KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Salam kenal jeng


__ADS_3

Marsya, Lusi, dan Anisa. menyambut kedatangan orang tuanya Satria, Lusi minta Bik Sumini untuk bawain masakan orang tuanya Satria ke dapur dan Lusi mempersilahkan Satria dan orang tuanya untuk masuk kedalam rumah dan duduk di kursi.


" Salam kenal jeng, saya sudah banyak mendengar cerita tentang jeng Anisa dari Satria." Ucap Bunda nya Satria ramah melihat orang tuanya Marsya


" Salam kenal jeng, terimakasih sudah mengijin kan Satria pacaran dengan Marsya selama mereka kuliah sampai sekarang, dan selamat yah Satria juga sekarang mendapatkan pekerjaan yang jabatannya bagus seperti Marsya sama sama calon CEO sukses" Ucap Anisa merasa bersyukur karena Marsya mendapatkan calon suami orang mapam dan sama sama sama orang sukses


" Sama sama jeng, karena selama pacaran mereka pacaran dengan jalan yang baik baik dan Marsya sering diajak ke rumah untuk kerjain tugas bersama, yah saya rasa tidak ada alasan saya tidak mengijinkan mereka untuk tidak melanjutkan hubungan mereka" Lanjut Bunda nya Satria, berusaha tidak membahas urusan pribadi


" Ya sudah makan yuk semuanya, makanan sudah selesai di rapihkan oleh bik Sumini" Ucap Lusi yang langsung berdiri duluan dan langsung ajak Marsya, Anisa, dan tamunya untuk jalan menuju ruang makan, untuk makan siang bersama.


Dilain sisi, Rudi mendapatkan laporan dari anak buahnya jika perempuan yang temani Anisa belanja tadi adalah istrinya Nando clinet yang ingin membeli tanahnya untuk pembangunan panti asuhan.


" Sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan, kamu kasih harga murah untuk pak Nando yah, karena pembangunan panti asuhan karena keinginan Marsya untuk membangun panti asuhan, tentunya saya dengan senang hati memberi harga murah untuk pak Nando." Ucap Rangga tidak merasa rugi memberikan harga murah untuk anaknya sendiri, karena Marsya membeli tanah untuk kegiatan sosial.


" Baik pak, saya hubungin pak Ucok, saya juga tidak menyangka jika Marsya punya niat mulia seperti itu, jadi apa anda mau ketemu dengan Anisa lagi?" Tanya Rudi yang tidak ingin anak kandungnya Rangga terlalu lama tidak ketemu dengan ayah nya sendiri


" Saya ijin dulu dengan istri saya soal hubungan saya dengan Anisa, mau bagaimana pun saya yang meninggalkan Anisa di masa lalu, dan Anisa istri resmi saya juga. Supaya menjalin hubungan juga tanpa ada masalah apapun dan tanpa ada yang tersakiti karena kesalahan saya." Lanjut Rangga yang tidak ingin ada lagi yang tersakiti karena Rangga.

__ADS_1


" Yah sudah soal masalah pribadi anda terserah, dan soal pembelian tanah akan saya hubungin sekarang ke pak Ucok, untuk setuju menjual tanah dengan harga murah." Lanjut Rudi langsung hubungin Ucok untuk kasih tahu jika bosnya setuju menjual tanah dan akan memberikan harga paling murah, karena menjual tanah untuk kepentingan anak sendiri.


Dilain sisi, Satria dan Marsya duduk santai berdua dihalaman belakang rumah, membiarkan orang tuanya saling ngobrol berdua.


" Aku bahagia sekali sayang, ayah dan bunda kasih ijin untuk mamah tinggal disini selamanya." Ucap Marsya merasa bahagia dan tidak menyangka, jika Nando dan Lusi mau melihat Marsya mendapat kan kasih sayang secara utuh dari kedua ibu yang sangat Marsya sayangi.


