
Anisa merasa lega karena baru selesai melayani pengunjung cafe silih berganti, membuat Citra yang melihatnya merasa bahagia, karena pelanggan cafe lebih senang ditemani makan oleh Anisa.
" Bagaimana kamu bukan jadi anak emas saya, jika pelanggan yang minta ditemani kamu lebih banyak dari yang lain kan, sekarang kamu istirahat lah dua jam, untuk tidur saya rasa itu cukup untuk kamu istirahat" Ucap Citra yang memberikan kesempatan istirahat untuk Anisa
" Serius mami? wah terimakasih yah mami, memang saya butuh istirahat mami?" Tanya Anisa merasa bahagia sekali, karena Citra memberikan waktu untuk istirahat untuk Anisa
" Iyah benar Anisa, yah sudah sana istirahat yah dan setelah dua jam kamu siap siap ada yang mau ditemani makan oleh kamu" Lanjut Citra yang tidak pernah melarang Anisa keluar cafe sesuka hati, atau pun yang Anisa ingin kan, karena pelanggan Anisa banyak, membuat Citra selalu memanjakan Anisa dan selalu memberikan dispensasi istirahat lebih banyak dari pada karyawan lainnya.
Anisa yang mendengar ucapannya Citra langsung merasa bahagia, karena dikasih waktu istirahat dijam segini, memang Anisa sudah merasa ngantuk dan sangat lelah sekali. Anisa langsung jalan menuju kamarnya untuk istirahat.
Dilain sisi, Boby dan orang suruhannya siap siap untuk ke cafe, karena hari ini mendapatkan tugas untuk melihat langsung apa yang dikerjakan oleh Anisa didalam cafe.
" Apa uangnya sudah ditransfer?" Tanya orang suruhan Boby tidak sabar ingin bersenang senang didalam cafe
" Sudah, di transfer, kamu enak sekali saat masuk kedalam cafe langsung bersenang senang, tapi saya ngobrol bersama perempuan itu, tanpa ngajak dia bersenang senang" Protes Boby kesel, padahal Bobyi ingin sekali ikut bersenang senang
" Sabar lah pak, nanti juga dapat dengan perempuan lain kok, saya juga sama saja kan, dapat jatah empat kali masuk kedalam tapi tidak boleh ngajak bersenang senang selama didalam sana kan" Protes orang suruhan Boby
" Nah itu dia, yah sudah yuk berangkat, semoga kuat deh untuk tetep ngajak ngobrol tanpa minta yang lain" Lanjut Boby pasrah, karena mendapatkan tugas untuk sekedar ngobrol sambil makan saja
Boby dan orang suruhannnya langsung jalan dan menuju cafe tempat Anisa bekerja, walaupun kesel tapi Boby bahagia karena mendapatkan bonus, karena berhasil menemukan keberadaan orang tuanya Marsya.
__ADS_1
Dilain sisi, Marsya datang ke warung yang diberikan Nando untuk Marsya, Marsya ngajak Satria untuk makan di warung depan pasar, seperti biasa Marsya berharap bisa ketemu dengan Anisa.
" Sayang, kamu kenapa?" Tanya Satria melihat Marsya yang matanya seperti mencari seseorang
" Tidak kenapa kenapa sayang, hayo masuk kedalam kita pesan cemilan sayang" Ucap Marsya yang tidak ingin melihat Satria sedih, melihat Marsya mengharapkan sesuatu yang tidak pasti
" Apa Marsya masih berharap ibu nya muncul disini, yah allah tidak tega setiap melihat Marsya seperti ini terus, mengharapkan bunda nya muncul dihadapannya." Batin Satria sedih melihat Marsya, selama ini mengharapkan kehadiran ibu kandungnya, dan tidak menanti terus menerus.
" Iyah sayang" Lanjut Satria gandeng tangannya Marsya untuk masuk kedalam warung, dan pesan makanan untuk berdua, Marsya berusaha melupakan ibu nya selama makan dan tidak terlalu difikirkan.
Dilain sisi, untuk pertama kalinya Boby masuk kedalam cafe seperti ini, Boby minta ditemani makan bersama Anisa dan temennya, membuat kassir langsung minta Anisa dan Chika untuk siap siap karena ada yang minta ditemani makan.
