KEKUATAN ALAM

KEKUATAN ALAM
Keempat Xenel Dan Masing-Masing Kapten.


__ADS_3

Kini, keempat Jendral sedang menekuk satu lutut, sembari menundukkan tatapan mereka ke arah lantai. Tak ada yang berani memasang raut wajah berbeda selain kaku, bagaikan makhluk yang tak mempunyai emosi di depan sang Tertinggi.


Sang Tertinggi lalu berdiri dan merentangkan kedua tangannya searah bahu, bagaikan sedang memperlihatkan, bahwa ialah yang akan merubah sejarah di dunia monster.


"Sebentar lagi, akan tiba saatnya bagi kita untuk mengubah sejarah! Mari kiamatkan dunia mereka dan kabulkan mimpi para leluhur yang sempat terjeda! Era kitalah yang akan menguasai dunia selanjutnya!"


Pidato membara dari sang Tertinggi tadi, langsung memicu Keempat Jendral, Kapten, hingga seluruh prajurit yang berada di halaman istana, menjadi terbakar dalam semangat berperang yang tiada dua. Tidak ada keindahan yang terlihat di antara mereka semua.


Ia lalu kembali berkata, "Lihatlah ini!" sembari menunjukkan telapak tangan kanannya yang kini menyinarkan cahaya biru gelap, "Akhirnya, selama seratus tahun, kontrak darah ku telah terjawab oleh Raja Iblis! Hanya dengan sekali jentikkan jariku, sebagian besar dari mereka akan sirna, bagaikan abu yang di tiup angin! Hahahaha!"


Semuanya semakin bersemangat. Tak ada pujian yang terlewatkan untuk Raja dari segala Raja dunia monster itu. Mereka semakin menggila dalam menunggu peperangan yang akan terjadi sebentar lagi. Ketika situasi mulai kondusif, salah satu Jendral yang bernama Quiss pun berkata,


"Oh Rajaku? Bagaimana dengan anak Kegelapan yang Anda ceritakan itu? Bukankah, sudah saatnya untuk membawanya kemari?"


"Biarkan aku yang membawanya sendiri. Kegelapan bisa saja mengontrol anak itu. Dia akan sangat berbahaya bagi kalian. Kita tidak tahu dengan siapa sang Kegelapan memihak," balas sang Tertinggi dengan tatapan acuh tak acuh, memperlihatkan kesombongannya.


-


-


-


-


-


☆☆☆☆☆


Sementara itu, di kerajaan Labbrax, lebih tepatnya di depan singgasana sang Raja, ada salah seorang pengendali elemen suara yang sudah memberikan ramalan pertanda buruk berulang kali. Ia bukanlah salah satu dari anggota Xenel, melainkan hanya di tugaskan sebagai seorang peramal yang sah di kerajaan tersebut.

__ADS_1


"Yang mulia? Ketika hamba meramalkan dampak buruk pertanda itu berulang kali, ternyata sama saja. Maafkan hambamu ini," ungkap gelisahnya yang sejak tadi menekuk satu lutut.


"Baiklah. Terima kasih karena mau meramalkannya berulang kali," balas sang Raja, dengan raut wajah yang terlihat sedang berpikir keras.


Jari telunjuknya terus mengetuk pinggiran singgasananya berulang kali. Ia hanya bisa berusaha tegar, sekaligus menunggu surat balasan dari kerajaan sebelah. Sudah lama sekali ia mengirimkan surat meminta bantuan. Akan tetapi, balasan dari mereka belum juga tiba.


Kerajaan Labbrax, adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di dunia. kerajaan yang masuk deretan itu ialah Labbrax, Naruhoto dan Jalbar. Masing-masing dari mereka memiliki Xenel dan Lionel di dalam kerajaan. Itulah mengapa kerajaan mereka di juluki seperti demikian tadi.


Kerajaan Labbrax memiliki 1.500.000 prajurit. Dan tentu saja, jumlah itu belum termasuk dengan empat Xenel, empat Lionel dan delapan Kapten. Satu persatu dari Xenel hingga Lionel, akan bertanggung jawab memimpin satu Kapten di dalam pasukan mereka.


Xenel, adalah orang-orang yang sudah berhasil menguasai lima dari tujuh tingkat di dalam Kitab Tarian Sentinel, berdasarkan elemen masing-masing. Sebagian jurus dahsyat leluhur yang di tulis dalam Kitab tersebut, juga sudah ada yang mereka kuasai dengan baik. Sedangkan para Kapten, tingkat Tarian mereka masih berada di tahap tiga.


Sebagai Pasukan Khusus, tentu saja mereka juga di berikan perlakuan yang khusus. Salah satunya adalah pakaian zirah yang terbuat dari gabungan berbagai material langka. Hanya Xenel dan Lionel saja yang mendapatkan hal itu. Tidak untuk para Kapten. Pakaian zirah mereka sangatlah keras, tetapi mampu mengikuti kelenturan lekukan tubuh, layaknya pakaian biasa. Masing-masing zirah mereka juga memiliki corak yang berbeda-beda.


