
Iis melihat Natalia pulang ke rumah matanya bengkak, membuat Iis merasa bingung perasaan tadi anaknya pergi wajahnya sangat ceria kenapa pulang pulang justru nangis.
" Kamu kenapa nangis? bukannya mau makan siang bersama Sakti?" Tanya Iis heran melihat anaknya seperti ini.
" Natalia putus sama Sakti bunda, cowok sial yang selama ini manfaatin Natalia ternyata sudah punya cewek temen kantornya juga dan pacarnya juga nasipnya seperti Natalia dikuras hartanya demi kepentingannya bunda" Ucap Natalia sedih tidak menyangka jika Sakti yang selama ini terlihat baik, ramah, romantis, dan ternyata cuman manfaatin kelebihan yang dimiliki Natalia.
" Alhamdulillah putus nak, biarlah dia menguras harta kamu sepuasnya setidaknya jangan sampai kalian menikah, bisa bisa kita hidup susah karena cowok matre seperti itu " Ucap Iis yang merasa lega karena anaknya langsung minta pisah, dari pada hidup susah karena harta Rangga habis karena keserakahan Sakti.
" Iyah bunda Alhamdulillah sekali, Natalia langsung berfikir kearah sana bunda, supaya tidak jatuh miskin kita, Natalia rela kehilangan cowok matre seperti Sakti dari pada kehilangan kemewahan ini." Lanjut Natalia rela kehilangan cowok, toh masih bisa dicari lagi sedangkan mengembalikan harta seperti sekarang akan sulit sekali, karena membunuh waktu bertahun tahun.
" Anak cerdas walaupun terlambat berfikir nya, tapi masih bisa mempertahankan harta ayah itu hebat. sudah jangan nangis terus karena nanti sore kan ada perempuan tidak tahu diri akan makan disini, kita jangan tunjukkan jika kita lagi sedih didepan mereka." Lanjut Iis yang tidak ingin anaknya diledek karena putus cinta, dan batal menikah.
" Mantan istri dan anaknya ayah? oke deh, Natalia tidak akan menunjukan kesedihan didepan mereka." Lanjut Natalia juga merasa gengsi jika ada yang tahu nasipnya hari ini.
Iis ngajak Natalia ke kamarnya untuk siap siap menyambut tamu-tamu yang tidak diharapkan oleh Natalia dan Iis nanti sore.
Dilain sisi, Satria masuk kedalam lobi kantornya Marsya, tanpa sengaja ketemu dengan Marsya dan Rangga. Satria yang pernah melihat Rangga ketemu ayah nya langsung sapa Rangga.
" Kenal dengan pak Rangga?" Tanya Marsya kaget saat mendengar Satria menyapa Rangga
__ADS_1
" Kenal dong sayang, soalnya pernah lihat di kantor ayah beberapa kali ada proyek bersama sebelum aku ambil alih kantornya ayah " Ucap Satria senyum ramah, Satria baru sadar jika Rangga dan Marsya jalan bersama, apa ada proyek bersama?
" Dia calon suami kamu?" Tanya Rangga melihat Marsya yang senyum melihat Marsya
" Iyah Satria calon suami Marsya, bagaimana kalo kita makan siang bersama?" Tanya Marsya melihat Rangga dan Satria bersamaan.
" Makan siang ajak pak Rangga? ada apa ini dan dia siapa?" Batin Satria penasaran, karena Satria baru kali ini ketemu Rangga dikantornya Marsya.
" Boleh saja sayang" Lanjut Satria menerima ajakannya Marsya, dari pada ditolak membuat penasaran lebih baik diterima ajakannya Marsya.
" Kalian saja yang menentukan restoran yang mau kalian kunjungi, saya ikut saja yang penting bikin kenyang dan enak" Lanjut Rangga yang akhirnya bisa ketemu langsung dengan calon suaminya Marsya.
Marsya jalan duluan diikuti oleh Rangga dan Satria, yang jalan disampingnya Marsya untuk makan siang bersama. Rangga berusaha mengerti kenapa Marsya belum mengenalkan dirinya ke Satria, mungkin masih berat untuk kasih tahu status Rangga yang sebenernya.
Dilain sisi, Anisa melihat Lusi mengambil kan makan siang untuk Nando membuat Anisa merasa cemburu, jadi ingat dimana Anisa dan Rangga seromantis apa yang dilakukan oleh Lusi ke Nando.
" Kenapa melamun Anisa? apa kamu memikirkan Marsya sekarang makan siang bersama Rangga?" Tanya Lusi yang baru mendapatkan kabar, jika Marsya lagi makan siang bersama Rangga dan Satria.
