KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
EXTRA PART 2


__ADS_3

Rangga mendapatkan kabar jika sudah beberapa hari Natalia belajar, mengerjakan proyek tidak ada perkembangan sama sekali, membuat Rangga merasa pusing sekali, Rangga niatnya mau ngurus surat surat pernikahannya akhirnya diserahkan ke Rudi.


" Kamu saja ke kantor KUA yah, biar saya yang ajarin Natalia yah, dan kamu tolong bantu Ucok untuk sewa gedung dan kebutuhan untuk resepsi pernikahan nanti" Ucap Rangga, yang akhirnya Rangga sendiri lah yang ajarin Natalia karena diajarin Rudi tidak ada perkembangan sama sekali


" Baik lah Rangga, saya lebih baik ngurus pernikahan kamu deh, dari pada ngurus Natalia tapi tidak ada perkembangan sama sekali, saya pesimis Natalia bisa menjadi pengganti kamu" Ucap Rudi kesel, Rudi sudah merelakan waktunya sia sia tapi Natalia tidak ada perubahan sama sekali


" Sorry bro" Lanjut Rangga merasa tidak enak, karena waktu kerja Rudi jadi sia sia


Rudi langsung ambil dokumen yang diberikan oleh Rangga, membuat Rangga masuk kedalam ruangannya untuk ajarin Natalia secara langsung.


Dilain sisi, Marsya ajak Iis, Anisa, Lusi, dan mertuanya.mencoba gaun pernikahan yang akan Marsya pakai saat resepsi pernikahan nanti, Marsya bahagia sekali karena Satria mau mewujudkan resepsi pernikahan ala kerajaan negeri dongeng.


" Marsya ternyata jika belanja tidak tanggung tanggung ternyata, bener bener warisan dari Nando banyak juga ke anak ini" Batin Iis melihat belanjaan yang ditawarkan oleh Marsya banyak sekali, membuat Iis tidak menyesal ikut belanja seperti ini


" Sayang, gaun pernikahan dan pernak pernik untuk pernikahan kamu juga sudah, dan belanja untuk bunda juga banyak sekali, terimakasih yah Marsya" Ucap Iis bahagia sekali, karena mendapatkan belanjaan sama banyak, seperti Anisa, Lusi, dan mertuanya.

__ADS_1


" Sama sama bunda, mumpung lagi bersama sama kan,tidak ada salahnya jika semua orang tua Marsya diteraktir setelah beli gaun pernikahan" Ucap Marsya  berusaha adil dan tidak membedakan mertua, ibu kandung, ibu tiri, dan ibu angkat. Marsya berusaha menyayangi semuanya dan berusaha bersikap adil.


" Alhamdulillah yah nak, semoga pekerjaan Marsya selalu lancar dan rezeki Marsya selalu lancar juga" Ucap Mertuanya Marsya bangga, karena Marsya sudah sukses dan mampu membeli apapun dengan hasil sendiri.


" Amin amin, doa kan saja yah, Marsya bisa memanjakan kalian, dan membelikan apapun untuk kalian setiap saat" Lanjut Marsya selalu berharap, selalu lancar proyeknya dan bisa beliin apapun untuk semua orang tuanya


" Mamah yakin Marsya pasti bisa sayang" Ucap Anisa optimis jika Marsya bisa, memenuhi kebutuhannya dan membelikan apapun yang dibutuhkan orang tuanya


Marsya mengamin kan doa doa yang diberikan orang tuanya untuk Marsya, Marsya langsung ajak orang tuanya untuk menikmati makan siang bersama karena setelah makan siang Marsya kembali ke kantor lagi, Marsya tidak enak jika pekerjaan dikerjain semuanya oleh Ucok sendirian.


Dilain sisi,Natalia kesel sekali, karena tidak diajak jalan jalan oleh Marsya karena dilarang oleh Rangga, karena pekerjaannya Natalia belum selesai dari tadi, Natalia sudah tiga hari ke kantor, dan tiga kali diberikan dokumen tapi tidak ada satu pun yang berhasil Natalia kerjakan.