Yang pertama di mulai dengan para Xenel. Keempat Xenel itu bernama Mahaya, Zalento, Yorvix dan Anabelle.



Salah satu Kapten yang di pimpin oleh Mahaya, ialah Muklis.



Muklis, adalah Xenel pengendali api yang berhasil menguasai dua jurus, dari tiga tingkat Tarian elemennya. Salah satunya adalah Rushover. Jurus itu mampu mengeluarkan seratus pukulan yang bertubi-tubi, hanya dalam kurun waktu tiga detik saja. Begitu cepat, kuat dan yang pasti, sangat mematikan. Ia juga lebih mendominasi pertarungan jarak dekat.



Zalento adalah Xenel pengendali petir. Ia berhasil menguasai tiga dari lima jurus leluhur yang berada di masing-masing tingkat Tarian elemennya. Salah satunya adalah menebas musuh-musuhnya dengan pergerakan kilat, tanpa menurunkan kecepatan, di saat ingin berbelok dengan tajam. Dan replikasi hidup dari elemen petirnya, adalah wujud seekor ular.


Salah satu Kapten yang di pimpin oleh Zalento, ialah Macarena.

__ADS_1



Macarena, adalah Xenel pengendali petir yang berhasil menguasai dua jurus, dari tiga tingkat Tarian elemennya. Salah satunya adalah Blue Light. Jurus itu berbentuk seperti telapak tangan petir raksasa. Tapak itu akan terus melesat ke arah depan dan menyetrum tubuh lawan-lawan, dengan cara menembusnya terlebih dahulu. Tak seperti Muklis, ia bisa melakukan pertarungan jarak dekat dan jarak jauh. Bagaikan pemain hulahop profesional, cakramnya akan melingkari pergerakan tubuhnya, ketika melakukan pertarungan jarak dekat. Sedangkan jarak jauh, ia bisa menyetel pergerakan cakrammya yang melayang, lewat benang listrik yang terhubung langsung dari jari-jarinya.



Yorvix adalah Xenel pengendali Udara. Ia berhasil menguasai empat dari lima jurus leluhur yang berada di masing-masing tingkat elemennya. Salah satunya adalah tebasan angin topan raksasa. Bagaikan badai angin, topan itu akan menghisap, mengangkat dan menghempaskan mereka dari atas langit yang tinggi. Tidak mungkin ada orang yang ingin terjatuh dari ketinggian ribuan kaki. Dan replikasi hidup dari elemen udaranya, adalah wujud seekor harimau.


Salah satu Kapten yang di pimpin oleh Yorvix, ialah Suriname.



Suriname, adalah Xenel pengendali udara yang berhasil menguasai satu jurus, dari tiga tingkat Tarian elemennya. Jurus itu bernama Breath Of God. Ia juga sudah bisa mereplikasi angin yang berbentuk seperti pedang miliknya, dengan jumlah yang banyak. Langkahnya begitu ringan, tak terdeteksi dan lembut bagaikan angin, ketika bertarung melawan deretan lawan yang maniak akan keributan.



Terakhir, adalah Xenel pengendali bumi. Ia berhasil menguasai semua dari lima jurus leluhur yang berada di masing-masing tingkat elemennya. Salah satunya adalah memiringkan kerak bumi, hanya dengan sekali hentakkan kaki. Hal itu akan membuat lawan, maupun teman sendiri, bisa terkena dampak dari kekuatannya. Satu pukulannya yang menuju ke arah seorang lawan, mampu memicu getaran-getaran di area sekitar, sekaligus menjadikannya Xenel terkuat di antara yang lainnya. Dan replikasi hidup dari elemen buminya, adalah wujud raksasa.


Salah satu Kapten yang di pimpin oleh Anabelle, ialah Valestine.



Valestine, adalah Xenel pengendali bumi yang berhasil menguasai dua jurus, dari tiga tingkat Tarian elemennya. Salah satunya adalah Death spike. Jurus itu akan memunculkan runcingan batu yang menjulang naik ke atas permukaan tanah. Berbagai keterampilan dalam bermain satu bentuk, ke bentuk lainnya, juga sudah di kuasainya dengan baik.


Sedangkan Lionel, mereka bukanlah pengendali wujud hewan biasa. Ketika mereka berhasil meningkatkan Tarian hewan mereka, maka akan ada perubahan fisik dari yang dulunya hanya biasa, menjadi luar biasa.


Salah satu ciri fisik luar biasa itu, adalah perubahan kulit, atau tubuh mereka yang menjadi warna putih. Putih, melambangkan kesucian pada tiap-tiap hal yang baik. Perubahan warna mereka, bukanlah hanya sekedar hiasan saja. Akan ada kekuatan aneh yang datang kepada mereka secara acak. Namun, di antara semuanya, hanya ada satu dari mereka yang tidak mendapatkan tempat dalam deretan hewan suci. Bukannya ia tidak layak, melainkan wujud hewannya, adalah seekor hewan mitologi.


-FOLLOW ME-

__ADS_1


__ADS_2