" Bukan, saya iri saja melihat pernikahan kamu bersama Nando awet sampai sekarang, masih bisa romantis dan berbagi segalanya. membuat saya jadi flashback dimana saya juga setelah makanan selesai langsung panggil Rangga untuk makan bersama." Ucap Anisa yang rindu masa masa manis bersama Rangga.
__ADS_1
" Oh kangen masa masa manis kalian yah, jika kangen kasih lah kesempatan Rangga membuktikan ucapannya, bisa bersikap adil dalam menjalankan pernikahan poligami, kamu juga harus ikhlas menjadi istri kedua karena disaat diajak rujuk Rangga sudah memiliki istri dan anak kan, yang hatinya harus kita jaga juga." Lanjut Lusi yang berharap Anisa tidak egois, karena merasa menjadi prioritas hidupnya Rangga.
" Iyah saya mengerti soal itu kok, Iyah saya mau mencoba menerima kehadirannya Rangga menjadi suami saya lagi dan saya ikhlas jadi istri kedua nya." Lanjut Anisa berusaha menerima kenyataannya, dan siap menjadi istri keduanya Rangga.
Lusi merasa bahagia karena Anisa mau juga rujuk dengan Rangga, kecewa, sakit hati, dan sedih. boleh dimiliki Anisa yang sudah menderita selama dua puluh tahun, tapi Lusi yakin jika kehadiran Rangga kembali untuk ajak Anisa kembali merasakan kebahagian walaupun hidup harus saling berbagi dengan Iis istri pertamanya Rangga.
Dilain sisi, Setelah makan Marsya langsung terus terang ke Satria, siapa Rangga sebenarnya membuat Satria tidak menyangka orang yang selama ini menjadi clien orang tuanya adalah ayah kandungnya Marsya.
Rangga juga menceritakan alasannya kenapa meninggalkan Anisa di masa lalu dan keinginan sekarang ajak Anisa rujuk walaupun Rangga sudah punya istri dan anak, tapi Rangga ingin sekali menjalankan rumah tangga poligami ini. Rangga akan berusaha bersikap adil untuk kedua istri dan kedua anaknya.
" Alhamdulillah yah sayang, akhirnya kebahagian kamu lengkap Sempurna, punya dua orang tua angkat yang luar biasa baik dan dua orang tua kandung lagi. aku sih setuju saja jika mamah kamu rujuk dengan papah kamu, karena memberikan kesempatan itu membuat kebahagian insya Allah hadir sayang, karena kesabaran dan keinginan kamu selama ini." Ucap Satria ikut bahagia, karena akhirnya orang tuanya Marsya kembali lengkap, Satria terharu juga ternyata Rangga berjuang untuk mendapatkan kata maaf dan mau diterima diajak rujuk oleh Anisa.
" Iyah sayang, tapi setelah menikah apa kamu mau kita tinggal dirumahnya ayah dan bunda, aku tidak mau meninggalkan mereka begitu saja sayang, walaupun bisa ketemu tapi rasanya beda jika harus tinggal jauh dari ayah dan bunda?" Tanya Marsya yang lebih baik tinggal dirumahnya Nando dan Lusi, membahagiakan kedua orang tua angkat yang sudah berjasa bagi kehidupannya Marsya selama ini.
" Aku mau saja sayang, aku sih terserah mamah dan papah kamu saja, kasihan juga setelah kamu menikah harus meninggalkan mereka begitu saja. pasti mereka sedih dan kangen, walaupun harus ikhlas membiarkan kamu punya rumah sendiri." Lanjut Satria yang menyerahkan keputusan tinggal dimana, ke Rangga dan Anisa. walaupun sejujur nya Satria mau hidup mandiri, tapi tidak tega juga membiarkan Marsya tinggal jauh dari Nando dan Lusi.
" Papah setuju jika kamu tetep tinggal dirumahnya ayah dan bunda, tapi mamah akan tinggal bersama papah jika rujuk nanti. tidak masalah kan sayang?" Tanya Rangga yang tidak mau rujuk tapi tinggal berpisah
" Boleh pah, nanti kita bahas ke mamah yah, terimakasih pah sudah ijinkan Marsya tetep tinggal dirumahnya ayah dan bunda. terimakasih sayang sudah mau mengalah demi membahagiakan bunda dan ayah selama kita menjalankan rumah tangga kita" Lanjut Marsya bahagia karena Rangga dan Satria mau mengijinkan Marsya tetep tinggal dirumahnya Nando dan Lusi.
__ADS_1
" Sama sama sayang, aku berusaha menjadi suami yang pengertian nantinya, salam kenal papah calon mertua, semoga kita bisa menjadi keluarga yang bahagia dan bisa saling berbagi antara anak dan orang tua." Lanjut Satria tidak menyangka, jika dirinya bakal punya mertua lima orang, tapi berusaha bersikap adil dan bisa membahagiakan kelima mertuanya bersamaan.