" Tumben sekali yah Anisa, yang minta ditemani kamu makan, ditemani dengan dua orang." Ucap Chika merapihkan penampilannya
Anisa dan Chika jalan ke depan, dan kaget melihat orang yang mau ditemani makan oleh Anisa dan Chika.
" Kamu yang kemarin kan, akhirnya masuk juga kedalam cafe, terimakasih yah sudah anterin saya pulang" Ucap Anisa melihat Boby
" Kalian saling kenal?" Tanya Chika melihat Anisa dan Boby bergantiaan
" Tidak juga, kemarin saya nabrak dia, untungnya cuman lecet sedikit, jadi saya langsung anterin dia pulang sebagai bentuk rasa bersalah saya ke dia." Ucap Boby terus terang, Boby merasa kagum melihat Anisa yang masih cantik walaupun usianya tidak muda lagi
__ADS_1
" Yah sudah, ngobrolnya dilanjut nanti saja, Chika kamu bersama saya yah, makan di kamar 002.' Ucap Orang suruhan Boby, yang sudah tahu nama perempuan yang akan menemaninya makan
" Yah hayo, kita makan di kamar 002" Lanjut Chika senyum manis, Chika tidak ingin biasa saja didepan pengunjung, selalu berusaha memberikan senyuman termanisnya
" Hayo kamu juga temani saya makan di kamar 005" Lanjut Boby sengaja, ngajak Anisa kamar yang lumayan jauh, supaya obrolannya tidak didengar orang orang
" Hayo ikut saya ke kamar 005" Lanjut Anisa senyum ramah melihat Boby.
Anisa dan Chika langsung ajak pengunjung cafe untuk makan di dalam kamar yang sudah mereka pesan sebelumnya, membuat Boby senyum bahagia karena akhirnya bisa ngobrol bersama Anisa, walaupun tidak sambil bersenang senang bersama.
Dilain sisi, Lusi telefon temennya, untuk ajak ketemuan karena Lusi dan Nando mau minta bantuan, dan siap datang ke kota Pontianak, demi bisa menjemput Anisa kembali ke Jakarta.
" Bagaima jika sabtu kesini saja, kebetulan saya tidak ada kerjaan sama sekali, kamu dan suami kamu bisa kesini, memangnya mau minta bantuan apa Lusi?" Tanya temennya Lusi di seberang telefon dengan penasaran, karena Lusi tidak pernah minta bantuan seperti ini
" Nanti juga kamu tahu kok, ini sangat penting sekali, oleh karena itu saya telefon kamu, baik lah Sabtu ini saya dan suami saya akan ke sana, dan ketemu di rumah kamu saja yah, sekalian siraturahmi dengan istri kamu" Lanjut Lusi, Lusi sengaja minta ketemuan di rumah temennya, lebih privecy dan aman, takutnya ada yang dengar bisa bisa bahaya, rencananya akan gagal
" Baik lah, kamu dn suami kamu bisa datang ke rumah, istri saya pasti bahagia sekali melihat kamu datang ke rumah bersama suami kamu" Lanjut temennya Lusi, merasa pembahasan Lusi sangat penting, membuat Lusi ingin bicara di rumahnya saja bukan di restoran saja.
" Sampai jumpa nanti, titip salam rindu saya ke isrei kamu yah" Lanjut Lusi, Lusi langsung mematikan telefonnya, dan langsung melihat Nando yang dari tadi mendengar obrolan Lusi bersama temennya
" Bagus bunda, kita ngobrolnya di rumah temen kamu, bahaya jika ada yang melihat kita ngobrol santai dengan pihak berwewenang, apa lagi membahas cafe itu, bukan kita yang kena masalah secara langsng tapi perempuan itu yang akan disalahkan walaupun tidak tahu apa yang kita rencana kan" Ucap Nando setuju dengan keinginan Lusi, mencari tempat aman
__ADS_1
" Iyah sayang, aku memikirkan resikonya sayang, tidak sembarangan ajak ketemu dan sembarangan minta tolong, bisa bisa perempuan itu di siksa karena kesalahan kita" Ucap Lusi, yang tidak ingin membuat Marsya sedih, karena kecerobohan Lusi dan Nando membuat ibu kandungnya celaka.