KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Cantiknya anak mamah


__ADS_3

Marsya siap siap untuk berangkat kerja, Anisa keluar dari kamar mandi melihat Marsya memakai blazer membuat Anisa bangga sekali. siapa sangka anaknya akan seberuntung ini, sebagai CEO muda baru lulus kuliah sudah memimpin perusahaan besar.


" Cantiknya anak mamah, mamah bangga dan terharu melihatnya sayang." Ucap Anisa senyum bahagia melihat Marsya yang mulai membuka tas makeup nya


" Alhamdulillah kalo mamah bangga melihat Marsya pakai ini mah, oh yah nanti siang mamah makan siang di kantor yah bersama ayah dan bunda juga. sampai sore di kantor mau tidak mah kerja ditemani mamah, supaya mamah bisa lihat Marsya kerja mah" Ucap Marsya melihat Anisa siap siap, dan ingin sekali kerja di temani oleh Anisa, Marsya ingin sekali membuat Anisa bangga melihat Marsya bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaannya dan mendapatkan hasil yang bagus


" Tentu mau sayang, mamah juga pengen lihat wajah seriusnya Marsya." Lanjut Anisa, Anisa merasa bersyukur karena sebelum pulang ke rumahnya Lusi, Anisa beli baju formal untuk Anisa pakai jika pergi ke acara acara formal dan Anisa juga beli perhiasan supaya mempercantik penampilan Anisa.


" Hore ditemani mamah" Lanjut Marsya bahagia sekali karena Anisa mau temani sampai sore, Marsya semangat berhias karena Anisa mau temani Marsya dari siang sampai sore.


Dilain sisi, Nando yang biasa siap siap kerja, tapi sekarang Nando rebahan karena bangun tidur dan melihat Lusi masuk kedalam kamar setelah selesai masak.


" Selamat pagi cinta aku, Hari ini masak apa?." Tanya Nando melihat Lusi yang jalan ke arahnya


" Masak sayur nangka, udang, dan terus kalo Anisa tadi masak ayam bakar sayang." Ucap Lusi duduk disebelahnya Nando yang masih rebahan, karena mulai hari ini Marsya mulai aktif berangkat ke kantor.


" Wah enaknya, hayo kita ke depan sayang, aku sudah mulai lapar sayang" Lanjut Nando yang mulai berdiri, Dan ajak Lusi untuk sarapan bareng bersama Marsya dan Anisa.


Dilain sisi, Rangga sengaja bangun pagi dan berangkat lebih pagi, karena Rangga mau melihat Marsya datang ke kantor jam segini.

__ADS_1


" Semoga bisa lihat Marsya masuk kedalam kantornya, dan harus cari alasan yang logis untuk bisa masuk kedalam kantornya Marsya hari ini." Batin Rangga yang ingin sekali bisa melihat Marsya, Rangga kesal dengan Rudi karena kemarin Rudi langsung memberikan sertifikat tanah ke Eki, padahal rencana nya Rangga sendiri langsung ke kantornya Nando.


" Masih jam segini sudah rapih sayang? tumben sekali?" Tanya Iis melihat Rangga yang sudah siap berangkat kerja


" Aku lagi ada deadline sayang, yang harus dikerjakan soalnya jam sembilan ada rapat soalnya." Ucap Rangga bohong, Rangga tidak ingin Iis mengganggu rencana nya untuk melihat Marsya pagi ini.


" Semangat kerjanya yah sayang, semalam aku bilang ke Natalia soal rencana ayah untuk rujuk dengan Anisa dan bawa Marsya ke rumah ini, tapi anak kita tidak setuju dengan kehadiran Kaka tirinya sayang. itu artinya ayah tidak bisa memaksa keinginan ayah karena bunda dan Natalia nolak kehadiran mereka." Tegas Iis yang semakin yakin untuk tidak dimadu dan menerima kehadiran anak tirinya.


" Kalo Anisa bunda bisa melarang, tapi jika anak kandung aku, bunda tidak bisa melarang untuk ketemu atau pun sekedar nginep disini karena anak aku punya hak yang sama mendapat kan kasih sayang, dan perhatian dari aku seperti apa yang aku berikan untuk Natalia selama ini." Tegas Rangga yang tidak peduli dengan penolakan yang diberikan oleh Iis dan Natalia, Rangga langsung keluar dari kamar dan siap siap berangkat ke kantornya Marsya.


