
Marsya menceritakan kegiatan acara makan malam kemarin ke Lusi dan apa saja yang dibahas bersama Iis dan Natalia bahkan rencana untuk liburan bersama membuat Lusi mendengarnya ikut bahagia, karena saudara tirinya Marsya bisa langsung akrab dengan Marsya.
" Bunda senang sekali sayang, semoga kedepannya kalian semakin akrab yah walaupun kalian saudara tiri tapi bunda yakin kok kedekatan kalian akan lebih dari saudara tiri sayang" Ucap Lusi berharap Marsya bisa deket dengan saudaranya, walaupun beda ibu tapi satu bapak.
" Iyah bunda, insya allah Marsya akan berusaha menjadi saudara yang baik untuk Natalia dan tidak egois, lagian juga kan Marsya sudah dewasa, bisa menentukan sikap seperti apa juga, untuk orang lain, bunda kan selalu ajarin Marsya untuk selalu bersikap baik ke siapapun kan" Ucap Marsya tidak akan pernah lupa, setiap nasehat yang diberikan oleh Lusi ke Marsya selama ini
" Betul sayang, bangunin mamah sana, sarapan sudah selesai dan bunda mau bangunin ayah untuk sarapan bersama sebelum Marsya ke kantor." Lanjut Lusi, Lusi membersihkan bekas masaknya diatas westafel.
" Oke bunda" Lanjut Marsya, Marsya memang sengaja tidak bangunin Anisa supaya Anisa tidur lebih nyenyak
Dilain sisi, Natalia kaget mendengar ucapannya Iis, kalo Rangga akan menyerahkan perusahaannya Rangga ke Marsya karena dianggap lebih mampu mengurus perusahaannya dari pada Natalia.
" Setelah menguasahi perusahaan pelan pelan kita akan diusir dari istana ini bunda, tidak mau Natalia hidup miskin jika perusahaan ayah dipimpin oleh Marsya, jangan karena Marsya memimpin perusahaan pak Nando dengan mudahnya ikut ikutan perusahaan dipimpin oleh Marsya juga. Natalia menolaknya bunda" Ucap Natalia kesel, bagaimana bisa dengan mudahnya Rangga punya niat Marsya yang menjalankan perusahaannya dari pada Natalia
" Yah sudah, jika kamu tidak mau perusahaan ayah dikuasai oleh Marsya, kamu harus kerja dikantor ayah, harus bisa ambil hati ayah dengan prestasi kamu, dengan begitu dengan mudahnya ayah akan memberikan perusahaannya untuk kamu pimpin, jangan kalah dengan anak itu dong, malu kali sosialita tapi tidak bisa menjadi pemimpin perusahaan besar" Tegas Iis yang ingin Natalia derajatnya sama seperti Marsya, yang mampu memimpin perusahaan dan selalu berhasil mendapatkan proyek yang dikerjakannya.
__ADS_1
" Duh kerja? cape bunda, enakan seperti ini bunda, bangun siang terus bisa kemana pun dan kapan pun, tanpa harus menunggu sore tapi sudah keburu cape dan kantuk karena kebanyakan kerja, tapi Natalia tidak rela jika perusahaan dikuasai oleh Marsya juga. bagaimana ini bunda, Natalia mau hidup enak tanpa harus kerja sama sekali bunda?" Tanya Natalia bingung, jika kerja pasti waktunya terkuras untuk kerja dari pagi sampai sore, tidak ada istirahat sama sekali, sore mau jalan sudah tidak ada tenaga karena sudah lelah berjam jam untuk kerja.
" Mana ada yang seperti itu Natalia, sudah lah jangan banyak gaya kamu Natalia, sekarang pilihan ditangan kamu, kamu mau mempertahan kan hak kamu atau tidak, jika Marsya yang menguasai perusahaan otomatis Marsya juga akan menguasai rumah dan isi rumah ini, apa kamu mau dikendalikan oleh Marsya dan Anisa?" Tanya Iis dengan tatapan serius, Iis tidak mau masa tuanya harus dibawah kendali Anisa, karena Marsya memimpin perusahaannya Rangga.
