KEKUATAN ALAM

KEKUATAN ALAM
Kemenangan Telak.


__ADS_3

Gazzel yang berada di kejauhan sana, kini semakin dekat dengan Malika yang sedang berlari ke arahnya. Malika lalu berguling sekali ke arah depan dan berakhir dengan posisi menekuk satu lutut, akibat tersandung kakinya sendiri.


"Hei, kau baik-baik saja, kan?" tegur Gazzel yang sejak tadi masih mengambil nafas, akibat kelelahan.


"Ya .. huft .. " balas Malika yang juga sedang mengambil nafas.


"Dimana nenek itu? Aku .. hufft .. aku akan menghajarnya .."


"Aku .. tidak .. hufft .. tahu .."


"Anak kecil .. segeralah menjauh dari sini .." ucap Gazzel kepada bocah yang di selamatkannya tadi.


Bocah itu langsung berlari secepat mungkin. Sementara itu, si raksasa juga mulai berusaha untuk berdiri, dengan teriakan yang masih merasakan kesakitan.


"Apa yang harus kita lakukan, kak?"


"Lihatlah .. hufft .. Desa sudah terlihat kosong. Mungkin para warga sudah melarikan diri keluar Desa .."


"Jadi?"


Gazzel lalu menghembuskan nafas berat dan berkata, "Anggap saja ini adalah latihan yang mematikan, Malika. Aku ingin kita berdua bisa membunuhnya."


"Baiklah .." balas Malika yang juga mulai bersiap memasang gaya bertarung.


Raksasa itu sudah berdiri sejak tadi. Ia kemudian menoleh ke arah Gazzel dan Malika, dengan tatapan yang penuh dendam. Seketika itu pula, si raksasa pun berlari ke arah mereka berdua.


"Jangan sampai mati, Malika!" tegas Gazzel yang bersiap untuk menghindar.

__ADS_1


Ketika si raksasa menendang, mereka berdua langsung menghindar secara terpisah di tengah-tengah tendangan tersebut. Gazzel pun sedikit kerepotan kini, lantaran si raksasa lebih memilihnya sebagai target.


"BUAAR! BURRM! BLUUUR!" suara berbagai macam bangunan yang hancur, akibat serangan si raksasa.


Gazzel terus melompat kesana-kemari. Sesekali, ia memberikan serangan bongkahannya yang masuk secara telak ke arah wajah raksasa. Hal itu membuat raksasa semakin marah.


"Eeaaaaarrgh!" teriak si raksasa yang masih saja menyerang Gazzel.


Sedangkan Malika, ia sudah berada di salah satu atap rumah, untuk melompat ke arah raksasa. Seketika itu pula, ia langsung meneriaki raksasa itu, agar berpaling ke arahnya.


"Woy?!"


Ketika si raksasa berpaling, Gazzel pun punya kesempatan untuk mengeluarkan batu-batu runcingnya. Serangan itu langsung menikam dan menembus kedua telapak kaki si raksasa.


"Eaarrrrrghh!" teriak raksasa sekali lagi.


Tentu saja tikaman yang menembus itu membuat kedua kakinya menjadi tertahan. Namun, itu tidaklah lama. Batu runcing terlihat tipis dan mudah untuk di patahkan dalam sekali rontakan.


"Black Ball!" teriaknya yang kemudian memukul dengan kekuatan penuh.


"BUURRM!"


Siapapun yang terkena pukulan di bagian tenggorokan, sudah pasti akan merasakan sakit yang luar biasa. Pukulan Malika itu, seketika mematahkan tulang tenggorokan si raksasa, dalam sekali serang.


"CRACK!"


Si raksasa langsung terundur, terjatuh dan terlentang, dengan suara yang seperti tercekik. Malika yang sejak tadi masih di udara, langsung mendarat ke dada raksasa itu secara darurat.

__ADS_1


Untungnya, si raksasa sudah tak mampu lagi untuk meronta. Ia hanya sedikit berkejang-kejang dan mati secara perlahan. Nafas terakhirnya begitu bau saat menghembus keluar. Malika langsung tergelincir dan jatuh dari dada si raksasa, akibat menghirup nafas tersebut.


Gazzel lalu menghampirinya secepat mungkin. Mereka berdua kemudian mulai melangkah jauh meninggalkan bangkai si raksasa. Tak lama setelah itu, munculah beberapa penjarah dari balik bayang. Mereka kemudian mulai berlari untuk menyerang Malika dan Gazzel, selagi terlihat sudah tak berdaya.


"Coba saja, hah! Maju kalian!" ancam Malika yang berusaha tegar di saat-saat terakhir.


Gazzel lalu memainkan beberapa bongkahan untuk menakut-nakuti mereka. Dan pada akhirnya, mereka semua pun menjadi takut untuk melakukan penyerangan.


"Mundur .. mereka sudah menjatuhkan kekuatan andalan kita .." bisik salah satu penjarah kepada temannya


"Jumlah kita banyak, bodoh .." balas yang lainnya.


"Apa kau gila? Aku tidak mau mati sekarang .." sambung yang lainnya lagi.


"Kita harus kembali dan melaporkan ini kepada Ketua .." sambung yang lainnya lagi.


Mereka yang terlihat berjumlah lebih dari tiga puluh orang itu, langsung mundur dan berkocar-kacir, ketika melihat para Polisi Desa datang. Ya, bagaikan Polisi di film-film india, mereka selalu saja datang terlambat.


Pada akhirnya, semuanya pun kembali normal seperti sedia kala. Para warga yang menjadi korban juga belum di ketahui jumlahnya. Gazzel dan Malika kini hanya berjalan sembari di kawal semua Polisi Desa, untuk menuju ke para warga.


-


-


-


☆☆☆☆☆

__ADS_1


Setelah lima menit berlalu, tibalah mereka berdua di luar Desa, untuk bertemu dengan seluruh warga yang sejak tadi ingin berlari jauh ke dalam hutan. Ya, tekad para warga sejak tadi sudah bulat untuk melarikan diri sejauh mungkin.


-FOLLOW ME-


__ADS_2