh Suci, hingga mencapai tahap Alpha! Setelah itu, mari bersama-sama menuju dunia selanjutnya! Kau setuju?"
Mexuca hanya tersenyum dan berkata, "Jika itu maumu, wahai Kegelapan."
"K-k-kau bercanda, kan?" tanya Malika dengan wajah yang tercengang.
"Dengarkan aku, Malika .. ingatlah untuk tidak terlihat mencurigakan .. ikuti semua perintahnya, maupun makhluk-makhluk yang berada di kerajaannya nanti .. aku harus mencari tahu, dimana ia menyimpan kontrak darah itu. Baiklah, sedikit lagi aku akan membebaskanmu .. ini mungkin sudah lebih dari dua puluh menit .."
__ADS_1
-FOLLOW ME-