" Idih, malas sekali sih bunda, baik lah bunda, Natalia akan bilang ke ayah sekarang jika Natalia siap menggantikan jabatan ayah demi mempertahankan hak kita, dan Natalia tidak ingin tinggal disini tapi dibawah kendali Marsya enak sekali" Lanjut Natalia yang tidak mau dikendalikan oleh Marsya dan Anisa cuman karena memimpin perusahaan saja
" Nah begitu dong, anak bunda harus rajin dan kuat menahan rasa lelah dan kantuk sayang, demi mempertahan kan apa yang menjadi milik kita sayang, Marsya tamu dirumah ini dan tidak punya hak untuk menguasai harta ayah sama sekali" Lanjut Iis merasa bahagia, karena akhirnya Natalia mau belajar menjadi pemimpin perushaan, demi menjaga haknya dan tidak ditindas karena tidak bisa mengasai harta Rangga sama sekali.
Dilain sisi, Anisa memberikan hasil panen cabe dan bawang ke Satria untuk diberikan ke orang tuanya Satria, membuat Satria merasa senang karena calon mertuanya senang berkebun.
" Iyah memang Satria, ada beberapa hari besar, pasti harga cabe naik selain cabe juga banyak yang naik, ini mamah dan bunda yang mengisi waktu kita buat tanam cabe, bawang merah, bawah putih, dan jahe. sudah banyak yang panen dan tidak ada salahnya membagi hasil panen untuk bunda kamu masak dirumah, bilang dari kita yah" Ucap Anisa langsung membungkus hasil panennya supaya bisa dibawa oleh Satria.
" Buat janji yuk mah, kita masak bersama bunda nya Satria untuk masak bersama, lumayan kan cabe, bawang, dan jahenya. dari kebun sendiri pasti seru" Ucap Marsya yang sudah siap berangkat kerja.
" Ide yang bagus juga, yah sudah nanti dibahas deh ke bunda aku yah, apa sayang aku sudah siap berangkat kerja?" Tanya Satria melihat Marsya jalan ke halaman belakang rumahnya
__ADS_1
" Sudah siap sayang, yah sudah yuk berangkat kerja sayang, bunda dan mamah kita berangkat dulu yah" Lanjut Marsya langsung mencium tangannya Anisa dan Lusi
" Hati hati dijalan yah anak anak" Ucap Lusi selalu senang melihat Satria setiap hari jemput Marsya supaya bisa berangkat kerja bareng, padahal perusahaannya pada jauh sekali jaraknya.
Dilain sisi, Rangga mendengar ucapan Natalia yang siap kerja kembali, merasa bahagia sekali mungkin Natalia takut jika perusahaan dipimpin oleh Marsya, otomatis semua harta Rangga akan dikuasai oleh Marsya, apapun yang dirasakan Natalia, yang penting perusahaan besar Rangga tidak gulung tikar sama sekali dan semakin berkembang perusahaannya, dengan pemimpin baru.
" Yah sudah Natalia, sekarang ganti baju kamu dan siap siap ikut ayah ke kantor, mulai hari ini kamu kerja akan dibimbing oleh om Rudi, sampai kamu mampu mempunyai proyek sendiri dan proyeknya berhasil beberapa kali. baru ayah pertimbangkan kapan kamu layak menggantikan posisi ayah di kantor" Tegas Rangga yang ingin melihat Natalia bekerja, bisa mandiri, dan punya masa depan dengan setiap hari bekerja, bukannya seenaknya seperti sekarang, mau hidup enak tanpa bekerja sama sekali, lama kelamaan akan hidup susah karena tidak ada pemasukan sama sekali.
" Yah baik lah, Natalia akan siap siap kerja kembali dikantor ayah, dan akan ikutin apapun yang ayah minta Natalia kerjakan selama dikantor nanti." Ucap Natalia pasrah, karena menolak pun percuma, demi masa depan dan tidak ditindas oleh Marsya karena menguasai perusahaannya Rangga
" Bunda bantu siap siap yah sayang, bunda rindu sekali melihat Natalia pakai baju formal lagi sayang" Ucap Iis jujur, Iis senang sekali melihat Natalia pakai baju kerja dari pada baju pergi.
" Yah sudah siap siap sana, ayah tunggu disini sayang" Lanjut Rangga, tidak masalah menunggu Natalia siap siap, yang penting bisa bikin Natali kembali bekerja dan bisa sukses juga.
Natalia dengan terpaksa ikut Iis untuk jalan ke kamar dan siap siap untuk berangkat kerja bareng Rangga, dari pada berangkat sendiri
__ADS_1