Iis yang mendengar ucapannya Rangga yang keras kepala karena tetep mau ketemu dengan Marsya, langsung marah karena Iis tidak rela berbagi perhatian dan hartanya Rangga dengan anak tirinya.


" Ayah, bunda, dan mamah. nanti siang jadi kan makan siang di kantor? Marsya mau makan bersama kalian di kantor?" Tanya Marsya melihat orang tuanya mulai menikmati makanan masakan Anisa dan Lusi.


" Jadi sayang, tapi ayah kerja juga yah, tapi tidak banyak sayang, habisnya ayah mulai bosan tidak ada pekerjaan sama sekali." Ucap Nando yang masih ingin bekerja, walaupun cuman sedikit dan mengawasi Marsya kerja.


" Hore, jadi tidak sabar menunggu kalian ada di kantor, Iyah ayah jika memang ayah masih mau kerja boleh saja, Marsya juga senang bisa kerja ditemani oleh ayah juga." Lanjut Marsya melihat Nando yang masih semangat kerja,membuat Marsya tidak tega melarang Nando kerja lagi.


" Marsya mau dimasakin atau kita beli saja sayang?" Tanya Lusi yang ingin masak untuk makan siang nanti

__ADS_1


" Beli saja bunda, Marsya tidak ingin merepotkan bunda dan mamah masak untuk makan di kantor, kita yang praktis saja yah buat hari ini." Lanjut Marsya yang tidak ingin membuat Lusi dan Anisa repot, masak untuk makan di kantor jauh jauh bawa hasil masakannya.


" Yah sudah boleh sayang, terimakasih yah Marsya sayang" Ucap Anisa bangga, karena Marsya ada saja alasan untuk melarang orang tuanya cape dan sibuk.


Marsya yang sudah selesai makan, langsung pamit berangkat ke kantor membuat Lusi dan Anisa mau antar Marsya ke depan rumah, sedangkan Nando duduk di meja makan karena Nando kirim chat ke Eki membahas sertifikat tanah yang sudah diurus kemarin.


Dilain sisi, Natalia membuat Rangga pusing mendengar ucapan Natalia yang melarang Rangga untuk ketemu dengan Marsya, Rangga memaklumi sikapnya Natalia seperti ini dan hampir semua saudara tiri akan bersikap sama seperti Natalia.


" Ngapain masih mikir harta ayah? kamu saja hitungan bulan sudah menikah kan? soal anak kandung ayah, kamu boleh tidak setuju bukan berarti melarang ayah untuk ketemu dan ajak anak kandung ayah tinggal disini. jangan egois Natalia anak kandung ayah juga punya hak yang sama, ingat Natalia jangan cari masalah karena kamu akan menikah." Tegas Rangga yang tidak ingin melihat Natalia kena masalah, karena rasa iri dan takut kehilangan hartanya Rangga.


" Jelas mikirin dong ayah, harta ayah yah seutuhnya punya Natalia dan Natalia tidak rela berbagi dengan anak tiri ayah, ayah kan sudah membuangnya ngapain sekarang dipungut lagi sih. biarin saja dia dengan kehidupannya ayah." Bujuk Natalia yang berusaha menolak keinginannya Rangga.


" Itu bukan urusan kamu, apapun keputusan ayah yah itu urusan ayah" Tegas Rangga langsung pergi, Rangga tidak nafsu makan karena lagi sarapan justru dibikin kesel oleh Natasya.


Iis melihat Rangga pergi begitu saja, jadi kesel dan Iis ingin sekali bisa ketemu dengan anak kandungnya Rangga dan melarang untuk ketemu dengan Rangga, dan tidak datang ke rumahnya.


Dilain sisi, Satria siap siap berangkat kerja, Satria sudah rindu untuk jemput Marsya karena mau berangkat kerja bersama.


" Alhamdulillah akhirnya Marsya ke kantor lagi, jadi kan enak berangkat kerja bersama pacar sendiri." Ucap Satria memakai jas dan dasi sebelum berangkat ke kantor.

__ADS_1


Satria mengirim pesan ke Marsya jika Satria sudah dijalan, supaya Marsya mau menunggu Satria datang ke rumahnya untuk berangkat kerja bersama.


__ADS_2