" Alhamdulillah sayang, aku ikut seneng mendengarnya, jika ayah dan bunda kamu memberikan ijin untuk mamah kamu bisa tinggal disini selamanya, jadi kan kamu tidak  usah harus tinggal jauh dari bunda dan ayah kan"Ucap Satria ikut seneng, dan tidak menyangka jika Nando dan Lusi bener bener orang sebaik itu memberikan ijin Anisa untuk tinggal bersama


" Iyah sayang, jadinya kan aku kemana mana bisa langsung bertiga, tidak nyusul nyusul karena tempat tinggal dan kasihan mamah juga saat aku nginep disini  selama tiga hari, otomatis mamah sendirian dirumah tentunya aku tidak tega juga kan" Lanjut Marsya yang berusaha bersikap adil dan tidak ingin ada yang merasa sedih karena jauh


" Iyah lebih kasihan ke mamah, tapi bunda juga kasihan kan, keputusan tinggal bersama memang keputusan yang terbaik menurut aku sayang" Lanjut Satria, Satria tidak bisa membayangkan melihat Marsya harus bergilir untuk tempat tinggal bersama orang tuanya.


Dilain sisi, Ucok tidak menyangka jika client nya mau menjual tanahnya, apa lagi dengan harga yang murah, dibawah harga yang ditawarkan oleh Nando sebelumnya.


" Apa karena tanah yang dibeli untuk dibuat panti asuhan diberikan harga murah yah pak?" Tanya Ucok masih tidak menyangka, client nya sebaik ini mau jual tanah dengan harga murah


" Mungkin saja sih Ucok, yah sudah kamu atur saja untuk pembelian tanah dan serah terima sertifikatnya yah, saya tidak sabar ingin memberikan surprize ini untuk Marsya, pasti anak itu bahagia sekali karena mendapatkan kado ulang tahun tanah yang akan Marsya pakai untuk membangun panti asuhan sesuai rencananya Marsya selama ini" Ucap Nando merasa bahagia sekali mendapatkan harga tanah yang murah,dengan ukuran tanah yang cukup luas

__ADS_1


" Beres pak, nanti saya buat janji dengan asistennya pak Rangga untuk serah terima sertifikat tanah, dan memberikan langsung uang yang mereka inginkan" Lanjut Ucok yang ikut bahagia karena urusan beli tanah berjalan dengan lancar, apa lagi mendapatkan harga yang bener bener murah.


Dilain sisi, Rangga melihat fotonya Marsya dan Anisa yang didapat dari Rudi, Rangga tidak menyangka orang yang beli tanahnya adalah anaknya sendiri, apa lagi tanah yang dibelinya untuk kegiatan sosial


" Apa mungkin tanah ini dibeli untuk kado ulang tahunnya Marsya? apa saya muncul disaat Marsya ulang tahun yah, atau sebelum pesta ulang tahun? astaga kenapa jadi didelama seperti ini sih, lebih baik tanya saja deh ke Rudi bagaimana baiknya?" Tanya Rangga dilema, untuk muncul dihadapannya Marsya sebelum atau sesaat pesta ulang tahunnya Marsya.


Dilain sisi, Marsya memberikan tiga topes berisi kue buatan Marsya, Anisa, dan Lusi. untuk orang tuanya Satria bisa dibawa pulang oleh keluarganya Satria.


" Terimakasih yah, kalian mau makan siang bersama kami"  Ucap Anisa merasa bahagia sekali, bisa kenal langsung dengan orang tuanya Satria, yang ternyata sangat ramah dan enak diajak ngobrol


" Kapan kapan kita akan datang ke rumah kalian, makan siang bersama yah, pasti sepasang kekasih ini seneng melihat orang tuanya saling berkunjung" Ucap Lusi melihat Marsya dan Satria gandengan tangan


" Pastinya dong bunda, sangat senang sekali, melihat para orang tua semakin kompak dan akrab kita berdua ikut seneng melihatnya" Ucap Satria merasa lega karena orang tuanya bisa menerima dengan baik kehadiran Anisa, dan tidak memberikan pertanyaan apapun yang bisa membuat Anisa merasa tersinggung


" Iyah jeng, pasti akan kita tunggu kehadiran kalian semua ke rumah kita, dan kita akan memberikan jamuan yang terbaik di rumah kita" Ucap Bunda nya Satria dengan senang hati menantikan kehadiran orang tuanya Marsya di rumah


" Bunda dan ayah hati hati dijalan yah, dan sampai ketemu nanti" Ucap Marsya ramah, Marsya mencium tangan kedua orang tuanya Satria

__ADS_1


" Iyah sayang, yah sudah kami permisi kalo begitu" Ucap Ayah nya Satria pamit untuk pulang, Ayah nya Satria masuk duluan kedalam mobil disusul istrinya dan Satria yang ikut masuk kedalam mobilnya


__ADS_2