' Yah mau lah ayah, siapa yang tidak mau jadi bos besar, tapi yah memang sulit dikerjakan ayah, jangan kasih perusahaan ini untuk Marsya, karena Natalia tidak ikhlas jika Marsya berkuasa di perusahaan, menguasai harta ayah, dan sesuka hati sikapnya ke Natali dan bunda." Tegas Natalia tidak rela jika direndahkan karena, Marsya yang memimpin perusahaan.


" Kalo tidak mau Marsya seperti itu, yah berusaha untuk mengerti pekerjaan ini lah, oke ayah kasih kamu kesempatan untuk belajar tiga hari lagi jika gagal, terpaksa perusahaaan ini akan dialihkan ke Marsya, ayah yakin dia mampu menjalanin dua perusahaan sekaligus, apa lagi dibantu oleh Satria, pasti mudah dikerjakannya" Tegas Rangga yang tidak mau mengerjakan pekerjaan yang sia sia, dan tidak ingin mengharapkan yang tidak pasti

__ADS_1


" Apa tiga hari? astaga satu dokumen saja belum bisa ayah, ih jahatnya sekarang ayah berubah semenjak ketemu Marsya dan tante Anisa,tidak seperti dulu lagi yang memberikan Natalia kebebasan, dan tidak paksa seperti ini" Lanjut Natalia merasa Rangga sudah berubah, tidak seperti dulu lagi, yang tidak paksa Natalia untuk bekerja


" Terserah, ayah seperti ini karena memikirkan nasip perusahaan ini, karena diperusahaan ini banyak kepala yang menggantungkan kebutuhan hidupnya, karena perusahaan ini bisa memenuhi kebutuhan banyak orang, jika tidak memiliki penerusnya maka akan banyak orang yang mengalami pengangguran dan keluarganya akan menderita karena kita tidak memiliki penerus sama sekali. ayah kasih waktu kamu terakhir sampai tiga hari, jika gagal otomatis Marsya yang akan menggantikan ayah, jadi berjuang lah sampai batas akhir yah Natalia" Tegas Rangga yang sejujurnya ingin sekali melihat Natalia bisa seperti Marsya,memimpin perusahaan dan bisa sukses dengan usaha sendiri dan tidak bergantung dengan orang tua terus


" Baik lah, tiga hari tidak akan sia sia kan lagi" Lanjut Natalia, berusaha mengerti dengan pekerjaan yang diberikan Rangga demi masa depan,dan demi Natalia tidak kehilangan kemewahan jika Natalia gagal maka semuanya akan dikuasai oleh Marsya.


Dilain sisi, Satria sengaja tidak bawa mobil karena pulangnya, bakal bersama bunda nya ke kantor, Satria melihat belanjaannya Marsya dan orang tuanya sungguh banyak,membuat Satria bahagia karena Marsya bisa bersikap adil


" Terimakasih yah Marsya, hari ini sudah ajak bunda belanja banyak, beli gaun untuk resepsi pernikahan kamu dan belanja lainnya, bersama Anisa, Lusi, dan Iis juga." Ucap Bunda nya Satria merasa bahagia sekali, karena diajak belanja bersama tiga besan sekaligus


" Sama sama bunda, lain kali kita belanja seperti ini, bunda dan Satria hati hati dijalan yah" Ucap Marsya langsung mencium tangan bunda nya Satria


"Kamu juga hati hati dijalan yah sayang, pelan pelan bawa mobilnya juga" Ucap Satria yang harus mengalah waktu makan siangnya, tertunda karena perempuan perempuan didepannya, mau temani Marsya beli gaun  untuk resepsi pernikahannya nanti


" Terimakasih jeng, mau diajak jalan bersama kita" Ucap Lusi bahagaia, karena ada waktu belanja bersama bunda nya Satria

__ADS_1


" Sama sama jeng, lain waktu kita harus belanja seperti ini lagi, ternyata seru juga belanja bersama besan seperti ini" Lanjut Bunda nya Satria, tidak menyangka bisa belanja langsung dengan ketiga orang tuanya Marsya


Satria langsung pamit pulang dan tidak lupa mencium tangannya Anisa, Lusi, dan Iis, begitu juga dengan Marsya mencium tangan bunda nya Satria lagi baru masuk kedalam mobil.


__ADS_2